
Hari minggu pagi yang bisa dibilang indah. Walaupun ngantuk berat, tapi pertemuan kedua dengan pria yang berparas tampan dan unyu-unyu ini bikin hati tidak berenti berdebar-debar, kadang membuat Lala tersipu malu-malu karena sering dipuji oleh Heri.
Digombalin tapi ada rasa senang mendengarnya Lala tidak memungkirinya, berbunga-bunga rasanya.
He make me so melting ulala syalalala...
"Ayo ke rumahku aja cantik"
"Jauh gak? Ngantuk euy, ada siapa aja di rumahmu?"
"Deket kok masih daerah pecenongan juga, ada bokap, sodara, rame pokokna."
"Waduh, malu lah mana masih pagi banget ini, hadeh!"
"Santai, nanti bobo di rumah aja cantik."
"Ya udah pesen aja Kfcnya buat dibawa pulang, ntar aku yang bayar."
"Gak usah cantik biar aku aja yang bayar."
"Kalau ditolak aku pulang aja deh."
"Ih jangan gambek dong cantik, ya udah aku pesen dulu tunggu bentar ya."
Aku menganggukan kepala dan senyum manis semanis-manisnya.
"Aih, kenapa gue mau diajak ke rumahnya. Ah, kenapa gue gak nolak? Efek ngantuk kali, rempong yeti." gerutunya.
"Aku bawa motor, ngantuk banget ya cantik?"
"Lumayan, hoam."
Menguap udah yang keseribu kalinya, lebay yak!
"Duh, takutnya jatoh kalau naek motor, gimana kalau kita naek taksi aja ya cantik? Motorku tinggal aja dulu."
"Deketkan? Naek bajaj aja lah biar cepet sampe rumahmu, udah gak kuat nih mataku udah lima watt."
"Oke cantik."
Di bajaj Lala sempat ketiduran, gak sampai lima belas menit sampailah dia di gangan depan rumah Heri.
Dari depan gangan jalan masuk ke gang rumah Heri suasananya lumayan ramai pagi itu.
Heri tiba-tiba menggandeng tangan Lala, ia kaget seketika dan hatinya tambah berdebar-debar.
Lala jalan celingak celinguk sembari senyum simpul setiap ada yang negur Heri sepanjang jalan gang menuju rumahnya.
"Tapi kenapa saat Heri menggandeng tanganku lagi-lagi aku tak bisa menolak! Oh em ji, ada apa dengan diriku?" batinnya.
__ADS_1
"Asalalamualaikum ..."
"Waalaikumsalam ..."
Ceklek...
Pintu terbuka dan nampak sosok seorang pria separuh baya tinggi besar, gagah, berkulit sawo matang memakai peci tersenyum.
"Eh Heri, masuk masuk. Bawa siapa tuh?"
"Iya pak, kenalin pacar Heri namanya Lala cantik, terus ini Kfc dari Lala."
"What ? Pacar ?" gumam Lala.
Lagi-lagi Lala dibikin terkejut dengan perkataan Heri ke bapaknya. Dia cuma bisa senyum saat meraih tangan bapaknya Heri untuk menyalaminya.
"Pacar, kapan dia nembak gue nya? Au ah gue ngantuk terserah." pikirnya.
"Repot-repot amat La, makasih ya. Kalau mau tidur, tidur aja gak pp anggap aja rumah sendiri."
"Lah kok bapaknya Heri tau gue ngantuk ya? Emang kelihat banget gitu muka gue ngantuk?" batinnya.
"Sama-sama, iya pak."
Bapak Heri masuk ke dalam kamar dan meninggalkan Lala dan Heri di ruang tamu.
Tidak lama datang menghampirinya bibi, paman dan abangnya Heri berkenalan dengannya. Lala senang karena semua keluarga Heri baik, ramah dan welcome dengannya.
Setelah berkenalan dan ngobrol sebentar dengan keluarga Heri, Lala ijin buat tidur karena udah ngantuk gila.
Semua keluarga Heri pergi meninggalkannya dan kembali keaktifitasnya masing-masing.
"Mau tidur di kamar gak cantik?"
"Ada kasur lipat ? Kalau ada bisa gak kasurnya ampar depan tv?"
"Ada cantik, aku ambil dulu ya bentar."
Heri gerak cepat ambil kasur lipat dari kamar ke depan tv.
Lala mulai merebahkan badannya di atas kasur lipat yang sudah disediakan Heri untuknya di depan tv, jam dinding di rumah Heri menunjukkan pukul setengah sepuluh pagi, dalam hitungan detik Lala pun terlelap.
Waktu perkenalan dengan keluarga Heri, sempat bingung juga Lala karena tidak berkenalan dengan sosok yang biasa kita sebut ibu atau mamah.
"Mana mamahnya Heri?" pikirnya.
Lala tidur terlelap bak seorang balita, Heri menyelimutinya dengan penuh kasih sayang. Heri pergi ke Lokasari ambil motor yang sengaja dia tinggalkan di sana, sela-sela ke Lokasari dia mengirimi sms ke ponsel Lala.
Heri senyum-senyum sendiri sehabis kirim sms pada Lala dan pipinya memerah.
__ADS_1
Lala buka mata perlahan, lirik kanan kiri dan lihat jam dinding menunjukkan pukul empat lewat dua puluh sore. Dia mengusap muka dan mengucek pelan kedua matanya.
"Udah sore aja, masih ngantuk ih, kemana Heri?" pikirnya.
Dimiringkan badannya ke kanan, ia buka ponsel dan baca sms yang dari Heri.
"I LOVE U HONEY BUNNY SWEETY MUACH!"
Deg!
Hatinya berdebar-debar dengan cepat rasanya mau loncat keluar nih hati, bangun tidur nyawa belom ngumpul buka ponsel dibikin kesemsem, senyum-senyum sendiri, membuatnya tersipu malu.
"Aaaa co cuit Heri" batinnya.
"LOVE YOU MORE!"
"Eh, ngetik apa gue? Duh nyawa belom ngumpul udah kekirim lagi tuh sms, gaswat. Au ah! Aaaa gimana ini kan malu masa secepat ini? Mana bisa gue apus tuh sms yang kekirim ke dia, mati anak ayam, oneng lu La!"
Masih menggerutu sambil geleng-geleng kepala dan menutup muka dengan kedua tanganku.
"Rileks rileks, tarik nafas yang panjang lalu hembuskan pelan-pelan, huft!" gumamnya.
Diulangi beberapa kali sampai hatinya berdebar normal kembali dan perasaannya merasa lega, plong rasanya.
"Maaci cantik, udah bangun ya? Bentar ya lagi di depan gang nih."
"Maaci buat apaan? Wah kagak nyambung dah gue, nyawa masih diawang-awang kayanya, pea lu La." pikirnya.
"Iya nih kubaru siluman eh siuman, oh oke."
"Aaaa lucunya cantik aku, emesss ih."
Lala tersipu malu membacanya, hati berbunga-bunga. Tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata lagi, perasaan senang, bahagia, kesemsem, gemes, suka, cinta, campur aduk deh pokoknya rasanya mau jungkir balik, koprol, tari balet aja hahay. Ulala syalalala aselole, Lala senang.
Lala beranjak dari singgasana peraduan dan rapihkan bantal guling selimut ditumpuk di atas singgasana lipat itu.
"Nanti kan dimasukin Heri ke kamar, gak mungkin gue yang masukin, gak sopan. Kan gue baru pertama kali ke sini" gumamnya.
Lala baru mau duduk di sofa ruang tv, nongol batang hidungnya Heri dan dia langsung membereskan kasur lipatnya kekamar.
"Laper gak cantik, mau minum apa? Ngopi gak?" si Heri.
"Belum laper sih, tapi ngopi enak nih mau ngerokok aku."
"Ke depan gang yuk kan ada warung mie, bisa ngopi juga di situ. Apa mau ngopinya di↓rumah aja?"
"Yuk, ngopi di warung gangan aja."
Lalu mereka berdua berjalan ke warung mie yang berada di depan gangan, pria yang menyatakan cintanya pada Lala lewat sms tidak melepaskan genggaman tangannya sepanjang jalan kenangan. Eaaa.
__ADS_1
"Bro kopi dua yang goodday cappucino ya."
Lala ambil biskuit dan duduk di kursi yang tersedia di warung, ditarik sebatang rokok dari bungkusnya dinyalakan dan mulai dihisap sembari memperhatikan situasi sekitar.