
**********
"Yank, malem ini aku gak bisa jemput kamu pulang kerja ya,"
"Oh iya gak pp yank, aku bisa naek ojek,"
"Aku kurang enak badan, tadi keujanan,"
"Ya udah kamu bobo aja istirahat, biar cepet sembuh,"
"Iya yank aku bobo ya, good nite yank nanti hati-hati pulangnya. love you muah."
"Oke yank, sweet dream Love you too,"
"Kasian dia lagi gak enak badan, ya udah ntar gue naek ojek aja." batinnya.
Pulang kerja malam ini cepet, gak lembur. Hawa di luar dinginnya minta ampun karena lagi musim hujan hampir banjir juga jalan ke apart. Haiz.
Di apart...
"Kok gak enak perasaan ya, aneh!" pikirnya
Lala rebahkan badan di singgasana peraduan sembari utak atik baca balik sms yang dari Ayung, entah kenapa ini tangan malah pencet panggilan keluar ke nomer telepon Ayung.
Padahal kan aku udah tau kalau Ayung lagi kurang enak badan makanya gak bisa jemput pulang kerja dan bilang udah mau tidur.
"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif." suara dari nomer telepon Ayung, coba berkali-kali takutnya salah denger, ternyata benar nomornya tidak aktif.
Sontak Lala panik, gelisah, pikiran langsung melanglang buana. Badannya hadap kanan, hadap kiri, telentang, ngedapang sambil utak-atik ponsel.
"Tumben! Pacaran udah berbulan-bulan baru kali ini hpnya gak aktif. Biasanya hp aktif dua empat jam. Ada apa ya? Jangan-jangan bukan tidur lagi Ayung atau sakitnya parah? Mungkin gak mau bikin gue watir makanya dimatiin hpnya, justru hp lu mati gak aktif gue malah tambah watir, gelisah, panik, bimbang! Aaaaa i hate when situation like this and i hate this feeling! Make me jumpy! Damn!" celotehnya sendiri di kamar mencak-mencak sambil pukul-pukul bantal.
Huft! Hela nafasnya sangat berat berulang kali.
pulang kerja jam dua dini hari langit masih gelap, sampe di luar terang benderang lagi masih panik gak karuan, rungsing!
Alhasil dia gak bisa tidur karena over thinking gara-gara laki satu, Ayung! Oh em ji.
Lala buat kopi dan ambil rokok yang ada di tas kerja, seruput segelas kopi goodday capucino dan hisap rokok sampoerna merah yang menemani siangnya sambil memandang keluar, melihat kendaraan lalu lalang dari jendela kamarnya.
Jam dinding di kamar menunjukkan pukul dua belas lewat empat puluh lima.
Ponselnya berdering berkali-kali sengaja tidak diangkat, diliriknya panggilan masuk dari Ayung. Sms darinya dibaca tapi gak dibales.
__ADS_1
"Males angkat teleponnya, lagi gak mood gue. Mending gue diemin dulu." batinnya.
Lala tanamkan di pikirannya "semua akan baik-baik saja." semoga.
Intinya Lala lagi males ngapa-ngapain hari ini apalagi ngomong.
Mana di apart sendiri, karena sahabat-sahabatnya Sinchan, Megalomen, Pesek, Jenong lagi pada jalan keluar kota. Coba kalau ada mereka semua pasti mereka menenangkan dan menghibur aku dan aku gak akan seperti ini hajab, menggilakan. Paksain makan ah ntar mati lagi gue." gerutunya.
Lala pergi ke dapur dan buat makanan yang cepet jadi, "mie apa bubur instan ya? bubur aja deh." ia tambahin cabe iris dan saos cap jempol yang lumayan pedas, pedes kaya bacotnya kalau lagi kumat.
Makan pun gak selera tapi ia paksain pelan-pelan sampai habis, makan pun sambil melamun pandangan kosong. Raga di sini jiwa entah kemana, mungkin jiwanya lagi tour ke Paris, kutub utara, keliling dunia kayanya.
"Gak enak amat ya kalau lagi begini, mending gue nyabu dah yang banyak ketauan halu ya kan, anying menyebalkan!" gerutunya.
Ambil ponsel di kamar dan tekan nomer Sinchan, seraya duduk di sofa dan nyalakan tv.
Kriinngg ... kriiinnggg ...
"Halo,"
"Halo, ada apa La?"
"Kapan balik lu? Lama amat, gue lagi galau nih,"
"Ntar gue ceritanya kalau lu orang dah pada balik,"
"Ah si pea, kalau lu mau ceritanya nanti mah mending lu gak usah telepon terus bilang galau bikin watir aja lu,"
"Pokoknya ntar gue ceritain, panjang kalau lewat telepon mah oneng, gak bakal cukup waktu lagian ngabisin pulsa aja,"
"Ya udah terserah lu, udah makan lu? Makan sono ntar mati lu."
"Anying, lu juga makan ntar mati lo. Ya udah gue mau siap-siap jalan gawe,"
"Anjrritt, hati-hati lu gawenya. Ya udah jangan galau lagi ntar gue balik kita jalan,"
"Tiap hari juga gue jalan monyong, emang gue suster ngesot,"
"dah ah bye,"
"Bye!"
Dalam hitungan detik muka kembali sumringah, gigi mengering ketiup angin karena ketawa mulu dan galau sirna bagai menghilang ditelan bumi.
__ADS_1
"Aih, gue lupa kalau belom tidur dari semalem. Gimana mau mandi?" pikirnya sambil tepok jidat.
Diurungkan niatnya untuk mandi, akhirnya selonjorkan kakinya di meja, ponsel ia silent simpan di sampingnya dan nonton tv. Tidak lama ia pun tertidur juga di sofa.
Di luar sana Ayung sibuk teleponin terus dan banyak kirim sms. Sekarang gantian dia yang panik, galau, gelisah karena gak ada balasan sms darinya dan telepon dia gak diangkat-angkat olehnya.
Beberapa jam kemudian...
"Duh pengen kencing lagi, masih ngantuk."
Lala ngelilir langsung beranjak dari sofa dan melangkah dengan gontai ke kamar mandi dengan mata masih tertutup.
Jeduk!
"Aw!" sontak langsung melek dan mengusap-ngusap dahinya.
"Anying atit, kejedot tembok. Setan doangan!"
Keluar dari kamar mandi bibirnya maju alias manyun sembari usap-usap dahinya dengan rambutnya.
Entah dari mana datengnya kebiasaan para emak-emak kalau bocah-bocah pada kejedot, para emak-emak suka usapin bekas kejedot atau benjolnya pake rambut.
Ada yang tau?
Kalau gak tau ya pada bae, Lala pribadi kalau kejedot begitu pasti usap pake rambut sendiri.
Lala menoleh ke arah jendela di luar sana langit udah berubah menjadi gelap.
"Udah malam lagi."
Lalu dilirik jam dinding yang ada di ruang tv sambil melangkah ke arah sofa.
"What! Jam sepuluh, gimana mau kerja udah telat banget ini. Ya udah malem ini gue off, nanti minggu gue masuk." batinnya.
Karena minggu itu jatah off kerja, jadi ia tuker sama hari ini offnya gara-gara kebablasan tidur. Haiyaaa.
"Ngapain nih enaknya?" pikirnya sambil cek ponsel, banyak buanget telepon dan sms dari Ayung. Buka lemari es ambil botol minum floridina.
"Hmmm acem, ah segernya."
"Sebentar-sebentar kayanya gue punya wine sama martel deh dikulkas. Masih ada apa udah abis ya?" pikirnya penasaran.
Dengan cepat kubuka lagi kulkas, eng ing eng ... Aha! Ternyata masih ada, lumayan masih banyak winenya. Aaaaa cenangnya. Langsung ia raih botol wine dan ambil gelas wine. Lihat wine kaya liat dolar aja, mata ijo!
__ADS_1
"Kok semalem gue bisa lupa sih kalau ada wine di kulkas, capedeh!"