PACARKU PERJAKA TULEN

PACARKU PERJAKA TULEN
Lukisan Lima Jari


__ADS_3

"Duh ngapain sih Si Ayung di lobby? Oh iya dia kan tau jam-jam gue berangkat kerja sama pulang kerja, lupa gue capedeh!"


"Yank ... Yank ... Tunggu!"


Lala pura-pura tidak mendegarnya dan terus melangkah ke arah taxi, tiba-tiba Ayung berada di depannya dan menghadangnya dengan kedua tangannya yang direntangkan membuat langkah kakinya terhenti.


"Yank, Kamu gak dengar ya dari tadi aku panggil-panggil? Kamu kenapa kok smsku gak dibales, teleponku gak diangkat? Terus nomermu gak aktif, aku kan watir sama kamu kefikiran terus. Kata Sinta kamu galau, galau kenapa yank? Kok gak cerita ke aku? Aku nungguin dari tadi di lobby tau,"


"Udah ngomongnya? Aku mau berangkat kerja, awas!"


Dihempaskan kedua tangannya yang memegang tangannya dan melanjutkan lagi langkah kakinya, baru dua langkah Ayung menarik tangannya sampai ia memutarkan badannya seratus delapan puluh derajat dan membuat wajahnya berhadapan dengan wajahnya.


"Ada apa yank? bingung aku! Kita kan lagi gak ribut dan gak ada masalah, kok kamu seperti menghindari aku?"


"Kamu pikir aja sendiri kenapa tanya aku? Aneh! Jawab lala dengan ketus sembari membuang muka dan memutar badannya sembilan puluh derajat.


"Aku gak ngerti kamu kenapa yang aku tau hubungan kita lagi baik-baik aja, ayo aku antar kerja,"


"Baiklah kalau emang dirimu merasa kita lagi baik-baik saja, no comment!"


Huft! Hela nafasnya berat.


Akhirnya Lala mau diantar kerja oleh Ayung, tapi perasaannya masih tidak enak dan rasa penasarannya soal ponselnya tidak aktif semalaman kemaren masih membuatnya resah, gelisah, bimbang dan membuat pikirannya tidak tenang.


Di tengah jalan tiba-tiba Lala meminta ponselnya Ayung, entah kenapa hari itu hatinya ingin cek ponselnya. Hal yang tidak pernah ia lakukan selama menjadi kekasihnya.


"Mana hpmu? Sini!" bisiknya sambil menepuk-nepuk pahanya.


"Di kantong celana yank, bentar!"


Ayung menghentikan motornya sebentar untuk mengambil ponsel di kantong celananya, setelah memberikan ponselnya dia melanjutkan lagi mengendarai motornya.


Lala buka ponselnya, ia cek panggilan masuknya dan baca semua smsnya. Ada satu sms terakhir di urutan paling bawah yang nomernya tidak disave nama sama Ayung.


"Nomor siapa nih?"

__ADS_1


"Apa kabar kamu yank, malem ini ada acara gak, kalau gak ketemu yuk di tempat biasa masih inget kan? Kangen nih."


Lala buka balasannya Ayung ke nomer itu.


"Aku baik yank, aku gak sibuk kok malem ini, oke otw!"


Lala lihat tanggal smsnya dan ia terkejut, dadanya mulai berdebar-debar karena cemburu, kesel, bete, esmosi.


"Ini kan tanggal lagi dia bilang gak enak badan gak bisa jemput gue pulang kerja, pantes gue gak enak perasaan malem itu, bikin gue galau ternyata tuh ini penyebabnya? What the hell man!"


Refleks langsung ia suruh Ayung menghentikan motornya di pinggir jalan dekat kali dengan memukul pahanya kencang. Padahal sebentar lagi sampai, udah kelihatan tempat kerjanya.


Ayung kaget dan langsung mematikan motornya.


Lala langsung turun dari motor kemudian Ayung pun turun dan memarkirkan motornya.


"Ini nomer siapa?" tanya Lala ketus sambil menunjukan nomer sms itu.


"Bukan siapa-siapa yank," dengan suara sedikit gemetar.


"Jawab yang jujur, coba jelasin!"


" Ngomong yang jelas jangan bertele-tele, sebenernya apa?"


"Sebenernya itu nomer mantanku, dia ngajak ketemuan malem itu,"


Huft! Hela nafas Ayung berat.


"Oh mantan ya? Jadi lu bohongin gue malem itu ya, lu bilang sama gue lu gak enak badan gak bisa jemput gue pulang kerja. Pantes nomer lu mati terus perasaan gue gak enak malem itu, gue sampe gak bisa tidur, galau, watir, pikiran gue ke mana-mana taunya lu selingkuh di belakang gue kan anj**g!"


"Bukan gitu yank, aku gak selingkuhin kamu sumpah demi tuhan!"


"Gue nih bukan anak kemaren sore yang bisa lu bodohin!! Lu kalau mau bohong belajar dulu sama pembohong ulung!! Lu gak mikir ya? Lu pikir gue gak akan telepon dan cek nomer lu aktif apa gak malem itu setelah lu bilang tidur? Gak usah lu sumpah bawa-bawa tuhan! Feeling gue kuat nj*ng!"


"Serius aku gak bohong yank, kamu gak percaya sama aku?" pungkirnya dengan pasang wajah memelas dan memegangi tangannya.

__ADS_1


"Udah ketahuan masih ngelak juga, bisa-bisanya dia masih berani bohong kan anj**g, ngen**tlah!"


Dihempaskan lagi tangan Ayung yang memegangi tangannya dan...


PLAK! PLAK!


Mendaratlah kelima jari di telapak tangan kanannya keras dengan sekuat tenaga dan memberi warna merah lima jari membekas di pipinya yang putih bersih, lalu ia banting dan injak ponselnya hingga terbelah dan hancur berantakan, terakhir ia tendang motornya dari posisi berdiri sampai terguling terlempar ke tengah jalan.


"Jangan lu hubungin gue lagi, jangan lu cari gue lagi ngerti lu? LU GUE END!!!" ucapnya ketus sambil menunjukkan jari telunjuknya ke wajahnya.


Kata-kata pusaka Lala saat memutuskan hubungan.


"Jangan putusin aku yank, aku ngaku salah aku minta maaf, aku gak akan ulangin please yank jangan putusin aku!!" rayu dan melas Ayung sembari menjatuhkan kedua lutut kakinya ke jalan seperti posisi yang mau berlutut, matanya berkaca-kaca dan bulir-bulir bening membasahi pipinya.


Lala tidak menggubris omongannya dan melangkahkan kakinya menjauh dari posisi Ayung berlutut, ia merasa MUAK dengan semua ini! Mau nangis tapi udah gak mau keluar air matanya, sungguh sangat menyakitkan dan menyesakkan dadanya, berulang kali ia menghela nafas dengan sangat berat.


Huft!!


"Jadi ini yang bikin gue gak enak perasaan dari kemaren, bikin gue menggila gak karuan, gue kira cuma perasaan gue aja, ternyata ... Ini beneran terjadi!


Coba dia jujur, gak akan gue semarah ini dan putusin dia tapi dia bohongin gue dan berani sumpah bawa-bawa tuhan kan asu! Tahu feeling gue kuat!


Sepinter-pinternya tupai melompat pasti jatoh juga, serapih- rapihnya ****** pasti kecium juga dan dia lagi apes ketahuan sama gue, pasti Ayung lupa hapus itu sms. Mau bohongin gue dia? Mana bisa! Dasar tol*l beg*!!" dumelnya dalam hati.


Muka Lala berlipat, bibir manyun sambil berjalan pelan ke kantornya setelah sampai portal tempat kerjanya. Ayung masih berlutut di pinggir jalan sembari memandanginya, ia suruh Ayung tadi hentikan motornya di samping kantornya jadi dia tinggal jalan kaki aja sekitar kurang lebih seratus meteran.


Security-security yang ada di portal dan kantornya semua melihat kejadiannya saat dia ribut dengan Ayung tadi dan tidak ada yang berani ikut campur.


Di kantor Lala jadi gak konsen sama kerjaannya, kesel, bete, rungsing, ah badmood akut pokoknya dia hari itu. Menggerutu dalam hati gak ada kelarnya.


"Sabar-sabar, La." usap-usap dadanya perlahan dan berulang kali hela nafasnya berat, huft!!


Waktu istirahat di loker...


Ambil sebatang rokok dan nyalakan sembari ngopi dan duduk depan cermin memperhatikan rokok yang ia hisap sambil sesekali ngomong dengan diri sendiri, suara temannya Icha Babon membuatnya kaget.

__ADS_1


"La, lagi ngapain lu? Gue bagi rokok lu, sih!"


sambil menarik kursi duduk di sampingnya dan langsung ambil sebatang rokok yang ada di depannya, membakarnya dan dihisapnya rokok itu dengan enaknya.


__ADS_2