
Di samping pintu masuk Miles kan banyak tuh berjejer toko, ada satu langganan Lala toko baju di situ, mereka orang sering beli baju dadakan kalau belum balik rumah di toko Si Bintang. Lala sebutnya toko Si Bintang karena yang punya tokonya cowok namanya Bintang.
Lumayan rame juga orang antri di depan lift pagi itu, mungkin karena penghujung hari alias weekend, sepertinya mereka satu tujuan dengan mereka bertiga. Ada yang sibuk dengan ponselnya masing-masing, ada yang riweuh sama riasan wajahnya, ada yang asyik ngobrol kalau mereka bertiga cuma diam perhatiin orang sambil sesekali saling lirik dan lempar senyum.
Ting!
Lift terbuka dan semua orang langsung mendekat, tunggu yang di dalam lift keluar. Sepertinya mereka bertiga tidak kebagian tempat karena lift langsung penuh, nunggu lift turun lagi.
Beberapa saat kemudian lift turun dan bergegas mereka bertiga masuk lift karena kosong gak ada lagi orang yang turun.
Suasana pagi itu masih dingin banget udaranya terasa sejuk sekali, polusi udaranya pun masih bersih karena belum ramai kendaraan yang berlalu lalang.
Tibalah mereka bertiga di lokasi yang di tuju, Miles.
"Mau di mananya nih La? Lounge apa hall nya?"
"Lounge dulu aja, kita minum dulu Chan."
Di Lounge Miles...
Cari posisi yang enak buat duduk lalu panggil waitres pesen minuman.
"Karena masih pagi, gimana kalau kita pesen bir aja atau mau long island?"
"Bir se tower, long island satu."
Megalomen sibuk ngerokok sambil joget-joget di dance floor.
Sambil menunggu pesenan minum dateng, mereka bertiga asyik joget-joget di dance floor.
Megalomen udah pasti jogetnya ala dangdut, Lala sama Sinchan ala breakdance.
Tidak lama kemudian dateng waitres bawa semua pesenan.
Soal siapa yang bayar, mereka orang markipat guys (mari kita patungan).
Masuk ke lounge jam setengan enam pagi, sekarang udah jam enam kurang lima belas sore. Lala lirik jam di tangannya.
"Kenapa kalau lagi clubbing happy sama sahabat-sahabat waktu cepet banget kayanya, tahu-tahu udah sore aja." batinnya.
kepala udah mulai tuing-tuing, kapal oleng kapten aselole.
Gimana gak oleng pesen minuman terus haus apa doyan? Entahlah yang penting happy.
Mulai dateng gesreknya Sinchan, tuh bocah bolak balik keluar lounge entah apa yang di carinya.
"Ngapa nih bocah kaya gosokan mondar mandir aja dari tadi, nyari apa nih anak atau mungkin lagi nunggu orang?" pikir Lala
"Eh Sinchan ngapa lu bolak balik aja, nungguin orang lu?"
"Kagak nunggu orang, gue lagi nyari BD!"
"What? Hadeh kumat lu."
"Bodo amatan, yang penting ngancing."
"Dasar pea."
__ADS_1
Selang beberapa jam...
Pindah dulu yuk ke Exotic, di sini ikannya lagi gak bagus katanya."
"Hadeh, capedeh!"
Akhirnya mereka bertiga pindah ke Exotic dengan muka udah pada tipsy, ngomong udah pada ngelantur, naek bajaj biar cepet.
Dulu tuh gak di Miles gak di Exotic, security, waitres, dj-djnya semua udah pada kenal saking seringnya mereka bertiga ke situ.
"Grup kuncen" mereka panggil Lala dan sahabat-sahabatnya dulu.
Bangga? Tidak! Apa yang mau dibanggain tiap ke Miles ama Exotic mereka orang clubbing or dugem. Cuma seru aja gitu ya kan jadi banyak temen.
Bangganya ya mereka bertiga pake duit sendiri nakalnya, bukan menta orang tua atau pake duit orang.
Oke lanjut ... Tiba di Exotic ...
Di parkiran Exo udah lumayan penuh mobil dan motor, pasti rame banget nih di dalem bejubel, jalan aja kadang susah saking penuhnya. Apalagi weekend gini, nonstop ya kan Miles dan Exotic tutupnya senin siang jam dua belas teng.
"Loket Exo antrinya lumayan panjang juga, edang dong. Megalomen lu yang antri gih, Ntar kalau udah panggil kita berdua."
"Ya udah, jangan jauh-jauh nunggunya susah ntar gue manggilnye."
"Eh iya gue lupa sekalian kunci lokernya, taro nih tas kita orang."
"Siap bos."
Mereka berdua nunggu deket parkiran motor, Megalomen sembari menikmati sebatang rokok.
Tik tok tik tok ... tiga puluh menit berlalu ...
Megalomen dari loket melambaikan tangannya, mereka berdua langsung jalan cepet menghampiri.
Sesampainya di dalem mereka bertiga langsung panggil waitres karena malam itu sangat ramai pengunjungnya, oh ... Em ... Ji ...
"Tolong cariin sofa or table yang kosong ya bro."
"Kalau sofa udah full bos, kayanya table udah full juga deh."
"Etdah, terus gimane ini?"
"Coba saya tanya temen dulu bos, bentar ya."
"Oke deh, gak pake lama ya."
Waitres itu mengacungkan jempolnya dan pergi untuk mencari info sama waitres yang lain.
"Gila! Full semua katanya. Dia mau tanya waitres yang laen dulu siapa tahu ada yang, kosong."
"Waduh, terus mau gimana nih kalau gak ada yang kosong Chan? Kita balik lagi dong ke, Miles?"
"Ya begitu, lah." Lala dan Megalomen tepok jidat, Capcay goreng dweh.
Lagu-lagunya di Exo lumayan enak di denger, tanpa disadari badan mereka bertiga goyang mengikuti irama musik.
"Hobah!"
__ADS_1
Emanglah tuh bocah satu mau musik pop, progresif, dangdut, tetep jogetnya ala ala dangduters mania aselole hahay.
Saking asyiknya sampe gak ngeh kalau waitres yang tadi udah dateng nyamperin mereka orang lagi.
"Bos, bos!"
"Eh iya, gimana ada yang kosong?"
"Ada yang kosong tapi cuma dua bos, kursinya."
"It's oke, yang penting ada!"
Lalu Sinchan colek mereka berdua untuk ikutin waitresnya ke table, jalan aja agak susah saking fullnya. Kadang ada aroma bau keringat yang kurang enak kecium, menusuk hidung. Aigooo.
"Rasanya pengen semprotin minyak wangi aja berbotol-botol atau sodorin rexona ke orang, itu!" gerutunya.
Tapi apalah daya Lala cuma bisa nahan nafas sesekali. Huft!
Di table Sinchan langsung order minuman, lalu dia ke toilet. Dateng-dateng dari toilet dia bawa ikan tiga.
"Nih satu-satu lu sama, Lala!"
"Ho'oh Chan, La ..."
"Apa, Megalomen?"
"Nih!" sambil raih tangannya dia naro ikan itu di telapak tangannya.
Lala pikir apa yang ditaro di tangannya ternyata ikan, edan dong!
Ikan kakap, ikan bawal sama ikan yang belang putih orange itu, Nemo dong. Eh gimana sih, Nemo konon.
Dicek jam di ponsel, ternyata udah mau tengah malam lagi. 22:54 angka yang muncul di beranda ponsel Lala. Dia dan dua sahabatnya mulai minum dan menunggu.
Kaki dan tangan mulai dingin, kaki mulai naek turun di pijakan kursi, kaya yang lagi ngejahit. Jari-jari goyang sendiri, gigi mulai ngancing.
Pecah!!
Masih di Exo...
Karena padatnya situasi dan kondisi saat itu, Lala dan Megalomen cuma beranjak dari kursi kalau mau ke toilet.
Lain cerita dengan Sinchan, dia gak bisa diem tahu-tahu di deket dj, tahu-tahu di dance floor, petakilan beud tuh bocah. Keuntungan punya badan kecil biarpun lagi rame orang gampang lewatnya.
Beberapa jam berlalu keadaan yang tadinya padat merayap penuh sesak berangsur sedikit renggang, Lala perhatikan banyak yang mulai keluar, ia lihat jam di tangannya sudah hampir subuh.
"Ayo ke dance floor mumpung udah agak sepi, nih!"
"Hayuk atuh urang joget, ih."
"Gih, gue ngaso dulu!"
Megalomen menarik tangan Lala ke dance floor, mereka berdua mulai goyang mengikuti irama musik yang dimainkan dj.
Lagi asik menari tiba-tiba badan Lala kesenggol seorang pria dari belakang, spontan dia menoleh ke arah pria itu.
Lala pikir siapa pria yang tidak sengaja senggol badannya dari belakang, ternyata wajah yang sangat tidak asing wajah yang selama beberapa bulan ini menemani hari-harinya dan wajah yang tadi sore menjelang malam kena cap merah lima jari tangan kanannya yang mendarat di pipinya.
__ADS_1
Sebelum dia dan sahabat-sahabatnya janjian di Kfc.
"Elo?"