OTW Jadi SUHU

OTW Jadi SUHU
35


__ADS_3

Pria yang menjadi satu-satunya pria yang selamat setelah memakan obat penawar yang ia dapatkan dari Gibran masih tertawa di tempatnya menatap semua teman-temannya yang telah mati.


Gibran benar-benar tersenyum konyol melihatnya, dan saat itu juga pemimpin dari geng motor tersebut kini tiba bersama dengan dua orang bawahannya.


Plok plok plok...


Pria itu bertepuk tangan sembari berjalan mendekati Gibran dengan sebuah senyuman mengejek di wajahnya.


"Hebat!! Pecundang kita kini datang menghempaskan tempat ini,, wwoooaaaahhhhhhhhh, lihat berapa banyak orang yang telah Ia bunuh," kata pria bernama Nias.


Gibran pun menatap Nias, dia tersenyum tipis di tempatnya, "Sudah lama aku menunggu momen ini," ucap Gibran sembari membuang pisau yang ada di tangannya.


Klang....!


Pisau itu tergelincir dan menyelinap ke bawa sebuah lemari yang terletak tak jauh dari Gibran.


"Ha ha ha..." Nias tertawa terbahak-bahak, "Sudah lama aku menantikan ini, seseorang yang berani datang ke tempat ini membuat kekacauan dan sekarang akhirnya kau datang begitu. Kematian mu akan segera tiba!!!" Ucap Nias memberi kode pada kedua anak buahnya agar menyerang pria di depannya.


Gibran Menghadapi pria itu karena sementara pria yang tadi tertawa terbahak-bahak kini menghampiri Nias dan pria itu pun berdiri di samping Nias sembari berkata, "pisaunya beracun, sedikit goresan saja akan membuat kita terbunuh kalau tidak memakan obat penawarnya."


Nias teringat pisau yang dilemparkan oleh Gibran ke bawah kolong lemari sehingga dia pun menatap pria di sampingnya, "ambilkan pisau yang ada di bawah lemari itu!' perintah Nias langsung diangguki oleh sang pria yang ada di sampingnya sehingga pria itu pun pergi mengambil pisaunya.

__ADS_1


Sementara Gibran, dia menggunakan tangan kosong melawan dua pria di hadapannya.


Pria itu menendang, meninju dan menghindari pukulan lawan, sampai kedua orang yang ada di hadapannya beberapa kali terjatuh namun mereka tetap gigih dan kembali bangkit menyerang Gibran.


"Ya!!" Teriak salah seorang pria melompat ke arah Gibran sembari memperkuat kepalan tangannya untuk di daratkan pada tubuh Gibran.


Gibran dengan cepat berputar Ke samping kanan membuat pria itu meninju sebuah balok besi yang terletak di belakang Gibran.


"Akhh!!!" Pria itu merasakan tulangnya serasa retak karena meninju sesuatu yang keras, namun belum sempat dia bernafas, sebuah tendangan dari gibran ke samping kanan langsung membuat tubuh pria itu terpental.


Buk!!!


Brak!!


"Kau!!" Pria yang lain pun merasa begitu kesal dia dengan kekuatan penuh pun menyerang Gibran hingga mereka saling tinju satu sama lain.


Tas tas tas...


Gibran dengan cekatan menangkis tinju tersebut, dia bahkan memberikan beberapa pukulan pada pria tersebut hingga pria itu menjadi semakin kelelahan sebelum ditutup oleh Gibran menggunakan sebuah tendangan kuat.


Buk!!

__ADS_1


Buk!!


"Aakhh!!"


Pria yang sementara mengambil pisau sangat terkejut ketika tubuhnya malah tertimpa oleh tubuh temannya sendiri yang ditendang oleh Gibran.


Meski begitu, dia hanya menggeser tubuh tersebut Lalu mengambil pisau yang akhirnya terjangkau oleh tangannya.


"Ini dia!!" Ucap pria itu segera membawa pisau tersebut ke arah Nias.


Nias tersenyum, lalu dia pun mengambil pisau itu, tetapi tidak ada yang menduga bahwa pria itu bahkan mencoba kekuatan pisau itu pada pria yang memberikannya.


Slebbbbb!!!


Sebuah tusukan membuat sang pria yang berada di dekat Nias pun akhirnya melototkan matanya dan tanpa adanya perlawanan pria itu terjatuh ke lantai dengan tidak berdaya.


Gibran yang melihat itu tersenyum menghina, "bodoh! Asal kau tahu saja, darah yang mengalir di pisau itu juga telah kau sentuh, Bukankah itu berarti kau juga sudah terkena racunnya? Menurutmu, kenapa aku membuang pisau itu Dan kenapa aku hanya membuat goresan kecil pada orang-orang yang melukai dengan pisau itu? Itu semua karena aku tidak mau terkena darahnya!!" Tegas Gibran langsung membuat Nias begitu terkejut, Ia pun melihat ke arah sarung tangan yang memang telah dibuang oleh Gibran setelah Gibran membuang pisau yang ia gunakan.


Maka Nias pun dengan gemeter membuang pisau di tangannya dan pria itu merasa ketakutan sembari mengambil sapu tangannya lalu mengelap darah di tangannya.


"Sudah terlambat, tunggu dalam waktu 5 menit lagi, kau akan bersama nasib sama dengan orang-orang yang ada di lantai 1," ucap Gibran semakin gemetar ketakutan Sebab Dia tidak mau mati.

__ADS_1


Sementara 2 pria yang dipukuli oleh gibran, keduanya pun berdiri dan tidak ada niat dari mereka untuk mendekati Nias.


Siapa yang mau mati?


__ADS_2