OTW Jadi SUHU

OTW Jadi SUHU
33


__ADS_3

Setelah menyelesaikan gank aox, maka Gisel dan Gibran memilih untuk beristirahat pada siang hari dan akan melanjutkan perburuan mereka pada malam hari.


Siang hari itu di gunakan oleh kedua orang tersebut untuk berpencar dan mereka mendatangi tempat-tempat yang biasa didatangi oleh para preman untuk makan ataupun bersenang-senang.


Mereka mengumpulkan informasi sebanyak mungkin sampai akhirnya malam hari kembali tiba.


Gisel dan Gibran bertemu di sebuah hotel bintang 5, lalu mereka pun menyiapkan segala peralatan mereka.


"Target kita kali ini adalah genk motor, Apakah kau siap?" Tanya Gisel sembari melirik Gibran dengan Gibran yang antusias menganggukkan kepalanya Sebab Dia pun sudah tidak sabar untuk memberi pelajaran pada geng motor.


"Kali ini aku tidak mau melakukan pembasmian dengan menggunakan bom, Aku mau memusnahkannya dengan indah dan menyenangkan," Kakak Gibran sembari memperlihatkan jam tangannya yang akan ia gunakan sebagai senjata untuk menyerang geng motor.


Bagaimanapun, dari ingatan yang Gibran dapat, dia mengetahui bahwa geng motor tidak memiliki pistol, sehingga pertarungan jarak dekat dapat dilakukan.


Gisel menganggukkan Kepalanya, karena dia tahu bahwa pria itu hendak membalas dendam sehingga dia pun mengikuti keinginan Gibran lalu kedua orang itu pun segera beranjak meninggalkan hotel.


Dalam perjalanan ke markas geng motor, keduanya memilih untuk menyerang dari dua sisi pintu masuk rumah yaitu dari belakang dan dari depan.


Gibran masuk dari depan sementara Gisel masuk dari belakang, karena Gibran ingin memperlihatkan wajahnya pada orang-orang yang ada di sana.

__ADS_1


Benar saja, saat Gibran memasuki markas geng motor, semua orang sangat terkejut menatapnya.


"Hei!! Si pecundang Gibran ada di sini!!!" Teriak salah seorang pria langsung membuat semua orang yang saat itu sedang memperindah motor Mereka pun menghentikan gerakan mereka dan melihat ke arah Gibran.


"Hei,, apa gerangan sang pecundang datang ke tempat ini?" Ucap salah seorang pria yang dulunya merupakan teman Gibran yang mana mereka selalu bersama-sama.


Pria itu berjalan mendekati Gibran hingga membuat Gibran tersenyum, "dari dulu sampai sekarang kau tidak pernah berubah, tetap saja terlihat menyedihkan dan bodoh!!!"


Ucapan Gibran sangat mengejutkan sang pria hingga Dia menggertakkan giginya lalu menyerang ke arah Gibran.


Buk!!


Krak!!


"Akkhh!! Lenganku!!" Teriak pria itu yang merasa kesakitan pada lengannya yang kini terasa seperti patah.


"Sial!! Beraninya kau datang membuat keributan di tempat ini!!!" Teriak sala seorang pria langsung mendekat ke arah Gibran untuk melakukan pertarungan dengan pria itu, tetapi sebelumnya, dia juga dihempaskan hanya dalam satu gerakan.


Semua orang yang melihat keahlian Gibran langsung secara bersama-sama menyerang Gibran untuk memberi pria itu pelajaran.

__ADS_1


Gibran tersenyum sembari membuka pisau yang ada pada jam tangannya lalu dia pun menyerang semua orang yang ada di sana, sama seperti yang dikatakan oleh Gisel, hanya sedikit saja urusan pada tubuh seseorang akan membuat mereka mati dalam 5 detik saja.


Maka hanya dalam beberapa menit, sudah banyak yang orang yang ditumbangkan oleh Gibran hingga membuat semua orang yang masih tersisa kini terdiam di tempat mereka dan menatap Gibran dengan ketakutan.


"Sial!! Dari mana pria sialan itu mendapatkan kekuatan?" Seorang bertanya pada yang lainnya tetapi beberapa orang tidak memperdulikan hal itu Dan mereka hanya pergi mengambil motor mereka lalu bersiap untuk menerjang ke arah Gibran.


Gibran tersenyum melihat para anggota geng motor yang kini semuanya langsung menaiki motor mereka dan menarik gas motor mereka untuk memberi peringatan pada Gibran.


"Dasar sialan kau Memangnya kau pikir kau bisa menghadapi kami semua?!!!" Teriak salah seorang pria sembari memasukkan gigi motornya dan melepaskan kopling motornya lalu menancap gasnya ke arah Gibran.


Brrrrooommm!!!!


Gibran langsung menghindari motor itu bersamaan dengan dia yang berpegangan pada bahu pria yang duduk di atas motor lalu memutar tubuhnya menaiki motor tersebut.


Satu gerakan lincah dari Gibran langsung mengarahkan pisau pada jam tangannya ke arah leher sang pria hingga leher pria itu pun tersabet dengan dalam dan mengeluarkan darah yang banyak.


Maka Gibran langsung menarik tubuh pria itu dari atas motor dan mengambil alih motornya.


Brroommm!! Brrroomm!!!

__ADS_1


Gibran menghentikan motornya dan terus melakukan gas pada motornya sembari memperhatikan semua orang yang kini terkejut.


"Kalian menggunakan motor, maka aku juga menggunakan motor!!" Kata Gibran sembari mengukir sebuah senyuman di wajahnya menatap orang-orang di depannya dengan tatapan merendahkan.


__ADS_2