PACARKU PERJAKA TULEN

PACARKU PERJAKA TULEN
Indah Sekali


__ADS_3

"Ada Jenong, bos Lala, sama Heri,"


"Gak salah denger gue, Heri? Heri yang kenal di Emporium?"


"Yoyoi, lagi pada mau ke Giant belanja buat kulkas. Kalau mau nyusul aja."


"Oh ya udah ntar gue nyusul ke Giant, bye!"


"Ocre, bye!"


"Sinchan ntar nyusul katanya ke Giant,"


"Emang yang telepon Sinchan?" tanya Jenong.


"ho'oh, dia lagi di jalan mau balik apart tadinya tapi gue suruh nyusul aja ke Giant,"


"Ya udah ayo kita ke Giant, keburu sore. Entar telat lagi gawe," celoteh Lala.


Mereka berempat pun bergegas jalan ke Giant, takutnya Sinchan duluan yang sampe sana.


"Eh, kok lihat Heri kayanya ada yang kurang ya? Oh iya lagi berangkatkan di tangannya pegang payung." pikirnya.


"Her, payungnya mana?"


"Aduh, kelupaan. Bentar ya aku ambil dulu ke tempat kita makan tadi," Heri langsung lari ke arah warung mpek-mpek tempat makan tadi.


"Capedeh!" mereka bertiga sambil tepok jidat.


Di Giant...


Ambil troli yang dorong, ambil ini ambil itu seperti perlengkapan mandi, perlengkapan perawatan badan dan muka, sabun cair citra bengkoang, odol pepsodent whitening, sabun sirih, shampo dan lain-lain.


Terus pergi kebagian cemilan dan minuman, kopi goodday, teh sariwangi, mie berbagi varian, bubur instan, susu, lays, chitato, pocari, biskuit roma, tango, roti tawar dan lain-lain.


Terus kebagian sayuran, buah-buahan dan lauk pauk, sarden, telor, daging ayam, kornet, sosis, sogood ayam, jeruk, apel, anggur dan lain-lain.


Kalau disebutin satu-satu belanjaannya gak akan kelar-kelar guys!


Lala, Jenong, Pesek masih sibuk puter-puter Giant penuhin troli sama belanjaan, dari jauh nongol batang hidungnya Sinchan sama Heri, mereka berdua berjalan ke arah mereka bertiga sembari cengar-cengir.


"Woy, udah belom lu orang belanjanya apa masih lama?" celetuk Sinchan.


"Bentar lagi, lu kok bisa barengan Heri?" tanya Jenong.


"Papasan gue sama Heri di depan Giant,"


"Ada yang mau lu beli gak? Biar sekalian," celetuk Lala.


Sinchan cek ke troli, angkat ini angkat itu, digeser ke kanan geser ke kiri tuh belanjaan ngecek apa aja yang belum dimasukin troli.

__ADS_1


"Udah ada semua nih di troli, yang belum ada cuma dia yang akan menghabiskan sisa hidupnya bersamaku, eeeaaa." canda Sinchan.


Kita semua langsung tertawa terbahak-bahak denger candaan Sinchan.


"Si pea! Gue udah serius aja dengerin,"


"Kelakuan lu sinchan banget dah, dodol" sambung Jenong


"Maklum lagi seneng dia, Habis pacaran sama Jepangnya," goda Pesek.


"Lucu ya Sinchan," tukas Heri.


"Bukan Sinchan namanya kalau gue gak cantik, lucu, baik hati dan tidak sombong ya kan," dia memuji diri sendiri.


"Emanglah aer laut asin sendiri, ya uwis cepetan lah kita ke kasir kalau udah kelar," tegas Lala.


Di kasir Lala pinta Heri yang antri karena antrian lumayan panjang, mereka orang tunggu di dekat kasir istirahat bentar. Lumayan capek juga muter-muter Giant cari semua keperluan lemari es dan ini itu.


"Nanti panggil aku ya Her kalau udah mau bayarnya,"


*Oke sayang, eh!" Heri menutup mulutnya dengan tangannya.


Lala tersenyum tipis mendengar Heri panggil sayang, bikin dadanya berdebar-debar, pipi memerah dan membuat ia tersipu malu.


"Apaan sih manggil-manggil gue sayang bikin gue salah tingkah aja, dasar nganga!" batinnya.


"Lala, lu pacaran ya sama Heri?"


"Gak tau gue juga bingung, gue tuh sebenernya pacaran apa gak sama Heri?" sembari mengerlingkan mata dan mengerutkan dahi, sibuk jilatin ice cream conello cornetto coklatnya.


"Kebingungan yang haqiqi!" batinnya.


"Dih, gimana ceritanya lu bisa gak tau?" Sinchan heran sembari nikmati ice cream magnum double coklatnya.


Pesek sama Jenong nyimak aja obrolan Lala sama Sinchan, mereka berdua Juga lagi fokus menikmati ice cream magnum dan conellonya.


"Dia sih udah bilang cinta sama gue tapi di sms, ngomong langsung belum. Jadi ya masih gue anggapnya belom jadian,"


"Oh, ngobrol dong!"


"Pake bahasa kalbu sama telepati gue mah ngobrolnya,"


Mereka orang tertawa terbahak-bahak, ada aja yang lucu dan bikin ketawa dari Lala dan sahabat-sahabatnya. Mau omongan, mau kelakuan, apalagi kalau lagi pada mabok dan gigi ngancing, keluar tingkah laku konyolnya yang minta ampun gusti ... Matiin lampunya dong dj, asik aselole.


Heri masih antri di kasir dan sesekali melempar senyum kepada Lala dan sahabat-sahabatnya, mereka orang pun tersenyum balik ke Heri. Udah mau sejam Heri antri, tinggal dua orang lagi antrian di depannya dan lumayan banyak juga belanjaan di troli mereka.


"Alamat lama lagi ini sih kan bukan weekend, rame bener ini Giant gimana weekend coba. Terus gue pacaran apa gak sih sebenernya sama Heri? Membingungkan, au ah!" pikirnya.


Setelah tiga puluh menit lebih, sekarang giliran troli mereka orang yang lagi dihitung kasir. Heri sibuk keluarin satu-satu barang-barang belanjaan untuk discan, Lala dan Pesek menghampiri Heri untuk membantunya. Kasian juga lihatnya.

__ADS_1


"Kalau capek, istirahat aja dulu gih sono gabung sama Sinchan dan Jenong!" celetuknya sembari beresin belanjaan di meja kasir.


"Gak cantik, lagian ini nanggung bentar lagi kelar," ucap Heri dengan semangatnya.


"Oke lah kalo begitu,"


"Ting!" Lala kedipkan sebelah matanya dan tersenyum ke arah Heri.


Heri sontak kaget lihat struk belanjaan yang lumayan panjang dan angka yang harus dibayar gak dikit, juta-jutaan. Kalau mereka orang sih udah gak kaget lagi, emang tiap belanja buat lemari es dan semuanya seperti itu.


Semua dapet bagian plastik belanjaan buat dijinjing sampe ke apart, mereka orang jalannya balik ke apart sedikit ngepot karena pada mau masuk kerja begitu juga sama Heri.


Ceklek...


"Asalamualaikum..."


Mereka orang masuk ke apart dan langsung jalan menuju dapur menyimpan semua plastik belanjaan di meja makan.


"Nanti aja beresin belanjaannya, habis balik kerja." celoteh Lala pada sahabat-sahabatnya.


"Siap bos!"


"Hooh!"


"Iyalah, gue capek! Tadi langsung nyusul lu orang ke Giant,"


"Ya udah, istirahat sono!"


Heri langsung duduk di sofa habis meletakkan belanjaan ke meja makan.


"Alhamdulillah kelar juga belanjanya," batinnya.


Lala melangkah ke balkon, duduk di kursi balkon dan nyalakan sebatang rokok sampoerna mild.


Huft! Hela nafasnya berat.


Sinchan dan Jenong pergi ke kamar dan langsung merebahkan badannya di singgana peraduan, sebelum masuk kamar Pesek menyalakan vcd lagu dangdut sekenceng-kencengnya, dia masuk kamar merebahkan badannya juga.


"Dia setel dangdut, edan dong! Dasar pesek." batinnya sembari senyum-senyum sendiri, menghisap rokok dan memandangi alam sekitarnya.


Heri beranjak dari sofa dan jalan ke balkon menghampirinya, ia duduk di kursi yang satu lagi menyalakan rokoknya dan pandangannya ke arahnya.


"Enak juga ya duduk di sini kalau sore-sore begini, Indah sekali pemandangannya,"


"Ya gitu deh!"


"Apalagi pemandangan di sebelah aku yang pake kaos hitam, cantik banget!"


"Eh, pemandangan yang pake kaos hitam sebelah dia, yang di sebelah dia kan gue." pikirnya.

__ADS_1


__ADS_2