
Tersadar dengar perkataan Heri, ia lirik tangan dan lihat warna kaosnya ternyata warna hitam kaos yang dipakai hari ini. Gak ngeh!
"Lah, jadi maksudnya dia itu gue? Pemandangan indah yang pake kaos hitam dan sebelah dia? Kata gue alam kali dibilang pemandangan, dasar nganga pea. Lucu nih bocah." batinnya.
Bikin Lala senyum-senyum sendiri dan geleng-gelengkan kepalanya, dadanya berdebar-debar salah tingkah dan dia belaga beg* menanyakannya. Hadeh memalukan!
"Maksudnya? Gak ngerti!" ia menoleh ke arahnya.
"i itu, yang nanya!"
"Siapa? Aku?"
"Ya iyalah, siapa lagi emang yang sekarang lagi di sebelahku dan pake kaos hitam?"
Heri tersenyum dan memandangnya dengan sorot mata yang penuh cinta.
Deg! deg! deg!
Detak jantungnya cepat seperti jet tempur yang sedang balapan dan pipi Lala merona, jatuh cinta. Konon!
"Mampus gue! Sorot matanya kalau di kartun keluar lope-lope itu." batinnya.
"Ah, bikin ge'er aja dirimu ya-aya wae," sembari ia palingkan wajahnya agar tidak melihat sorot matanya, takut. Takut falling in love mamen, gaswat banget euy!!!!
Heri melihat jam yang di tangannya udah menunjukkan pukul setengah enam sore, dia pamitan pulang karena mau masuk kerja.
"Aku pulang dulu ya Lala cantik, mau masuk kerja,"
"Oh iya kuanter deh ke lobby, bentar lagi juga aku berangkat kerja,"
"Gak usah dianter ke lobbynya aku bisa kok sendiri turun, ngerepotin kamu aja."
"Aku gak merasa repot kok, woles!"
"Ya udah, kalau kamu maunya begitu."
Saat mau antar Heri keluar apart jalan ke pintu melewati kamar tidur, Lala menoleh melihat sahabat-sahabatnya masih pada tidur apa udah bangun, ternyata mereka udah pada rapih tinggal berangkat kerja.
Lala hentikan langkahnya depan kamar tidur.
"Woy, udah pada bangun lu? Gue ke lobby dulu ya anter Heri."
"Gue balik ya guys mau kerja dulu, makasih buat semuanya."
"Oke hati-hati Her, dadah." ucap mereka bertiga serempak.
"Siap! Asalamualaikum..."
"Waalaikumsalam...."
Ting!
Pintu lift terbuka, gak ada orang di dalam lift cuma ada Lala dan Heri.
"Maaci ya Her, maaf udah repotin dirimu."
"Aku yang makasih, udah ah kaya sama siapa aja."
__ADS_1
"Wew, emang lu bukan siapa-siapa gue." batinnya.
"Iye Her, woles."
Lift pun terbuka udah sampe lobby.
"Aku pulang ya, nanti ku kabarin Lala cantik."
"Oke, titi dj."
Lala tahan tombol lift yang untuk membuka pintu lift, Heri tiba-tiba mencium pipinya sebelah dengan gerakan kilat.
"Love you muah!"
Heri berlari keluar lift tidak jauh dia membalikkan badannya dan melambaikan tangan padanya.
"Dadah, Lala cantik." sembari dia nyengir.
Lala masih diam terpaku karena kaget Heri cium pipinya, ia pegang pipinya dengan tangan yang sebelah lagi dan pandangan matanya kosong, bibirnya mangap, melongo!
"Heh, apa-apaan dia? Im shock man! Ah bikin gue gila dia. Sadar La, sadar woy! Ada-ada aja si nganga!" ia tepuk-tepuk pipinya, bete!
Tekan nomor lantai apartnya dan di dalam lift ia masih gak percaya apa yang udah dilakukan Heri.
"Maksudnya apa coba, atau itu ungkapan cinta dia? Tadi itu dia nembak gue gitu ceritanya? Emang gak bisa apa dia lakukan dengan cara yang romantis gitu atau mungkin dia malu? Ciumnya begitu kaya cium balita, emang gue bocah? Dasar konyol!" ia geleng-geleng kepala dan mengerucutkan bibirnya, usap-usap pipinya sebelah yang dicium kilat sama Heri. Bikin gila memikirkannya, edan dong.
Huft! Hela nafasnya berat berulang kali.
Dari keluar lift sampai apart, ia berjalan santai. Inget kelakuan Heri di lobby tadi, sepanjang lorong dia ngedumel kaya orang gila. Untung sepi lorong apart, kalau rame kan malu.
Ceklek...
"Lala, udah kelar belom lu dandannya? Cepetan ayo, udah jam enam lewat nih." teriak Sinchan dari ruang tv.
"Oit, udah nih! Kemon kita berangkat, moga gak macet ya." sembari jalan cepat keluar kamar.
Mereka berempat berangkat kerja naek taxi, jangan harap gak macet jam-jam segini waktunya jam kantor pagi bubar. Di dalam taksi Lala riweuh sendiri, bentar-bentar lihat jam yang ia pakai di tangan kanannya.
Untungnya taksi mereka orang sampai kerjaan belum jam tujuh, masih bisa absen masuk kerja.
"Ayo cepetan jalannya absen dulu kita, Kalau telat absen sama aja kita gak masuk itungannya kan sayang." celetuk Pesek.
"Riweuh Pesek, hadeh!" batinnya.
Lala dan sahabat-sahabatnya jalan ngepot turun dari taksi ke tempat absen kerja, kurang lima menit lagi pas jam tujuh.
"Untung kita gak telat absennya."
"Ho'oh."
"Ya udah ayo ke loker ganti baju."
"Alhamdulillah ... Yuk ke loker."
Di loker pun mereka ganti bajunya buru-buru setelah rapih duduk ke posisi masing-masing, saling tatap dan senyum.
Huft! Hela nafas mereka berempat berat.
__ADS_1
Lala jadi teringat kelakuan Heri tadi di lobby, bikin dia jadi bete sebete-betenya.
"Menggemaskan Heri, gemes-gemes gimana gitu! Pengen pites aja rasanya kaya kutu!" gerutunya.
Tring!
Dibuka kotak masuk ia lihat nama yang muncul, Sinchan. Dibuka smsnya.
Klik!
"Kenapa lu La, muka belipet gitu? Emang gak dicium sama ayank Heri?"
"Sue!" ia memajukan bibirnya.
"Mau tau aja lu, lagi seneng gue."
"Kalau senang ngajak-ngajak kek, dewekan bae, ukh! Btw senengnya di mana kok muka lu ketekuk, kaku kaya kanebo gitu?"
"Ayo aja kalau mau ikut!"
"Emang mau dicium Heri, lu?" batinnya.
"Asek, ke mana?"
"Ke toilet!"
"Gigi lu meletak, gue udah serius pea lu La."
"Gue pea, lu beg* ya."
Dari meja sebrang Sinchan langsung manyun sembari ngedumel, "bodo amat, beg* lu."
Lala terbahak-bahak ia julurkan lidahnya "wek!"
Tidak terasa udah tujuh jam Lala dan sahabat-sahabatnya kerja, malam ini bisa pulang cepat gak harus lembur belum weekend. Kalau weekend udah pasti harus lembur karena tempat kerja ramai, mereka orang langsung pulang ke apart.
Di apart...
Semua pada langsung ke dapur beresin belanjaan tadi sore, biasanya sih tugas bocah-bocah pada. Lala cuma memperhatikan sambil cemal-cemil, lagi-lagi seperti biasa Lala cuma mengawasi karna udah pada diurusin sama bocah-bocah pada.
"Yah gue ngapain nih, apa yang kudu gue beresin?" pikirnya.
"Yang rapih ya beresinnya, bi."
"Monyong!" ucap mereka bertiga.
Sinchan, Pesek, Jenong lumayan lama beresin belanjaan masukin ke lemari es. Diliriknya aku di sofa udah menghilang ke alam mimpi.
"Ye, Si Lala molor!" ucap Sinchan.
"Capek kali Si Bos, kayanya kurang tidur semalem waktu Heri nginep sini." sahut Pesek.
"Nginep?"
"Iye kan hujan gede semalem, jadi nginep Heri" sambung Jenong.
"Gue gak tahu kalau semalem hujan, dari sore udah tepar sama Jepun gue!"
__ADS_1
"Cieee yang habis, honeymoon."
"Iya dong!" pipi Sinchan merona merana morena.