OTW Jadi SUHU

OTW Jadi SUHU
21


__ADS_3

Tik tok tik tok....


Waktu terus berlalu, dan entah berapa kali jarum pendek pada jam berputar, barulah seorang pria yang selama ini terbaring di tempat tidur akhirnya membuka matanya.


Pria itu terdiam beberapa saat memperhatikan tempat ia berada sebelum memalingkan wajahnya menatap ke arah seorang pria berpakaian serba putih yang sedang menulis sesuatu.


"Permisi," ucap Gibran dengan suara yang serak sangat mengejutkan pria berjas putih sehingga pria itu dengan cepat meletakkan catatannya dan berjalan ke arah tempat tidur.


Pria yang merupakan dokter pribadi yang menangani Gibran langsung melakukan pengecekan terhadap tubuh Gibran sampai akhirnya pria itu merasa lega dan menelepon seseorang.


"Pasien baru saja sadar," kata dokter itu pada seseorang di seberang telepon.


Setelah pria itu berteleponan, barulah Gibran berbicara pada pria itu, "Di mana aku?" Tanya Gibran yang kini merasa khawatir bahwa nyawanya mungkin akan segera melayang ketika orang-orang sialan itu menemukannya dan memaksanya memberitahukan informasi tentang keberadaan uang-uang itu.


"Kau berada di sebuah rumah sakit, sebentar lagi seseorang akan datang menemuimu, jadi beristirahatlah," kata dokter tersebut segera berjalan keluar dari ruangan untuk mengurus sesuatu.

__ADS_1


Gibran yang melihat itu memaksakan dirinya untuk bangun dengan mengabaikan rasa sakit pada tubuhnya.


Saat ia duduk, pria itu melihat bahwa dia tidak bebas bergerak karenq selang-selang medis yang diletakkan di hampir setiap tubuhnya.


"Hah,,, Aku tidak pernah menyangka akan mengalami hal seperti ini karena masuk ke dalam buku, tapi di mana buku itu?" Ucap Gibran yang kini bingung Di mana keberadaan buku itu dan apa saja yang sudah tertulis di buku itu.


Tetapi ketika dia menoleh ke arah sampingnya, dia mengerutkan keningnya saat melihat bahwa ternyata buku tersebut berada di atas meja.


Dia bingung Mengapa buku tersebut berada di sisinya, padahal dia ingat bahwa dia meletakkan buku tersebut di kamar tempat terakhir kali dia menginap.


Meski begitu, Gibran yang tidak bisa menemukan jawaban atas pertanyaan itu hanya menggelengkan kepalanya saja lalu pria itu mengulurkan tangannya mengambil buku itu dan membuka isinya.


"Jadi tuan Lio adalah bawahan Nona Gisel, dan pria bernama Tuan Abbas ini adalah Ayah dari nona Gisel?" Ucap Gibran membaca satu lembar kertas pada buku itu.


Segalanya tertulis dengan sangat rapi di sana, bahkan apa yang ia pikirkan dalam hati juga tertulis di dalam buku itu.

__ADS_1


Dan yang lebih bagusnya lagi, bahwa buku itu memberinya beberapa informasi, "hah,,, tapi Apakah Nona Gisel adalah orang yang baik? Tidak ada satupun petunjuk dalam buku ini kemana uang-uang itu akan dibawa," ucap Gibran sembari membuka satu persatu lembar buku tersebut.


Tetapi pria itu menghentikan gerakannya ketika dia mendengar suara pintu yang dibuka hingga Dia kemudian menyimpan buku itu di bawah bantalnya.


Tuan Lio memasuki kamar sembari memperhatikan Gibran yang duduk di atas tempat tidur, "akhirnya kau bangun juga, kami sudah sangat khawatir bahwa kau mungkin akan kenapa-kenapa setelah menyelamatkanku di hari itu," kata Tuan Lio sembari melemparkan senyum pada pria di atas ranjang.


"Itu,, kau pria yang kuselamatkan di restoran xx?" Katanya Gibran memperhatikan pria di depannya.


"Ya, aku sangat berterima kasih atas PertolonganMu waktu itu, kalau kau tidak ada, maka mungkin aku sudah meninggal dalam ruangan operasi karena orang-orang dari kelompok mafia itu akan langsung membunuhku di rumah sakit. Ahh,,, bagaimana perasaanmu?" Tanya Tuan Lio memperhatikan tubuh Gibran, dan meski terlihat tubuh pria itu baik-baik saja, namun dia jelas yakin bahwa tubuh pria itu pasti menderita kesakitan karena luka dalam yang ada di tubuhnya.


"Sekarang tidak terlalu sakit, tapi uang-uang itu, apakah Tuan Lio sudah mengambilnya?" Tanya Gibran.


"Ya, sampai saat ini tidak ada informasi mengenai uang itu, di mana kau meletakkannya?" Tanya Tuan Lio.


"Aku memberikannya pada seorang kurir untuk diantar ke suatu tempat, pada pria bernama Faisal. Tapi aku mengubah tempatnya menjadi sebuah karton besar yang bagian atasnya adalah tumpukan pakaian." Ucap Gibran.

__ADS_1


"Benarkah??" Tuan Lio sangat terkejut, dan dia pun merasa sangat senang bahwa mungkin saja uang itu masih selamat sehingga pria itu segera meminta alamat Faisal pada Gibran sebelum dia sendiri pergi untuk mendapatkan uang uang itu.


Setelah ditinggalkan, maka Gibran kembali berbaring di tempat tidur Sebab Dia merasa bahwa dirinya telah aman, karena ternyata tempat dia Di mana dia berada ialah tempat Nona Gisel.


__ADS_2