
Syasabila khairunisa atau biasa akrab dipanggil caca adalah seorang mahasiswi pascasarjana falkutas ekonomika dan bisnis di universitas nomor satu. Caca seorang wanita berusia 27 tahun yang sangat mencintai keluarganya, periang, pekerja keras, dan ramah. Semangat yang dimilikinya tidak jauh berbeda dengan anak-anak muda berusia 17 tahun. Karena semenjak kecil, keluarga caca mengajarkan untuk menjadi seorang perempuan hebat, mandiri dan bertanggung jawab terhadap apapun. Walau usianya 27 tahun, tidak membuat caca merasa bahwa usia menjadi penghalang untuk mewujudkan cita-cita menjadi seorang pengusaha perempuan yang hebat.
Berbeda halnya dengan Alexander Galvino, seorang laki-laki berusia 24 tahun dari keluarga kaya raya dan terpandang. Alex adalah nama panggilan yang kerap digunakan oleh orang-orang yang mengenal kepribadian cowok berparas tampan, tinggi, gagah, tetapi cuek. Alex akan menjadi luar biasa perhatian ketika dia bersama dengan keluarga dan teman-teman terdekatnya. Tetapi ketika bersama dengan orang lain, alex akan bersikap dingin dan cuek. Sifat dingin dan cuek menjadi daya tarik alex terhadap semua perempuan yang bertemu dengannya. Tidak hanya sifat dan penampilan alex yang membuat semua orang mengangguminya, tetapi karena alex juga merupakan salah satu mahasiswa terpintar di universitas nomor satu. Walaupun alex mengambil jurusan hubungan internasional tidak membuat alex berhenti untuk menekuni dunia bisnis dan teknologi. Inilah yang menjadi daya tarik karena alex tidak hanya terlahir dari keluarga kaya raya, tetapi dia memiliki bakat dan kepintaran yang diakui oleh semua orang. Salah satunya pihak kementrian komunikasi dan teknologi yang mengakui kepintaran yang dimilikinya, dan membuat alex memperoleh tanggung jawab untuk menjabat posisi sebagai lead manager regional Yogyakarta untuk sebuah ajang kompetisi startup teknologi dari kementrian komunikasi dan teknologi.
Pertemuan dan takdir membawa kedua insan bertemu di situasi yang tidak terduga. Semenjak diberi mandat oleh sekjen kemenKominfo untuk mengemban tugas dan tanggung jawab, membuat alex menjadi seorang laki-laki yang super sibuk. Alex harus bisa membagi waktu antara bekerja dengan kuliah. Karena menurut alex, tanggung jawab yang diberikan oleh pihak kemenKominfo ini menjadi salah satu batu loncatan untuk karir di masa depan.
Sama halnya yang dilakukan oleh caca, semenjak dia memutuskan untuk resign dari pekerjaan di perusahaan swasta dan menjabat sebagai area manager, membuat caca merasa bahwa langkah yang dilakukannya adalah salah satu cara untuknya agar dia bisa lebih fokus dalam membangun bisnis dan melanjutkan pendidikannya di jenjang master adalah dengan keluar dari pekerjaannya. Walaupun semua orang berkata bahwa membangun sebuah bisnis itu tidak mudah tetapi bagi caca membangun bisnis dari hasil jerih payah merupakan sebuah pencapaian yang membuatnya puas dan bangga. Caca selalu beranggapan bahwa semua pekerjaan memiliki kesulitan dan tantangan masing-masing. Semua itu tergantung kepada setiap individu dan pikiran individu. Prinsip yang selalu diajarkan kedua orang tuanya lah membuat caca menjadi seorang wanita mandiri, tangguh dan pekerja keras.
__ADS_1
Tepat 1 tahun sudah caca membangun bimbel privat yang berfokus kepada pendidikan anak-anak sd - kuliah di kota Yogyakarta. Selama 1 tahun itu pula, caca belajar banyak hal mengenai bagaimana berhadapan dengan customer, berhadapan dengan orang tua siswa, mencari pegawai, mencari tutor, bahkan dia belajar untuk bisa membagi waktu antara kuliah S2 dengan bisnis bimbel yang sudah di gelutinya selama 1 tahun belakangan ini.
Tepat di hari senin pukul 06.30, caca bersiap-siap untuk berangkat kuliah mengingat jarak rumah dengan kampus lumayan jauh ditambah caca bukan perempuan yang menyukai mata kuliah dengan jam pagi. Sehingga mau tidak mau, caca selalu terlambat jika berhadapan dengan kuliah pagi pukul 07.00.
30 menit berlalu, caca memarkirkan mobil avanza silvernya dengan cepat tanpa menghiraukan mobil lain yang ingin melewati sisi kanan mobil caca. Dengan lihai seperti layaknya pembalap F1, caca bisa menepatkan mobilnya dengan baik tanpa lecet sedikitpun. Ia melihat kanan kiri, langsung melompat turun, menutup pintu mobil dan mengunci mobilnya dengan cepat lalu berlari menuju kelas pagi.
"caca, kok baru sampai sih?" Tanya Hana salah satu sahabat caca yang duduk disampingnya. "dari tadi aku whatsapp kamu, kamunya enggak bales-bales, ku pikir kamu bakal TA lagi." Tanya Hana dengan menyeritkan sebelah alis kanannya.
__ADS_1
"Enggaklah han, mana mungkin aku bolos di mapelnya pak mahfud. Bisa-bisa nilaiku dapat C." Jawab caca sambil geleng-geleng kepala membayangkan dosen killer yang ditakuti semua mahasiswa mahasiswi di fakultas ini.
"Yah siapa tau aja seorang pembisnis wanita sepertimu berani enggak masuk kuliah gara-gara banyak kerjaan." Jawab hana sambil ketawa disertai cengiran yang membuat caca ingin memasukkan hana kedalam karung beras saat itu juga.
__ADS_1