
Gibran yang berjalan menyusuri tempat gelap itu karena matahari yang tidak dibiarkan masuk ke dalam ruangan untuk menghindari orang-orang memperhatikan tempat itu langsung tiba pada sebuah tempat dan melihat Gisel sedang bertarung dengan beberapa orang.
Gibran langsung berlari ke arah mereka dan melihat salah seorang pria duduk di kursi dengan tenang melihat anak buahnya menghadapi Gisel.
Terlihat jelas pria itu tersenyum mengejek pada Gisel yang sendirian dikepung oleh anak buahnya.
Hal itu membuat Gibran menjadi sangat kesal sehingga dia menajamkan tatapannya ke arah pria itu dan membuat pria itu merasakan sebuah keterkejutan sebelum dia menghembuskan nafasnya karena serangan jantung.
'He he,, aku mempelajari teknik itu selama 3 bulan mengendalikan kekuatanku untuk membuat seseorang mengalami serangan jantung,' ucap Gibran dalam hati sembari mengingat ketika ada banyak sekali hewan yang telah ia bunuh dengan teknik itu.
Maka tanpa membuang-buang waktu, Gibran yang sudah malas bertarung langsung membuat semua orang yang berada bersama-sama dengan Gisel mengalami serangan jantung secara tiba-tiba.
Buk buk buk...
Satu persatu dari mereka Langsung runtuh ke lantai tidak sadarkan diri lagi, sebab jantung mereka telah berhenti berdegup karena ulah Gibran.
Sett....
Sebuah serangan terakhir dari Gisel membuat pisau yang ada di tangannya menggores leher pria yang bertarung dengannya, meski itu hanya goresan kecil, tetapi racun yang terkandung pada pisaunya membuat pria itu langsung tewas seketika.
__ADS_1
Namun ketika dia berbalik untuk menghadapi para pria-pria yang lainnya, dia melihat ke arah Gibran dengan bingung skala semua orang sudah terjatuh di lantai tanpa sadarkan diri.
"Apa yang terjadi?" Tanya Gisel yang merasa heran dia baru beberapa detik tidak melihat semua orang dan orang-orang itu telah tewas di tanah?
Gibran mengangkat kedua bahunya, "entahlah, mungkin tadi mereka diracuni sehingga tiba-tiba saja jatuh pingsan seperti itu sebelum aku menyerangnya." Ucap Gibran sembari mengambil sebuah botol alkohol yang terletak di atas meja lalu melihatnya dengan tenang.
Gisel yang mendengarkan itu menganggukkan kepalanya, "bisa jadi seperti itu, Ayo pergi berpencar untuk memeriksa seluruh ruangan di tempat ini," ucap Gisel langsung yang tidak mau membuang-buang waktu. Entah bagaimana orang-orang nama itu mati, yang penting sekarang mereka harus segera bergerak dengan cepat.
Ucapan Gisel diangguki oleh Gibran hingga kedua orang itu pun berjalan memeriksa seluruh tempat.
Keduanya masih mendapati beberapa orang yang bersembunyi, tetapi mereka Langsung dilumpuhkan dengan mudah.
Setelah selesai menghubungi bala bantuan, maka kedua orang itu meninggalkan markas geng pisau.
Saat tiba di kendaraan mereka, Gisel langsung membuka tas ransel kecil yang ada di belakangnya lalu mengeluarkan peta yang mereka bawa.
Perempuan itu memperhatikan tanda-tanda yang ada pada peta, lalu dia pun membuka peta yang lainnya dan melihat area terowongan bawah tanah yang bisa mereka gunakan untuk menyelinap ke sana.
"Markas geng mafia terdekat yaitu geng bisbol, mereka menggunakan tongkat bisbol dalam setiap pertarungan mereka, mereka memiliki pertarungan jarang dekat yang sangat handal dan pemimpinnya memiliki sebuah pistol," ucap Gisel sembari mengangkat wajahnya menatap Gibran.
__ADS_1
"Kalau begitu kita ke sana," ucap Gibran diangguki oleh Gisel hingga kedua orang itu pun segera bersiap menuju markas geng bisbol.
Hanya dalam waktu 3 jam, markas tersebut berhasil dilumpuhkan, dan diesel kembali menelpon bala bantuan untuk membersihkan markas tersebut sebelum mereka lanjut ke markas-markas lainnya.
Pada malam hari, pada pukul 08.00 mereka baru saja selesai membasmi salah satu markas geng saat keduanya kelelahan dan memutuskan untuk istirahat terlebih dahulu.
Keduanya memesan sebuah kamar di salah satu hotel yang tidak memiliki bintang lalu beristirahat di sana sembari menikmati makanan yang mereka bawa.
"Aku lelah," kata Gibran yang baru saja selesai makan lalu pria itu segera menghempaskan tubuhnya di atas ranjang dengan Gisel yang menatapnya sambil mengerutkan keningnya
"Apa yang kita lakukan Sudah tersebar kemana-mana, dan sekarang aku yakin semua orang sedang cemas kalau mereka akan menjadi target kita selanjutnya," ucap Gisel dengan suara yang pelan, karena tempat itu tidak kedap suara sehingga mereka harus berhati-hati untuk berbicara.
Jangan sampai ada seseorang di balik dinding yang mendengarkan percakapan mereka sehingga apa yang mereka lakukan bisa terbongkar.
Setelah berbicara, Gisel kemudian berdiri lalu naik ke ranjang di sebelah ranjang Gibran dan berbaring di sana sembari mengatur nafasnya.
Gibran langsung berbalik menatap perempuan yang ada di sampingnya yang telah menggunakan baju tidur, "aku dengar hotel ini banyak dikunjungi oleh anggota geng, mungkin saja kita akan bertemu beberapa di tempat ini kalau kita pergi berjalan-jalan," ucap Gibran.
Gisel yang mendengarkan itu langsung memejamkan matanya, Tetapi dia tetap menggerakkan bibirnya untuk berbicara, katanya, "tapi kita sudah sangat lelah, kita harus beristirahat beberapa jam sebelum melanjutkannya di subuh hari."
__ADS_1
Gibran yang mendengarkan itu tidak mengatakan apapun, dia pun segera memejamkan matanya untuk masuk ke dalam tidurnya.