PACARKU PERJAKA TULEN

PACARKU PERJAKA TULEN
Perkenalan Tak Di Duga


__ADS_3

Di kantor...


"Bos, nanti mau pake gaun apa baju biasa aja ke Emponya?"


"Pake gaun yuk biar cantik, anggun gitu. Ala-ala beud yak gue."


"hayuk."


"Eh, gak deh. Pake celana panjang, cuma kita pake high heels."


"Dodol, ya udah pake celana panjang aja."


"Lu telepon dulu Sinchan, tanya udah jalan apa belom? Room berapa Shera."


"Siap bos."


Megalomen langsung telepon Sinchan dan Lala rapih-rapih.


"Tapi kok aneh ya kenapa aku deg-degan, mau ada apa nih? Moga gak kenapa-napa dan semua baik-baik aja. Oh ... Em ... Ji ..." batinnya.


"Sinchan, Jenong, Pesek udah pada di Empo, room tiga kosong tiga katanya."


"Ya udah, ayo kita turun."


Mereka berdua bergegas turun dan langsung naek taxi yang biasa pada mangkal depan kantor, selama di jalan dada Lala masih deg-degan, entah kenapa dan mau ada apa, Lala jadi kepikiran.


Celana panjang, tanktop, jaket bomber, tas selempang, high heels, rambut panjang di gerai, make up natural, so beautiful.


Emang air laut asin sendiri.


"Pak, tolong ngebut ya ke Emponya."


"Iya non."


Tidak sampai setengah jam taxi bluebird yang mereka berdua tumpangi sudah berhenti di depan hotel Emporium Pecenongan, suasana malam itu lumayan ramai banyak mobil parkir buat singgah dan makan di tempat, karena banyak juga pedagang makanan di sepanjang jalan Pecenongan.


Di room...


Udah ramai di room, ada yang nyanyi, joget, udah ada yang tipsy, mereka berdua dateng paling terakhir sepertinya.


"Pibedey Badak" ucap Lala dan Megalomen sama yang punya acara Shera, ulurkan tangan tuk salaman dan cipika-cipiki.


"Tengkiu guys, kalau mau rokok, makan, pesen aja. Kayanya gelas udah habis, panggil aja waitresnya."


"Woles Badak."


"Hai George, how are you?"


"Hai Lala, im good. Thanks for coming." Lala anggukkan kepala dan tersenyum tipis.


Sambil menunggu pesanan Lala dateng rokok, cemilan dan gelas, dia pilih lagu dulu buat berdendang lagu yang bikin badan bergoyang, saat itu dia lagi suka lagu dangdut sahara sama abang roni.


Lala tuang red wine ke dalam gelas wine, padahal banyak jenis minuman yang lain tersedia di meja, Martel, JackD, Black Label.


"Kupilih red wine aja, biar tipsy nya santai." batinnya.

__ADS_1


Setelah selesai duet sama Megalomen nyanyi dua lagu dangdut, entah kenapa pengennya duduk santai di luar room di loungenya.


"Gue ke lounge ya, Sinchan."


Sinchan, Pesek, Jenong, Megalomen, mereka satu-persatu mengikuti Lala ke lounge. Mereka berlima mulai ngobrol dan sesekali tertawa renyah.


Tapi ada satu kejadian lucu yang bikin mereka berlima ketawa geli sampe perut kram.


Baru duduk di lounge kurang lebih sepuluh menitan, mereka berlima sempat memperhatikan situasi sekitar.


"Kok banyak cewek pake gaun warna merah ya?" pikirnya.


Tidak lama ada satu orang wanita yang teriak, "kontes ... kontes ..." langsung berhamburan cewek-cewek yang menggunakan gaun merah mengikuti wanita itu.


"Omg ... Untung tadi gak jadi pake gaun kita ke sininya, Lomen."


"Emberan, untung gak jadi pake gaun kita ke sininya bisa dikira kita juga karyawan di sini La."


Mereka berlima langsung ketawa terbahak-bahak. Lucu campur menggelikan dan menggilakan.


Di sela-sela itu seorang waitres pria menghampiri dan menyodorkan gelas berisi minuman kehadapan Lala, sempet bingung siapa yang pesen minum karna gelas winenya masih penuh.


"Siapa yang pesen minuman ini, kak? Salah table ya?"


"Maaf bos, ini kiriman minum dari table yang di sebrang."


Refleks Lala langsung menoleh ke arah table yang di sebrang seperti waitres itu katakan. Dari sebrang nampak seorang pria tampan tersenyum manis, mengedipkan sebelah matanya sambil mengangkat gelas minuman yang di tangannya ke arahnya. Lala tersenyum simpul.


"Kok lihat tuh pria jadi deg-degan lagi nih, dari mau berangkat tadi deg-degan mulu. Ah gaswat, mati anak ayam." pikirnya.


"Siap bos."


Minuman dari pria tampan di table sebrang diminum Jenong karena Lala gak mau mabok berat, besok masih kerja ya kan belom weekend.


Tidak lama pria di table sebrang dateng ke table mereka orang dan menarik kursi yang di sebelah kursi Lala.


Lala lagi kondisikan hati yang lagi deg-degan gak karuan, pipi memerah, salah tingkah dibuatnya.


"Hai, boleh kenalan?"


"Edan dong perasaan macam apa ini?" batinnya.


"Aku Lala, kamu?"


"Heri, Suheri lengkapnya."


"Polos amat nih laki." batinnya.


Lala memperkenalkan para sahabatnya dengan Heri, empat sahabatnya melambaikan tangannya ke arah Heri.


"Ini sahabatku semua, Sinta, Indah, Hara dan Yola."


"Hai aku Heri, lam kenal semua."


Karena terlalu asik bercerita dan bercengkrama terbawa dengan suasana lounge yang santai dengan suara musik slow yang mengiringi, tidak terasa sebentar lagi sudah mau close.

__ADS_1


"Ayo, kita siap-siap bentar lagi balik guys."


Para sahabat Lala menganggukkan kepala dan mulai rapih-rapih.


"Eh Lala cantik, boleh minta no hp nya gak?"


"Boleh Heri."


"Tengkiu Lala cantik."


Lala cuma tersenyum simpul mendengar pujian yang sering didengarnya, "cantik."


"Mau bareng gak pulangnya Her? Kalau mau bareng ayo."


"Gak bisa Sinchan eh Sinta, gue belom kelar kerja."


"Oh, lu gawe di sini rupanya. Boleh kok panggil Sinchan."


"Iya Chan, nanti kutelpon ya La boleh gak?"


"Boleh, bebas Her."


"Baru putus si Lala."


"Ngapain bilang gue baru putus sih, dasar Megalomen dodol." gerutunya.


Wajah Lala memerah karena malu atau karena efek minum red wine, entahlah. Intinya hari itu dada Lala deg-degan terus gak karuan dekat pria tampan yang baru saja dikenalnya, Suheri.


"Mau langsung balik, apa kita cari makan duyu?"


"Lu laper?"


"Gak juga sih, mana tahu lu orang laper."


"Udah pagi ini balik aja, di apart kan banyak makanan."


"Iyalah, kita langsung balik aja."


"Balik aja, ngantuk juga nih."


Berlima satu taksi, untung badannya kecil-kecil mereka orang. Cahaya matahari mulai muncul ke permukaan planet bumi menyinari alam jagat raya yang indah ini, Lala buka kaca taksi. Semilir angin yang masih bersih dari polusi menyentuh wajahnya yang masih memakai riasan, matanya sayup-sayup karena rasa ngantuk mulai menghampiri.


Drrttt ... Drrrttt ...


Ponsel bergetar di kantong celana panjang Lala sempat mengejutkannya yang hampir terlelap, sengaja ponselnya mode getar.


Di buka ponselnya, Lala lihat nomor baru.


"Siapalah yang sms pagi-pagi gini?" gumamnya.


"Hai Lala cantik, ini nomer aku yang tadi di lounge Empo, di save ya cantik. Heri"


"Oh Heri, kirain siapa. Oke."


Bikin senyum-senyum sendiri lihat emo lope-lope di smsnya Heri.

__ADS_1


Disave nomer teleponnya dengan nama Heri Empo.


__ADS_2