PACARKU PERJAKA TULEN

PACARKU PERJAKA TULEN
Otak Kram Akut


__ADS_3

Pasang vcd lagu slowrock dengan volume yang bikin ruangan menggelegar, tv dinyalain tapi dimute, lampu ruang tv dimatikan, tirai buka lebar-lebar. Biar terang cuma sinar dari tv, bulan dan bintang. Karena malam ini tidak turun hujan.


Tuang white wine ke gelasnya, bakar sebatang rokok dan mulai menikmati malam ini dengan menyanyi sekencang mungkin, mata tertutup sembari menari sesekali teguk white wine yang manis dan memabukkan seperti aku. Eeeaaa.


Menggila sendiri di apart, edan dong.


Ulala ... Syakalaka beybeh ... Aselole.


"Ke-edanan macam apa ini? Yang penting gue senang, whatever!"


Underneath ur clothes by Shakira, big girl dont cry by fergie lalalala rock n roll baby ... Yeah.


Tidak terasa tinggal segelas lagi winenya dalam waktu sejam, pipi memerah, puyeng dikit. Lala menikmati yang tinggal segelas di balkon, merokok sambil ngomong sama bulan bintang. Gila-gila dah.


Saat memandang bulan bintang, matanya berkaca-kaca dan air bercucuran membasahi pipinya. Sesekali ia seka pipi dengan jari-jarinya yang mungil-mungil imut .


"Kenapa gak enak begini perasaan gue dari kemaren, ada apa sebenernya? Apa Ayung bohongin gue? Apa dia merahasiakan sesuatu dari gue? Kenapa gue bisa segalau, sepanik, segelisah, sewatir ini cuma gara-gara nomer teleponnya kemaren mati. Apa karena selama ini hpnya selalu on dua empat jam sekalinya mati gue jadi kaya begini, menggila. Prasangka gue gak baik sama dia mikirnya dia macem-macem, pikiran gue bercabang kemana-mana, curiga akut! Otak gue kram rasanya, over thinking!


Aaaa i hate this! Gak bener nih kalau begini caranya dan ini bikin gue gila, bener-bener gila! Atau ini cuma perasaan gue aja? Oh my god ... What can i do with this feeling?" seraya badan Lala terduduk di lantai dari posisi berdiri, muka tertunduk dengan tangan yang memegangi pagar pembatas balkon. Mata dan pipinya banjir oleh bulir-bulir bening.


"Kenapa gue nangis? Ah mungkin efek dari wine makanya gue baper, mungkin ini cuma perasaan gue, semoga semua baik-baik aja." batinnya.


Huft! Hela nafasnya teramat sangat berat berulang kali.


"Udahlah La jangan terlalu lu pikirin jangan nyangka yang gak-gak, lu cape sendiri kan jadinya? Nyari penyakit lu, penyakit dicari duit yang dicari, pea lu La. Udah lupain aja, anggap aja ini gak pernah terjadi."


Diangkat badannya perlahan-lahan ke posisi berdiri, melangkah masuk ke dalam kamar dengan gontai. Langsung peluk guling, lagi-lagi pipinya dibasahi bulir-bulir bening yang keluar dari mata dan itu berlangsung sampai ia terlelap dan berada di bawah alam sadar.


Ayung kelimpungan nyari Lala, dia tanyain, smsin dan teleponin semua temen-temen Lala yang dia kenal. Termasuk sahabat-sahabatnya yang lagi keluar kota.


"Halo, Shinchan eh Sinta,"


"Ya, kenapa Yung?"


"Lala kemana ya? Dari pagi gak ada kabar, sms gak bales telepon gak di angkat watir gue,"


"Lah, gue kira dia lagi sama lu kenapa malah tanya gue?"

__ADS_1


"Temennya semua gak ada yang liat Lala hari ini,"


"Lagi ribut lu ya sama Lala?"


"Gak, siapa yang ribut,"


"Kemaren tuh anak telepon gue katanya lagi galau, terus mau kerja. Belum ada kabar lagi dari dia,"


"Galau, kenapa Lala galau? Gue sama dia lagi baik-baik aja,"


"Mana gue tau, kalo lu nanya gue, gue tanya siapa? tembok? Dah ah bye,"


"Tunggu bentar Sin, halo, halo,"


"Yah ditutup, belum kelar gue ngomong."


Ayung pun dateng ke kantornya Lala buat ngecek Lala kerja apa tidak malem ini, tapi semua orang kantor bilang gak ada yang liat Lala malem ini.


Akhirnya malem ini Ayung pulang dengan muka yang sedih dan dia gak bisa tidur karena mikirin Lala, bimbang.


"Coba lu telepon Lala, udah aktif belum hpnya gue telepon gak aktif soalnya," Ucap Sinchan pada ketiga sahabatnya yang lain.


"Sama mati, gak aktif hpnya,"


"Iya gue juga telepon gak aktif hpnya,"


"Sarua bae aing geh, modar hpna,"


"Ah bikin semua watir aja Lala, kita lusa baliknya,"


"Udah jangan watir, kita kan tahu biarpun dia gesrek tapi dia bukan tipe yang suka macem-macem, paling bunuh diri terus ditelan bumi,"


Spontan semua bilang pea dan lemparin Jenong pake bantal.


"Koit lah Si Lala alias awarahum, bukannya nenangin malah tambah bikin watir, b*go lu!"


"Tahu lu, dasar Jenong pea!

__ADS_1


"Bagoy ... Oneng, kalau ngomong suka bener eh kumaha sih,"


"Abisnya pada tegang muka lu orang kaku kaya kanebo termasuk gue,"


"Anying hahaha..."


"Udah ah molor-molor lu pada tugas negara belum kelar di sini, besok juga koar-koar tuh bocah."


Ayung dan sahabat-sahabatnya pada kelimpungan, watir, nyariin Lala karena gak ada kabar dan nomer teleponnya gak aktif. Eh Lala nya udah ngorok sedang mimpi indah di alam bawah sadarnya.


SUNGGUH TERLALU KAU AUTHOR EH RHOMA LOL.


Besok siangnya...


Lala buka mata dan beranjak melangkah ke kamar mandi langsung mandi.


"Ah segernya, duh jidat gue kok ngilu ya? Oh iya kemaren gue kejedot tembok, sue!" pikirnya.


Buka lemari es dan ambil larutan penyengar kaleng rasa leci, dahaga melanda mamen. Melirik jam dinding udah jam sebelas empat puluh lima, ambil ponselnya yang ada di atas meja sofa.


"Yah lowbat hp gue, matot! Oke, hp gue charger terus makan terus kerja. Makan yang pedes mampus enak nih, bikin mie ah."


Dia charger hp deket tv lalu ke dapur bikin mie rebus sedap rasa soto koya pake sawi telor, cabe rawit setan sekilo, endes!


Kalo kata sahabat-sahabatnya, "Lu bukan bikin mie pake cabe tapi cabe pake mie, makan mie lu kita orang pada boker-boker, edan dong!"


Aku bilang "Kalau gak pedes gak nendang, makan gak enak biarpun makanannya mewah, mahal, tapi kalau gak pedes gak nafsu gue. Biarpun cuma mie telor, gorengan, tahu tempe, sayur asem, ikan asin, tapi sambelnya cabe setannya sekilo pedes mampus nikmatnya nendang, enyak-enyak yummi!


Makan mie yang pedes mampus dengan lahap, bekas tipsy semalem jadi seger. Cuma butuh waktu lima menit ludes tuh mie.


"Hp baru dicharger masih lama penuhnya, terus mau ngapain nih? Pergi kerja masih siang, ya udah nonton tv aja deh. Oh iya gue belom pake cream muka."


Ambil skincare di kamar dan pakai di sofa sambil nonton tv, saat bercermin Lala sedikit kaget lihat matanya.


"Wadoh, mataku bengkak bekas nangis semalem, untung bengkaknya dikit tapi kan malu ntar kerja gimana ini? Kayanya nangisnya bentar soalnya langsung tepar kalau lama pasti bengkaknya parah nih mata, gaswat! Ntar kerja pake kacamata deh."


Lala mau berangkat kerja dan di lobby ada Ayung, ia langkahkan kakinya cepat ke tempat taksi mangkal deket apart seolah tidak melihatnya tapi sayangnya Ayung melihatnya dan mengejarnya.

__ADS_1


__ADS_2