OTW Jadi SUHU

OTW Jadi SUHU
23


__ADS_3

Gibran menjalankan kursi roda itu keluar dari ruangan tempat ia berada dan dia segera berjalan-jalan di sisi bangunan tersebut melihat pemandangan taman di malam hari.


🚝🚝🚝


"Kekuatanku bener-bener tidak berfungsi di malam hari, mungkin akan kembali lagi pada subuh hari nanti," ucap Gibran dalam hati yang sudah beberapa kali mencoba kekuatan miliknya namun tidak pernah berfungsi.


Setelah beberapa saat berjalan-jalan tiba-tiba saja hujan turun membasahi bumi sehingga Gibran yang sudah lama tidak mencium aroma hujan pun tersenyum di tempatnya.


"Aku merindukan susu coklat buatan ibu," kata Gibran Yang merindukan kehidupan lamanya, setiap kali hujan seperti itu maka ibunya akan membawakan susu coklat ke kamarnya.


Saat ini pun dia merindukan keluarganya, keluarga yang selalu menyayanginya.


"Hah,,,, sampai kapan aku berada di dunia ini? Terus berada dalam novel sepanjang waktu," kata Gibran sembari menghela nafas, dia kini penasaran dengan keadaan dirinya di kehidupan aslinya.


Pria itu pun berjalan-jalan beberapa saat sampai dia iseng-iseng kembali mencoba kekuatannya dan terkejut ketika salah satu pohon yang ada di tempat itu langsung terbakar.


Duar!!!


Srashh......

__ADS_1


"Apa yang terjadi???" Kata Gibran sangat terkejut, dia tidak menyangka bahwa pohon itu akan terbakar


Maka untuk memastikan bahwa pohon itu benar-benar terbakar karena kekuatannya, maka Gibran pun mencobanya pada beberapa ranting pohon yang kecil dan Memang benar bahwa ranting-ranting tersebut akhirnya terbakar meski sedang basah karena air hujan.


"Ini, jangan-jangan kekuatanku pada malam hari hanya berfungsi pada saat hujan, sama seperti ketika aku berada di tengah-tengah banjir, kekuatannya bisa berfungsi karena saat itu sedang hujan," ucap Gibran sembari memperhatikan pohon yang masih terbakar di hadapannya.


Maka pria itu pun terdiam di tempatnya berpikir selama beberapa saat sampai salah seorang menghampirinya.


"Anginnya sangat kencang, sebaiknya anda kembali masuk ke dalam ruangan untuk beristirahat," kata pria yang merupakan dokter pribadi yang ditugaskan menjaga Gibran.


"Ah, baik," kata Gibran membiarkan dokter itu mendorong kursi rodanya ke dalam ruangan masih menoleh ke arah pohon yang telah Ia bakar menggunakan kekuatannya.


Maka dengan tekad yang penuh, pria itu pun berencana untuk melatih seni bela dirinya sebelum pergi memulai balas dendamnya.


Maka setelah melakukan proses penyembuhan pada tubuhnya Gibran meminta Tuhan Lio untuk mencarikannya instruktur beladiri sehingga dia pun berlatih bela diri selama 3 bulan.


Buk buk buk.....


Gibran yang saat itu menggunakan tangan kosong berkelahi dengan patung kayu tidak memperdulikan keringat yang sudah membuat seluruh pakaiannya telah basah seperti habis dicuci.

__ADS_1


Instruktur beladiri yang mengajarinya berdiri tak jauh dari pria itu sembari memperhatikan Gibran yang sudah 3 bulan menghabiskan waktunya bersemangat berlatih seni bela diri.


Tak tak tak....


Tiba-tiba sebuah langkah sepatu hak tinggi membuat sang instruktur beladiri menatap ke arah sumber suara tersebut dan melihat Gisel yang sudah menyelesaikan tugasnya di luar negeri telah kembali.


Plok plok plok...


Gisel bertepuk tangan hingga membuat Gibran menghentikan aksinya dan pria itu pun berbalik serta sangat terkejut melihat Gisel yang berdiri di hadapannya.


"Ayo makan bersama," ucap Gisel pada Gibran sebelum perempuan itu berbalik pergi meninggalkan Gibran untuk memberi kesempatan pada pria itu membersihkan tubuhnya yang penuh keringat.


Gibran yang melihat itu tidak mengatakan apapun, tetapi pria tersebut mengambil handuk yang disiapkan untuknya Lalu dia pun segera pergi ke toilet untuk membersihkan tubuhnya.


Srasshh......


Suara shower yang membasahi tubuh Gibran menjadi satu-satunya suara yang terdengar di kamar mandi tempat Gibran berada pada pria itu terdiam di bawah guyuran shower sembari menengadah membiarkan wajahnya disentuh oleh tetes-tetes shower.


'Nona Gisel,,,' ucap Gibran dalam hati sembari mengingat pertemuannya dengan Gisel pada hari ini, sudah sangat lama sejak dia bertemu dengannya, dan dia merasa bahwa perempuan itu cukup banyak berubah karena tadi dia melihat perempuan itu berada dalam dandanan perempuan, tidak seperti terakhir kali dia melihatnya saat masih bergaya tomboy.

__ADS_1


__ADS_2