
"Ini kan pecenongan, nama gangnya apa?"
"Iya pecenongan cantik, gang batu tulis namanya."
"Oh oke, enak dong kan deket sama kantormu ya?"
"Ho'oh sayang eh cantik."
Heri seketika menutup mulutnya dengan kedua tangannya dan tersipu malu.
Lala sedikit kaget saat Heri panggil dengan sebutan sayang, ia hanya tersenyum simpul mendengarnya.
"Nga, nih kopinya."
Lala penasaran saat mendengar Heri dipanggil "nga" sama si bro warung, sambil mikir dengan raut muka yang kebingungan ia seruput kopi goodday cappucino.
"Nga, apaan itu nga?" pikirnya.
Tanpa basa-basi lagi Lala langsung kepo menanyakan kepada Heri kenapa dia dipanggil nga.
"Nga itu apaan sih? Kepo dong aku."
"Nga itu nganga, Heri kan kalo tidur mangap."
"Lah gue nanya Heri yang jawab si bro, lucu nganga." batinnya.
"Oh gitu, lucu juga nganga,"
Matanya melirik genit ke arah Heri yang sedang memerah pipinya dan tersenyum sumringah kegirangan sembari membalas melirik genit kearahnya, mereka berdua pun saling berpandangan dan tersenyum tipis.
"Emesin deh nih laki! Biar mangap juga tidurnya kalau ganteng mah tetep aja ya ganteng gak berubah." pikirnya.
"Emesin ih!"
Heri mencubit pipinya sebelah saking gregetnya sama dirinya yang cantik, manis, imut, baik, pinter, lucu, emesin ya kan. Emang air laut asin sendiri.
"Kamu tidur gak tadi nga?" ledeknya.
"Tidur tapi cuma sebentar terus ke Lokasari ambil motor, tadi lagi di sini waktu kamu sms baru siuman cantik."
"Polos, innocent, naif nih si nganga. Interesting!" pikirnya.
Disaat bersenda gurau dengan Heri ponselnya berdering, dilihat panggilan masuk dari Pesek.
"Halo,"
"Halo, di mana lu bos? Kok gak pulang apart? Gue nungguin sama Yola,"
"Di mana-mana hatiku senang hahay,"
"Asik, serius di mana lu?"
"Ntar gue pulang kalau udah kelar urusan gue,"
"Lagi pacaran Lalanya,"
__ADS_1
Lala langsung menutup mulut Heri dengan tangannya.
"Eh ada suara laki, kayanya gue kenal tuh suara laki. Yang di Empo ya? Hayo ngaku, ngaku lu La,"
"Ada deh, mau tau aja lu weekk,"
"Baiklah, met happy aja bos nanti bawa oleh-oleh ya pulangnya,"
"Lu pikir gue lagi pulkam oleh oleh katanya beuh, dasar taplak meja,"
"babay bos."
Pesek memutus teleponnya dan Lala kelupaan kalau tangannya yang sebelah masih nutupin mulut Heri.
"Eh lupa, maaf-maaf."
Dilepas tangannya lalu usap-usap pipi dan rapihin baju Heri sembari nyengir kuda. Heri cubit hidung mancungnya greget.
"Mau ke mana habis ini, ayo kita ngedate, nonton yuk cantik,"
"Nonton di mana, emang ada film yang bagus?"
"Yang deket aja Gajah Mada, gimana? Kayanya film lagi bagus-bagus,"
"Boleh, aku ngerokok dulu sebatang sembari abisin kopi, mandi, jalan deh,"
"Iya aku juga cantik,"
"Semoga gak hujan,"
Setelah kopi habis mereka berdua kembali kerumah Heri dan segera Lala ke kamar mandi, karena kamar mandinya cuma satu jadi dia mandi duluan lalu disusul Heri.
Cantik mempesona & harum semerbak, bikin siapa aja yang memandang dan berada di sampingnya pasti suka dan merasa nyaman. Kalah nyamannya springbed plus bedcover di ruang ac, edan dong.
"Bawa motor aja ya cantik, apa mau naek bajaj?"
"Motor aja, ntar kan sekalian anterin aku pulang apart,"
"Tidak mau nginep Lala cantik?"
"Gak enak lah aku nginep, malu. Mana bokap aku sekalian pamitan ih,"
"Pak, Lala cantik mau pamitan katanya,"
"Heh kaget gue, emang harus teriak apa manggilnya dasar nganga." batinnya.
Keluarlah pria separuh baya itu dari kamarnya sembari benerin sarung dan pecinya.
"Mau pulang La, buru-buru amat, kenapa gak nginep aja?"
"Maaci buat tawaran nginepnya pak, maaf udah ngerepotin. Saya pamit pulang aja soalnya besok udah masuk kerja,"
"Gak usah sungkan La, anggap aja rumah sendiri. Jangan malu."
"Tau aja bokap kalo gue malu. Iya pertama malu-malu lama-lama malu-maluin, koplak." batinnya.
__ADS_1
"Heri anterin Lala dulu ya pak,"
"Asalamualaikum....."
"Waalaikumsalam....."
Di Gajah Mada Plaza...
Heri dah Lala langsung menuju ke bioskopnya, XXI. Sampai sana mereka berdua lihat-lihat dulu jadwal film minggu ini, untung ada satu film action yang lumayan bagus selebihnya indonesia. Lala kurang sama film Indonesia, walaupun sukanya nonton drakor dan drachin tapi hati tetap cinta Indonesia. Eeeaaa.
Sayangnya di sini jadwal filmnya tidak banyak karena tempatnya kecil jadi ruangan bioskopnya sedikit, tidak seperti di Mall Kelapa Gading tempatnya besar terus jadwal film dan ruangan bioskopnya banyak.
"Mba tiketnya dua film yang action itu,"
"Oke pak, Jadi 100ribu."
Setelah membeli tiket Heri duduk di sampingku dengan posisi menghadap kasir bioskop, Lala sedari tadi memperhatikan orang yang sedang antri tiket dan menunggu film mulai.
"Filmnya masih sejam cantik,"
"Oh em ji masih sejam, capedeh."
"Masih lama, kamu laper gak?"
"Lumayan laper sayang aku,"
"Sayang-sayang pala lu peyang, dodol." batinnya.
"Ya udah ayo kita cari makan dulu, makan yang pedes mampus enak nih,"
"Mau makan apa yang pedes, baso?"
"Mau baso? Kalau mau baso ayo kita ke perapatan Hayam Wuruk, ada baso rusuk
tuh disitu. Apa mau baso Afung yang di Lokasari? "
"Baso rusuk aja cantik yang deketan,"
"Ya uwis...kemon dude,"
"Siap, 86!"
Mereka berdua keluar dari Gajah Mada Plaza ke baso rusuk yang di perapatan Hayam Wuruk. Ini tuh baso rusuk langganan guys recommend pastinya, so yummy.
"Bang baso rusuknya dua ya, yang satu campur yang satu toge sawi aja."
Heri yang pesan minumnya, lumayan rame malam ini dan lagi-lagi untungnya gak harus waiting list. Pas dateng ada meja yang selesai, kalau gak bisa kelewat film di XXI Gajah Mada. Amsyong dah haiyaa.
"Untung gak waiting list, kalo sampe WL tuh baso rusuk gaswat aja, lugi owe." batinnya.
Baso, kasih cuka dikit, saos cabe dikit, sambelnya semangkok, pedes asem ya kan so delicious. Makannya muka dan badan sampe keringetan, kuping berdenging, hidung meler, uh pedesnya nampol, pedes mampus mammamia lezatos, suka plus doyan. Cos spicy lover guys.
Jangan ngences alias ngiler ya guys, ulala syalala.
Hidung mulai meler, ambil tisu dan seka hidung membuang cairan bening yang meleleh keluar sendiri dari lubang hidung karena efek pedas dari sambal, uuhh aahh rusuh makan basonya tapi suka.
__ADS_1
Tambah lagi di warung baso rusuknya tidak pakai ac tapi pakai kipas angin, kebayang dong luar binasanya saat makan yang pedesnya nampol. Riweuh dewek.
Beda kalau di baso Afung yang di Lokasari tempatnya adem karena pake ac.