PACARKU PERJAKA TULEN

PACARKU PERJAKA TULEN
Takut Khilaf


__ADS_3

Dilihat jam dinding udah jam dua dini hari.


"Yawn ... Gue mau molor, ntar kalau Si Heri bangun lu orang bangunin gue,"


"Oke bos!"


Lala beranjak dari sofa dan melangkah ke kamar, merebahkan badannya tak lama ia pun terlelap tidur.


Pesek dan Jenong sedang kekenyangan Pizza sembari duduk santai di sofa, kembali sibuk dengan ponselnya masing-masing sembari nonton tv.


Heri ngelilir, lihat jam di tangan kirinya udah jam sebelas siang. Dia lihat sekeliling gak ada siapa-siapa, ia langsung beranjak jalan ke kamar mandi.


"Pada ke mana ini, manusia?" pikirnya.


Lala pun terbangun, ia langsung bangun dari singgasana peraduan dan jalan cepat ke kamar mandi.


"Eh, kekunci. Ada siapa di dalem? Helo," sembari nahan pipis kebelet, euy!


"Aku Heri,"


"Cepetan ih kebelet pipis nih,"


"Iya cantik tunggu bentar,"


Ceklek...


"Awas!" Lala langsung terobos masuk dan tutup pintu kamar mandi.


"Etdah kaget gue!" gumam Heri.


Heri melangkah ke arah jendela, membuka tirainya dan melihat sekeliling di luar.


"Itu kan bisa di buka pintu ke balkonnya,"


celetuknya saat keluar dari kamar mandi dan ambil aqua di lemari es.


Heri sontak kaget pas denger suaranya lalu menoleh ke arahnya sembari nyengir, "eh iya panas di luarnya,"


"Ye dia kaget, lagi bengong berarti dia tadi lihat keluar jendela." pikirnya.


"Kalau mau makan, ngopi, bikin aja sendiri ya Her,"


"Iya cantik, mana sini aku bikinin kalau mau makan sama ngopi,"


"Ambil aja di kulkas, emang bisa masak?"


"Bisa masak dikit-dikit mah,"


"Cakep! Lihat aja sendiri ada bahan apa aja tuh di kulkas udah pada abis kali, belum belanja pada sibuk!"


"Ada Pizza nih mau, ya! Masih ada kok itu bahan buat di masak." Heri periksa lemari es sambil makan Pizza.


"Makan aja Pizza semalem itu,"


"Gak pp, masih bisa dimakan kok kan taronya di kulkas,"


"Keluarin sini Pizzanya mau juga ih, makan dewekan bae!"


"Kirain gak mau,"


Diambilnya Pizza di lemari es dan diletakkan di meja sofa.


"Belum sempet makan tuh Pizza semalem, masih kekenyangan baso rusuk akunya."

__ADS_1


"Oh, ngobrol dong cantik," sembari mengunyah dengan lahapnya tuh Pizza


"Ngomong ama tembok gih!" ucap Lala geram.


"Ngambek Si cantik, piss ah!" sembari Heri mencubit hidungnya.


"Gak boleh pegang-pegang, takut khilaf!"


"Jiiiaaahhh..."


Ketawa mereka berdua saking kencengnya sampe ngebangunin tidur Si Pesek sama Jenong.


"Rame amat euy!" Pesek keluar kamar sembari ngucek-ngucek mata lalu rebahan lagi di sofa, gak lama disusul keluar kamar Jenong yang belok ke kamar mandi.


Lala dan Heri diam seketika lihat Pesek dan Jenong.


"Duh, kasian bocah pada jadi kebangun gara-gara berisik ama ketawa gue sama Heri," batinnya.


Lala pura-pura belaga beg* sembari makan Pizza dan menontont tv, sesekali mata ngelirik ke arah sofa dan kamar mandi begitu juga dengan Heri.


"Jam berapa nih La?" tanya Jenong saat keluar dari kamar mandi.


"Udah jam setengah satu,"


"Ah gue pikir udah sore, gue sama Pesek tidur pagi," sembari duduk dan menyenderkan punggungnya di sofa.


"Kalau masih ngantuk molor lagi sono, Kalau gak kita belanja bahan-bahan buat masak yuk ke Giant yang deket aja,"


"Ntar gue kumpulin nyawa dulu, Pesek melek lu mau ikut gak ke Giant? Tuh laki mau ikut La?" Jenong sembari melirik ke arah Heri.


"Gak tahu, mau ikut Her?"


"Kalau diajak ya ikut," timpal Heri sambil cengar-cengir.


"Ho'oh, tau sendiri kalau udah belanja buat kulkas juta-jutaan buanyak beud."


"delapan enam!" sambung Heri.


"Ikut!" celetuk Pesek dengan mata masih merem.


"Ya ayo buru, bangun," sembari Lala melangkah ke kamar ambil dompet dan jaket bombernya.


Pesek dan Jenong langsung beranjak dari sofa, jalan cepet ke kamar merapihkan diri masing-masing. Kalau Heri masih ngadepin tuh Pizza.


"Masih laper gak, Her? Kalau masih ntar kita makan di deket Giant aja,"


"Pizza kenyangnya bentar cantik, gak kaya nasi hehehe,"


"Oh berarti masih laper lah ya, ya udah ntar makan dulu baru ke Giant,"


"Ngikut aja aku mah cantik, namanya juga diajak orang cantik."


"Oke, udah pada rapih belom lu pada? Pesek, Jenong, lama amir cepet woy!"


"Lima menit lagi," Pesek sambil nyanyi tuh lima menit lagunya Ine Cinthya, dasar dangduters.


"Etdah, dia pake nyanyi," Heri kaget tapi seneng ada yang doyan dangdut, sealiran katanya.


"Udah biasa Pesek mah, suka sembari dangdutan kalau pas sikonnya,"


"Kemon kita, chaw!" ucap serempak Jenong sama Pesek sembari jalan keluar dari kamar.


"Ayo, kita jalan kaki aja deket ini. Tolong bawa tuh payung Her takut hujan, ayo ih,"

__ADS_1


Mereka berempat berjalan santai ke Giant, ketika di luar sudah deket Giant mereka mencari makan dulu yang deket-deket, isi bensin dulu ya kan.


"Makan apa nih enaknya, La?"


"Ho'oh, makan apa kita bos?"


"Gue sih maunya yang pedes asem, seger nih siang-siang gini,"


"Bener banget!" timpal Pesek, Jenong, Heri semangat.


"Coba sebutin apa aja yang, recommend? Terus di mana aja yang deket-deket Giant yang enak pedes asem,"


"Ada mpek-mpek, baso, mie ayam, banyaklah makanan deket Giant,"


"Tekwan yang kemaren lu orang bawa enak tuh, di mana belinya? Gue mau,"


"Tuh Pesek yang beli, di mana Pesek?"


"Noh! Mpek-mpek yang dibelokkan kanan sebrang Giant malah. Ayo lah gue juga mau mpek-mpeknya,"


"Gue mau tekwannya aja pedes asem, seger, cus lah!"


"Heri pasti jawabnya ikut aja kalau gue tanya mau makan apa?" pikirnya.


Heri cuma cengar-cengir dengerin mereka bertiga ngomongin makanan sambil maenin payung.


Dalam sepuluh menit mereka sampai warung mpek-mpeknya, duduk di meja yang di pojok.


"Pesek pesen gih, gue tekwannya aja ya,"


"Gue kapal selem,"


"Kamu mau apa Her? Kalau mau nasi ada nasi padang tuh di sebelah,"


"Aku ntar pesen nasi padang aja,"


"Oh oke!"


Pesek jalan ke depan samperin mbak penjualnya.


"Mbak, pesen yang biasa aku pesen ya terus tekwan satu, kapal selem satu,"


"Iya, tekwannya pedes apa gak?"


"Pedes mampu kata Si Bos,"


"oke!"


Yang biasa Pesek pesen itu mpek-mpek ama tekwannya dicampur, sedangkan Heri pergi ke sebelah pesen nasi padang.


Lala makan tekwan dengan rusuhnya pedes mampus plus asem, seger!


Jenong sama Pesek makan dengan lahapnya ternyata laper juga mereka, kirain gak laper secara ya kan makan pizza banyak semalem plus baru bangun tidur.


Heri makan nasi padangnya cepet banget habisnya padahal porsi besar pesennya, lauknya banyak rendang, telor dadar, ayam goreng.


Makannya banyak juga Heri, luar kandungan eh luar binasa eh luar biasa.


Pas banget selesai makan Sinchan telepon ke ponsel Pesek.


"Halo, di mana lu pada?"


"Halo, di mana-mana hatiku senang,"

__ADS_1


"Gigi lu meletak, gue lagi di jalan mau balik apart, bocah-bocah ama lu?"


__ADS_2