
Gibran yang sementara tertidur di ranjangnya mengerjakan matanya ketika dia mendengar suara berisik dari balik dinding kamar hotel.
Pria itu membuka matanya dan mengerutkan keningnya sembari bangun untuk duduk di tempat tidur dan menoleh ke arah Gisel yang masih terlelap dalam tidurnya.
"Ah ah ah.... Uhh,,,, sayanh..."
"Enak?!! Mau lagi??"
"Ahh,, ya!! Aku mau,, uhh,, oh,,, ohhh"
Suara perempuan dan pria yang sedang melakukan sesuatu menjijikan itu benar-benar membuat Gibran merasa panas dingin hingga Dia berjalan ke kamar mandi.
Pria itu membasuh wajahnya sebelum keluar dari sana dan melihat Gisel masih terlelap dalam tidurnya.
Suara dari samping masih terus terdengar, dan Gibran yang merasa kesal hendak mengambil earphone untuk menutupi suara itu dengan menyalakan musik, tetapi kemudian dia menghentikan gerakan tangannya saat ia mendengar pria di samping kamar hotel itu kembali lagi berbicara.
__ADS_1
"Ini enak sekali, kau benar-benar jallang, Aku tidak mengerti mengapa bos geng motor terus mengancamku hanya karena aku bersama-sama denganmu, padahal geng motor itu tidak memiliki kekuatan apapun, jelas-jelas geng kami jauh lebih kuat dari mereka!!!"
"Ahh,, sayang,, geng motor memang tidak ada apa-apanya, pemimpinnya saja tidak bisa memuaskan ku seperti yang kau lakukan,, ahhh,,,"
Percakapan itu langsung membuat Gibran menempelkan telinganya ke dinding untuk mendengar jika dia bisa mendengar sesuatu yang lebih bagus lagi.
Benar saja, setelah beberapa saat terdiam, dia mendengar suara pelan dari balik dinding itu yang berkata, "beberapa kelompok geng telah dibasmi hari ini, jadi Semua orang menjadi waspada. Ada rumor yang beredar bahwa mereka saling basmi satu sama lain dan beberapa kelompok geng mengambil kesempatan untuk mendapatkan keuntungan. Untungnya geng kami sudah memiliki persiapan, kami sudah membuat banyak sekali jebakan jika seseorang menyusup ke dalam tempat kami secara tiba-tiba."
"Benarkah?? Aku rasa bos geng motor tidak akan sampai kepikiran hal itu, aku harus berlindung di tempatmu, di geng AOK."
Gibran yang mendengarkan percakapan itu langsung menarik kembali telinganya dari dinding dan dia sangat terkejut ketika melihat Gisel sudah berdiri di belakangnya sembari melototinya.
"Kau mengagetkanku!!" Ucap Gibran sembari menghilang nafas lalu dia pun beranjak kembali ke kasurnya untuk berbaring di sana.
Gisel mengikuti pria itu, dia duduk di kasur miliknya sendiri sembari menatap Gibran yang berbaring dengan tangan digunakan sebagai alas kepala.
__ADS_1
"Apa Yang Kau dapatkan?" Tanya Gisel dengan suara yang sangat pelan hingga Hanya mereka berdua saja yang bisa mendengar suaranya.
"Yang ada di sana adalah anggota geng aok dan mereka sudah mendengar kabar tentang geng mafia yang telah kita musnahkan. Mereka telah menyiapkan jebakan di tempat mereka, kita harus hati-hati saat melakukan penyerbuan," ucap Gibran.
Gisel menyipitkan matanya, "Apakah kau percaya itu benar? Kalau memang ada jebakan, maka dia tidak akan berani mengatakannya di tempat seperti ini karena dia jelas lebih tahu bahwa orang-orang bisa mendengar ucapannya," ucap Gisel.
Gibran yang mendengarkan itu mengganggukan kepalanya, dan dia memang merasa heran Tetapi beberapa saat kemudian dia menatap diesel sambil berkata, "jangan-jangan dia berbohong."
Gisel menganggukkan kepalanya dengan pelan, "Bisa jadi dia hanya sengaja menyebarkan rumor, mungkin saja dia berpikir tidak akan ada orang yang pergi ke sana untuk menyerang dan mereka seketika mendengarkan ucapannya." Kata Gisel.
"Ah,, bisakah seperti? Kalau begitu, mereka mungkin sudah merencanakan sesuatu yang lain untuk mengantisipasi Jika ada yang datang ke markasnya." Ucap Gibran segera dijawab anggukan Gisel.
Meski Gisel mengangguk, tetapi perempuan itu tidak mengatakan apapun, dia hanya berbalik menatap langit-langit kamar dan dengan tenang menunggu alarm mereka berbunyi.
Gibran pun tidak mengatakan apapun lagi, pria itu terdiam di tempatnya dalam keheningan diiringi sesekali beberapa suara ******* dari kamar sebelah.
__ADS_1
Tetapi tidak ada lagi orang yang berbicara, semuanya hanya sibuk dengan aktivitas mereka.