
Buk!
Buk!
Gabriel dan Gisel dilemparkan ke lantai kala mereka sudah tiba di markas geng mafia terbesar di kota tempat mereka berada.
Gabriel langsung menatap semua orang yang ada di sana sebelum dia mengalihkan tatapannya ke arah jendela dan dia merasa lega bahwa saat itu matahari masih tinggi, yang artinya bahwa kekuatannya masih bisa digunakan.
"Mereka berdua ini adalah pelaku dari segala pembasmian geng mafia yang ada di kota kita!!" Ucap seorang pria yang tadinya mendorong Gisel ke lantai.
Gibran dan Gisel pun berusaha untuk berdiri, tetapi baru saja berusaha, keduanya langsung ditendang oleh dua orang pria hingga mereka berdua kembali tersungkur di tanah.
"Jadi kalian berdua yang membuat onar?" Ucap seorang pria yang duduk santai di atas kursi menatap ke arah Gibran dan Gisel.
Meski saat pria yang duduk di kursi sedang berbicara pada mereka, tetapi Gibran dan Gisel sama sekali tidak menjawab pertanyaan pria itu dan mereka hanya diam saja sambil menatap pria yang duduk di kursi.
Hal itu membuat sang pria menjadi sangat marah sehingga dia pun langsung berdiri dan menatap anak buahnya.
"Pukuli mereka sampai tidak sadarkan diri!" Perintah sang pria langsung membuat semua orang yang ada di sana kini berjalan mendekati Gisel dan Gibran lalu memukuli kedua orang itu.
Saat itu, Gibran tidak melakukan apa pun, tetapi ketika dia melihat Gisel yang adalah seorang perempuan dipukuli dengan brutal, hal itu membuatnya sangat marah sehingga dia menatap tajam kepada semua orang dan membuat semua orang yang mengelilingi Gisel langsung terpental menabrak dinding.
Buk!
Buk!
Brak!
Semua orang terkejut melihat hal itu, bahkan orang-orang yang terpental jauh langsung mengeluarkan darah dari mulut mereka hingga semakin membingungkan orang yang ada di sana
Gisel juga bingung, karena dia tidak melakukan apapun dan orang-orang itu seperti disulap langsung terpental menjauhi dirinya?
Satu-satunya orang yang tidak bingung di sana ialah Gibran, pria itu dengan perasaan marah kini menatap semua orang yang juga mengelilinginya lalu membuat mereka satu persatu terpental ke arah dinding.
__ADS_1
Buk!
Buk!
Buk!
Setelah memberi semua orang pelajaran, Gibran pun akhirnya bisa berdiri lalu dia dengan cepat mengambil sebuah kunci yang tergeletak di tanah dan membuka borgolnya serta membantu Gisel untuk membuka borgolnya.
"Terima kasih," kata Gisel langsung siaga untuk menghadapi kalau-kalau orang-orang yang telah terpental di lantai kembali bangkit untuk menyerang mereka.
Tetapi saat itu, pria yang duduk di kursi kini berdiri lalu dia menodongkan senjata pada Gibran dan Gisel diikuti oleh dua orang yang ada di belakangnya sehingga membuat Gisel dengan cepat mengangkat tangannya dan merasa bahwa semuanya telah berakhir.
Gibran pun perlahan mengangkat tangannya, Tetapi beberapa detik kemudian ia tersenyum sambil melihat Ketiga orang di depannya lalu sebuah hantaman membuat mereka terlempar dan pistol ketiganya langsung lepas dari tangan mereka.
Hal itu langsung membuat Gisel bergerak cepat mengambil salah satu pistol yang ada di sana Lalu tanpa ragu-ragu langsung menembak pria yang ada di sana.
Door!
Hanya dalam sekejap, bos mafia itu langsung meninggal diiringi oleh tembakan-tembakan yang lain di mana Gisel secara brutal menembak semua orang di dalam ruangan itu.
"Sial!!" Gisel menggerutu mengetahui bahwa tidak ada jalan keluar dari tempat itu, namun di saat Gisel sedang frustasi, Gibran langsung menggunakan kekuatannya meruntuhkan dinding yang ada di samping mereka hingga membuat Gisel terkejut.
Gempa?!
Meski terkejut, Gisel tidak mengatakan apapun dan hanya mengikuti Gibran berjalan ke arah dinding tersebut, dan tepat sekali ketika mereka tiba di luar, mereka Langsung melihat kerumunan orang yang sedang mengacungkan pistol mereka ke arah pintu yang tadi ditempati oleh Gisel dan Gibran, maka secara brutal keduanya menembaki orang-orang itu.
Dor dor dor!
Tembakan itu membuat semua orang terjatuh ke tanah dalam keadaan tidak sadarkan diri lagi dan Gisel beserta Gibran yang melihat tangga di sana langsung berlari ke arah tangga lalu mereka pun keluar dari tempat itu dan menutup pintu di atas ujung tangga.
"Biarkan mereka terkurung di sana!" Kata Gisel diangguki oleh Gibran sehingga keduanya pun terus melakukan pembasmian di tempat itu sampai tempat tersebut bersih Lalu keduanya menghubungi orang-orang untuk datang ke sana membersihkan tempat tersebut.
Setelah itu, Gibran dan Gisel meninggalkan area itu dengan mencuri dua sepeda motor lalu mereka pun pergi menuju sungai dan meninggalkan motor tersebut.
__ADS_1
"Aaaa!!!!!" Gibran berteriak keras di pinggir sungai dan saat ini ia merasa benar-benar senang karena dia telah melakukan sesuatu yang sangat besar.
Namun saat itu, Gibran tiba-tiba saja mengalami pusing lalu beberapa saat kemudian kesadarannya perlahan menghilang hingga dia pun terjatuh.
Dalam masa-masa kesadarannya yang mulai menghilang, ia melihat Gisel datang menolongnya, tetapi Gibran malah tersenyum pada perempuan itu sebelum kesadarannya benar-benar menghilang sepenuhnya.
"Huaaaa!!!"
Teriak seorang pria yang terbaring di atas tempat tidur langsung membuat seorang kakek tua tersenyum menatapnya.
"Kau sudah bangun?" Ucap kakek tua tersebut langsung membuat sang pria menatap sang kakek tua dan dia mengerjakan matanya mengingat kembali apa yang telah terjadi.
"Aku,, Aku sudah kembali dari dunia novel itu?!" Tanya Gibran langsung membuat sang pria tua di sana tersenyum menganggukkan kepalanya lalu menyerahkan sebuah buku pada Gibran.
"Kau telah berhasil menyelesaikan satu buku, dan Ini hadiah tambahan untukmu," ucap kakek tua itu sebelum dia keluar dari ruangan meninggalkan sang pria muda dengan kebingungannya.
Meski begitu, pria tersebut membuka buku yang ada di tangannya dan memang segala sesuatu yang diceritakan di sana sangat sesuai dengan apa yang ia alami.
'Ini,,' pria itu langsung berdiri lalu berlari keluar dari ruangan itu untuk mencari sang kakek, namun ketika ia keluar, dia sudah melihat toko buku di sana dan tidak mendapati kakek tua itu di manapun.
Gibran kemudian berjalan menghampiri seorang perempuan yang berjaga di meja kasir lalu berkata, "Apakah kau melihat seorang kakek tua yang keluar dari ruangan itu?"
Perempuan di sana menggelengkan kepalanya, "dari tadi aku di sini, tidak ada satupun orang tua di sini, semuanya hanya anak muda," jawab perempuan itu langsung membuat sang pria mengerutkan keningnya lalu berlari keluar.
Saat itu, ia mencari di seluruh jalan-jalan itu namun tidak mendapati sang kekak tua hingga dia menggertakkan giginya.
"Ke mana kakek tua itu?" Kesal pria tersebut untuk berbalik pergi ketika Dia teringat akan hadiah yang diberikan oleh kakek tua tersebut sehingga dia membukanya dan mendapati sebuah cek terletak di sana.
"Li,,li,,lima puluh milliar?!" Kata pria itu langsung merasakan seluruh tubuhnya menjadi limas lalu dia terjatuh di trotoar sambil memegang cek yang ada di tangannya.
Tiba-tiba dia menjadi kaya raya!!
Tak jauh dari situ, kakek tua tersenyum melihat pria tersebut, 'dia layak menerimanya,' kata kakek tua itu sebelum dia menghilang dari tempat itu untuk mencari orang lain yang akan ia uji seperti pria yang baru saja lulus ujiannya.
__ADS_1
TAMAT