PACARKU PERJAKA TULEN

PACARKU PERJAKA TULEN
Pilih Sendiri


__ADS_3

"Enak euy masakan sahabat-sahabatku ini." batinnya.


Tidak pake lama semua menghabiskan makannya, Jenong sama Pesek nambah porsi makannya. Lala udah gak bisa nambah udah ganjel perut pake roti tadi.


"Kelihat banget lapernya tuh bocah, dua."


"Alhamdulillah, kenyang." sembari elus-elus perut.


Lala ambil sebatang rokok dari bungkusnya, bakar dan hisap begitu juga dengan sahabat-sahabatnya, mereka juga merokok semua.


"Nanti pada gawe gak lu, orang?"


"Menurut lu gimana, enaknya?"


"Gue off dulu mau nemenin Megalomen, kasian."


"Gue juga off nemenin Megalomen juga, ah."


"Masa gak ada yang gawe geng, kita? Harus ada satu yang kerja, ya udah gue kerja lu orang di apart aja temenin Megalomen. Kemaren kita semua kerja, terus hari ini mau gak kerja semua, gitu? Gaswat!"


"Off gue tinggal sekali, lagi." pikirnya.


"Iya juga sih, mang off lu orang tinggal berapa kali?"


"Tinggal satu, gue."


"Sama gue, juga."


"Gue juga tinggal, satu."


"Gue juga tinggal satu, kali."


"Jiaahh, gue kira gue doang yang tinggal sekali off nya."


"Ya udah kita hari ini off semua nanti harinya kita off kita masuk semua, kita temenin dan hibur Megalomen dulu, gimana?"


"Oke setuju, bos." ucap serempak sehabat-sahabatnya.


"Enaknya ngapain mau hibur Megalomen gimana, kita?"


"Kita karaokean di Nav Gading atau di mana, gitu?"


"Kita nonton aja di XXI, Gading."


"Iya nonton, aja."


"Baru gue nonton kemaren ama, Si Nganga." batin Lala.


"Mendingan kita nonton terus lanjut karaokean, aja."


"Oke lah gitu aja nonton terus, karaoke."


Sehabis makan kita merencanakan sesuatu untuk menemani dan menghibur sahabatnya Megalomen yang baru putus, Hasil akhir rencananya ajak Megalomen nonton di XXI Kelapa Gading dan juga karaoke di Nav Kelapa Gading.


Pesek sama Jenong membereskan meja makan dan dapur, Lala dan Sinchan balik ke sofa nonton tv.


Sedang asik nonton tv ponselnya berdering, di layar tertera Heri memanggil.


"Heri yang telepon, mau apa lagi Si, Nganga?" pikirnya.


"Angkatin, Sinchan." Lala menyodorkan ponsel ke arahnya.


"Kenapa gak lu angkat, sendiri?"


"Gak pp udah angkat, bilang gue masih molor."


"Gue kesel sama dia tapi deg-degan, njiirr." batinnya.

__ADS_1


"Halo."


"Halo cantik apa kabar, kamu lagi apa?"


"Gue Sinchan, Lala masih molor ada perlu apa? Ntar gue bilangin ke anaknya kalau dia udah, bangun."


"Oh kirain Lala, gak ada apa-apa sih kangen aja sama dia."


"Jiaahhh, emang lu pacaran sama Lala?"


"Pacaran, kenapa emang?"


"Kata Lala gak pacaran, lu belum nembak dia."


"Eh gitu ya, ya udah bilang aja gue kangen."


"Ya udah ntar gue bilangin, bye!"


Langsung ditutup teleponnya sama Sinchan, tadi diloudspeaker ponselnya jadi Lala tahu apa yang diomongin Heri.


"Udah dengerkan lu, Heri bilang pacaran sama lu."


"Wong edan, au ah!"


Tiba-tiba masuk sms dari Heri.


"Nanti aku telepon lagi ya cantik, kangen muah!" ia mengerlingkan matanya.


"Bales jangan sms si Nganga, ya? Ah biar aja ntar juga telepon lagi dia." Lala memajukan bibirnya.


"Kita keluar yuk bentar Sinchan, beli vcd film."


"Ke, mana?"


"Ke Lokasari aja kita naek bajaj biar, cepet."


"Lu orang di apart ya Pesek, Jenong, takut Megalomen bangun malah gak ada orang."


"Iye udah cari yang bagus-bagus ya filmnya, nitip vcd lagu dangdut bos."


"Sip, tenang ntar gue beliin!"


Lala dan Sinchan ke kamar ganti baju tidur dengan celana panjang, kaos dan jaket bomber, pake handbody, minyak wangi, bedak tipis-tipis, lipgloss, rambut kuncir kuda, dandan yang natural-natural aja udah pada cantik dari lahir, bawaan. Pede gila!


Selama di bajaj mereka berdua cuma lihatin jalan aja alias diam memperhatikan jalan yang sore itu mulai sedikit macet, untung kita naek bajaj kalau gak bisa lama sampe ke Lokasarinya.


Mereka berdua suruh bajaj masuk jalan gang dan berenti di samping Lokasari.


"Mau masuk ke Lokasarinya gak, La?"


"Gak usahlah kan banyak yang jualan baju di luarnya, tukang vcd ada di depan Solarianya atau lu mau beli kaosnya di, dalem? Terserah sih!"


"Di luarnya aja deh sama, aja."


"Ya udah lu beli vcdnya gue beli baju ya, biar cepet kelar."


"Ya udah cepetan belanja bajunya, gue tunggu di tempat vcd."


Lala jalan ke tempat vcd dijual yang ada di depan Solaria, Sinchan langsung jalan ke tempat baju-baju yang gak jauh dari tempat penjual vcd.


"Bang berapa satunya nih, vcd?"


"delapan ribu aja kak, kalau beli sepuluh saya tambahin satu."


"Oh oke, mana film-film yang barunya bang?"


"Sebelah sini yang baru, kak."

__ADS_1


"Coba keluarin yang baru-baru dan bagus filmnya, recommend lah."


Dikeluarin semua vcd film-film baru yang bagus dan recommend sama penjual vcdnya.


"Nih bagus kak filmnya, ini juga, ini juga."


"Yang bener lu bang? Kalau gak bagus saya tuker ya mana tau ada yang ngeresek gambarnya, macet-macet vcdnya."


"Iya kak bawa aja sini boleh dituker. Kan udah langganan ini, kakaknya."


"Ya walaupun udah langganan tetap dong harus ada omongan juga, gak bisa seenaknya gitu."


"Iya kakak cantik, bener banget!"


"Saya ambil vcd filmnya delapan, vcd dangdutnya dua, bonusnya satu vcd lagu barat yang slowrock ya bang."


"Iya kak, jadi semua delapan puluh ribu."


"Nih bang." ia bayar dengan uang seratus ribuan.


"Nih kak kembaliannya dua puluh ribu, makasih kak."


"Oke, sama-sama bang."


"Mana Si Sinchan, apa masih milih-milih baju?" Lala celingak-celinguk kanan-kiri.


Dia lirik jam di tangan kanannya udah sejam lebih mereka orang di Lokasari, sekarang udah jam setengah enam lebih.


"Lama amir Si, Sinchan." gerutunya.


"Lala ... Woy Lala ..." teriak Sinchan lantang.


"Suaranya aja yang kedenger orangnya mana? Curiga siluman yang manggil gue!" Lala bingung sembari celingak-celinguk cari sumber suaranya.


"Duar!" kejut Sinchan dari belakang sembari menepuk punggungnya.


Sontak Lala terkejut dan berceloteh dengan lantangnya.


Deg!


Dada berdebar-debar karena terkejut dikagetin Sinchan, penjual vcd cengar-cengir denger celotehannya yang kaget.


"Kont*l, monyong! Setan lu Sinchan ngagetin gue, aja!"


"Kaget lu, ya?"


"Gak setan gak salah lagi, pea!" ucap Lala geram sambil elus-elus dadanya.


"Anak cantik, manis, baik hati dan tidak sombong jangan kaget, slow, slow." gumamnya.


Huft! Hela nafasnya berat berulang kali.


"Tumben lu kaget, biasanya juga kagak! Lagi ngelamun lu ya, mikirin ayank Heri ya?" canda Sinchan.


"Mata lu, soek! Udah kelar belom beli, bajunya?"


"Udah nih yuk, balik!"


"Banyak amat lu beli, bajunya? Ayo, balik!"


"Beli buat lu orang juga, buat besok kita pake jalan nemenin dan hibur Si Megalomen! Biar samaan semua bajunya cuma beda warna, aja." jelas Sinchan sembari cengar-cengir.


"Kaya tau aja lu ukuran kita, orang?"


"Taulah gue, seukuran semua baju lu orang sama gue S-M!"


"Iya bener, duh baiknya sahabat gue yang satu ini!" puji Lala sembari rangkul pundakny dengan sebelah tangan kanannya.

__ADS_1


"Iya dong, gue! Sinchan gitu, lho!"


__ADS_2