
Sebelum di ijinin ambil tuh rokok udah dihisap aja tuh rokok, dasar temen gak ada akhlak emang Si Babon.
"Oit, lagi bernafas gue nyong,"
"Udah makan belom lu? Ke kantin yuk tapi traktir ya!"
"Gue masih kenyang, iya gue traktir tapi ntar balik kerja,"
"Keburu mati gue, masih berapa jam lagi ini balik, traktir apa dulu?" sembari lihat jam di tangannya.
"Lu mati tinggal dikubur gue ngelayat, ada seafood enak di daerah Mangga Besar namanya seafood Dugem yang di pinggir jalan deket hotel Prinsen kecil,"
"Anjrit tinggal kubur, serius seafood La? Ya udah gue mau kalau ditraktir tapi gue bawa laki gue ya Si Anez?"
"Lu bawa sekampung juga boleh tapi balik bayar masing-masing ya,"
"Gue kira beneran boleh bawa sekampung, mau gue bawa ya kan keluarga gue taunya gak enak ujungnya monyong lu La,"
"Lu menta traktir apa mau ngerampok gue Babon? Si pea!"
"Mumpung gratis ya kan,"
"Edang dong, dasar Babon pea!"
Lala lupa kalau tadi lagi bete, lagi-lagi hilang badmoodnya karena tertawa dengan teman-temannya di kantor.
Ada teman yang benar dan ada yang menyesatkan!!!!!!
Setelah penantian beberapa jam tiba waktunya pulang kerja, Babon ajak Emil Badak dan Leny Bogel. Lala suruh Si Anez lakinya Babon langsung ke seafood Dugemnya duluan, jadi kita orang sampai semua udah mateng langsung eksekusi deh!
Lala dan teman-temannya meluncur naek taksi ke Mangga besar, ia duduk di depan sembari merokok. Hari ini merokok udah kaya kereta api, entahlah ... Hayati lelah bang!
Ketika mereka orang sampai pesenan seafoodnya udah matang semua tanpa babibu lagi langsung sikat. Laper juga ya kan, apalagi Icha Babon udah laper dari tadi makan udah kaya orang kesetanan.
Saat semua selesai, mereka orang ngobrol dulu ketawa-ketiwi sebentar sambil merokok. Tiba-tiba ada pertanyaan yang membuatnya sedikit bete dari Leny Bogel.
"Laki lu mana Si Ayung, gak jemput La?"
"Mati dia!"
"Waduh, mampus dah! Gue denger tadi dari security katanya lu ribut ya sama laki lu di depan kantor? Pada gak berani security mau ikut campur juga lu kan terkenal galaknya La,"
__ADS_1
"Ya gitu deh!" gak terlalu digubris pertanyaan Bogel oleh Lala sambil hisap rokok melihat sekitar.
"Ngapain sih lu tanya-tanya Bogel? Ntar bete lagi Lala nya,"
"Tahu lu bogel!"
"Telat! Udah bete gue! Abis rokok minta billnya Babon,"
"Siap bos!"
Seafood Dugem tuh langganan Lala, enak banget masakan seafood Si Kokonya. Lala sering banget ajak makan seafood Dugem traktir teman-temannya dan keluarganya makan di sini dan suka di kasih diskon sama Si Koko dan istrinya. Dia kenal dekat dengan mereka dan anaknya jadi ade angkatnya, Willy. Sekarang mereka udah gak ada di Mangga besar lagi, udah pindah ke Batam kampung halamannya.
Bayar bill semua, teman-temannya mau pulang ke rumahnya masing-masing.
"Thank you ya bos sering-sering aja traktir, gue balik duluan ya, " Babon dan lakinya Anez langsung meluncurkan sepeda motornya.
"Oke!"
"Gue balik juga ya bos, terima kasih buat traktirannya." Emil Badak sembari berhentiin bajaj dan berlalu.
"Ho'oh, terus lu mau balik naek apa Bogel?" sembari utak-atik ponsel yang baru di on karena seharian di off walaupun batreinya full.
Banyak sms dan panggilan masuk dari Ayung sebelum hpnya ia banting waktu berangkat kerja, sms dan telepon dari sahabat-sahabatnya yang lagi di luar kota.
"Ya udah, woles! Lu berhentiin bajaj gih, kita naek bajaj aja deket ini ke apart,"
"Ya udah, bentar gue berhentiin bajaj dulu."
Gak nunggu lama langsung dapet bajaj, Lala di bajaj sibuk bales chat sahabat-sahabatnya, Bogel sibuk dengan ponselnya dan kita berdua ngerokok kaya sempur alias kereta api.
Di apart...
"La, gue pinjem baju tidur sih," teriak Bogel dari kamar mandi sambil mencuci kaki dan mukanya.
"Lu ambil sendiri di lemari, banyak di situ baju tidur," timpal Lala sembari terima telepon dari Sinchan.
"Gue kira lu ditelan bumi monyong, sama siapa lu di apart?"
"Kalau gue mati yang lagi ngomong sama lu siapa? Setan? Pea lu! Leny Bogel habis makan seafood mau nginep katanya,"
"Ya mana tahu, abis ilang gak ada kabar kemaren hp mati gak aktif bikin watir aja lu. Kenapa sih lu sama Si Ayung? Masih lanjut galaunya?"
__ADS_1
"Ntar gue ceritanya kalau lu orang udah pada balik, jangan lupa oleh-olehnya kalau balik ya,"
"Gampang oleh-oleh mah, ya udah ntar aja ceritanya kalau gue orang udah balik yang penting sekarang lu gak kenapa-napa dan lu baik-baik aja,"
"Gue lagi tidak baik-baik seperti dugaan, elo!" batinnya.
"Yoyoi mamen! Gue ngantuk euy, penyakit orang Indonesia habis badog molor gimana gak semok coba badan gue,"
"Pea! Ya udah molorlah, gue juga mau molor bye-bye neng geulis mimpi indah ya."
"Bubye, ngok!"
"Gigi lu meletak, ngok!"
Lala tutup teleponnya dan melangkah cepat ke kamar mandi, mules guys.
Bogel habis pake baju tidur duduk santai di sofa ruang tv, nonton tv sambil teleponan sama lakinya yang kerja di pelayaran dan lagi berlayar.
Saat keluar dari kamar mandi melangkah ke kamar dan langsung rebahkan badannya di singgasana peraduan peluk guling, tarik selimut dan termenung teringat apa yang hari ini telah terjadi.
"Kok bisa-bisanya ya Si Ayung bohongin, gue? Dasar laki-laki semua sama aja gak ada yang, bener! Ah bodo amatlah emang gue pikirin, gak penting amat inget Si Ayung pengkhianat, rugi mamen! Udah ah merem-merem, molor!"
Tak lama Lala pun terlelap tidur.
Leny Bogel teleponan sama lakinya sampai ketiduran di sofa bukan dia yang nonton tv tapi tv yang nonton dia. Lol!
Tring ... Tring ... Tring ...
Ponsel Lala lupa disilent, suara masuk sms dan telepon dari ponselnya berkali-kali telah membangunkannya dari tidur lelapnya dan menyadarkannya dari alam mimpi yang sangat indah siang itu. Dilirik jam dinding di kamar dengan sebelah matanya seraya memeluk guling.
"Oh em ji ... Sudah jam satu empat puluh lima menit udah siang lagi tapi masih ngantuk ih, siapa sih yang sms sama telepon? Berisik banget!" gerutunya sembari kembali pejamkan kedua matanya.
Tapi suara dari ponselnya tidak berhenti seolah tidak mengijinkannya untuk memejamkan mata dan kembali ke alam mimpi.
"Aaaaaaa berisik nih, hp!" segera bangun dan raih ponsel yang dicharger di meja samping tempat tidur, ia rebahkan kembali tubuhnya dan menyimpan ponsel di telinga dengan posisi pala dan badannya miring.
"Halo,"
"Halo Lala ini mamah,"
"Hmmm, ada apa mah?"
__ADS_1
"Lagi di mana? Nih ada Ayung di rumah, dari kemaren bolak-balik aja ke rumah,"
"Ngapain dia ke rumah, orang udah putus!"