OTW Jadi SUHU

OTW Jadi SUHU
34


__ADS_3

"Kalian menggunakan motor, maka aku juga menggunakan motor!!" Kata Gibran sembari mengukir sebuah senyuman di wajahnya menatap orang-orang di depannya dengan tatapan merendahkan.


🫁🫁🫁


Tatapan Gibran benar-benar membuat semua orang di sana sangat terkejut, sehingga tanpa menunggu lebih lama lagi mereka menggas motor mereka dan melajukan motor mereka bersama-sama untuk menghitung Gibran.


Brruuu.mmmm!!!


Brruuu.mmmm!!!


Brruuu.mmmm!!!


Semua motor melaju ke arah Gibran hingga membuat Gibran tersenyum ketika motor yang cepat itu melaju ke arahnya untuk menghimpit motornya yang hanya sendirian di sudut ruangan.


Maka Gibran pun segera menurunkan standar motornya dan dia berdiri di atas motor menyambut kedatangan semua orang.


Brruuu.mmmm!!!


Brruuu.mmmm!!!


Brruuu.mmmm!!!


Mereka semua menggertakkan gigi Mereka melihat Gibran yang semakin mengejek mereka dengan tatapannya, sehingga mereka semua mempercepat laju motor mereka dan kemudian membuat motor mereka menabrak satu-satunya motor yang ditempati oleh Gibran.

__ADS_1


Brakkk!


Brakkk!


Brakkk!


Begitu motor-motor tersebut menabraknya, maka Gibran pun melompat ke salah satu motor yang berhenti di hadapannya lalu dengan sebuah pisau yang telah Ia siapkan, iya membuat sebuah goresan kecil di leher pria itu sebelum melompat lagi ke bawah tanah.


"Sial!!!" Teriak sang pria yang baru saja digores, dan meski goresan itu tidak membuatnya sampai tumbang, namun dia merasa sangat kesal karena Gibran sudah benar-benar merendahkan mereka.


Makasih semua orang tua menarik motor mereka dan kembali menghadapkan motor mereka ke arah Gibran dan melajukan motor mereka ke arah Gibran.


Brruuu.mmmm!!!


Brruuu.mmmm!!!


Brruuu.mmmm!!!


Hal itu membuat semua orang menjadi sangat kesal sehingga mereka pun meninggalkan motor mereka dan menyusul Gibran ke lantai 2 hingga pertarungan pun tak dapat dihindarkan.


Orang-orang membawa balok kayu, pisau, dan segala senjata yang mereka temukan di sekitar mereka untuk melawan Gibran yang hanya menggunakan sebuah pisau kecil di tangan kanannya dan sebuah tongkat panjang di tangan kirinya.


Brak brak brak,...

__ADS_1


Set set set.


Gibran diserang oleh semua orang, pria itu menggunakan tongkatnya menahan pisau yang diarahkan kepadanya, lalu pisau kecil itu digunakan untuk memberikan sedikit goresan pada masing-masing tubuh orang yang ada di sana.


Dia berputar memegang salah seorang pria dan menjadikan pria itu sebagai tameng dan menghadapi semua orang yang sedang menyerangnya sampai dia menggores beberapa orang lalu menendang pria yang ia tangkap ke arah semua orang yang ada di.


"Tenang!!" Ucap Gibran dengan memperlihatkan sebuah botol kecil yang berisi beberapa pil obat.


"Setiap orang yang mendapatkan goresan dari pisauku telah terkena racun, obatnya hanya ada padaku," ucap Gibran membuka botol obat itu dan menjatuhkan semua obat itu ke tangannya.


Orang-orang yang menyadari mereka terluka sangat terkejut, setiap diantara mereka memeriksa tubuh mereka dan menyadari bahwa mereka semua telah terkena goresan pisau milik Gibran.


"Tiga! Dua!" Gibran menghitung mundur, dalam membuat semua orang menatap ke arah Gibran.


"Satu!" Ucap Gibran berbarengan dengan seorang pria yang langsung jatuh.


Bukan hanya terjatuh, tubuh pria itu menjadi lebam-lebam sebelum terlihat terluka di sekujur tubuhnya membuat wajah pria itu tak bisa lagi dikenali.


"Silahkan ambil obatnya!!" Kata Gibran melemparkan semua obat di tangannya ke lantai 1 membuat semua orang segera melompat ke lantai satu.


Mereka berebutan untuk mendapatkan obat itu sehingga malah membuat obat itu menjadi hancur dan tak bisa lagi mereka makan.


Kecuali satu orang yang berhasil menelan obat itu dan dia pun tertawa terbahak-bahak sembari berjalan menghindari semua orang yang kini mulai merasa panas di tubuh mereka sebelum terjatuh ke lantai dengan luka mengenaskan di permukaan kulit mereka.

__ADS_1


__ADS_2