Pelabuhan Hati Sang CEO

Pelabuhan Hati Sang CEO
Langkah awal menjadi sebuah kisah (part 3)


__ADS_3

Setelah urusan caca di kantor bimbel cabang magelang selesai, caca bergegas menuju ke lokasi selanjutnya. Di perjalanan menuju lokasi, tiba-tiba ponsel caca berdering.


"Halo....iya kenapa beb, ooh oke, nanti aku kesana deh ya, iya habis urusanku selesai." ucap caca sambil mengendarai mobilnya dengan hati-hati. Setelah mematikan ponselnya, caca langsung bergerak menuju kantor cabang pusat. Sesampainya dikantor pusat bimbelnya, caca langsung menyuruh staff administrasinya untuk melaporkan perkembangan bisnisnya. Dirasa cukup memuaskan, lalu ia pun bergegas menuju lokasi lain untuk bertemu sahabat baiknya.


Sesampainya di sebuah cafe ternama di Yogya, caca mengambil posisi tempat duduk yang berdekatan dengan taman asri dan membuat caca mengantuk dikarenakan similir angin sepoi-sepoi yang terus menerus berhembus dengan pelan. Ketika mata caca hendak terpejam karena dirasa sangat berat, tiba-tiba datang seseorang.


"Doooorrrr...." teriak kedua cewek yang mengagetkan caca yang posisi saat itu hendak terpejam karena mengantuk.


"Sialan kalian. ngapa woi pake ngagetin orang. untung jantungku kuat. " Keluh caca sambil mengelus dadanya karena takut tiba-tiba terserang penyakit jantung karena ulah kedua sahabatnya. Kedua cewek yang dimaksud caca adalah sahabat baiknya yaitu Deva dan Ita. Mereka sudah berteman baik semenjak sekolah menengah pertama hingga saat ini. Karena mereka masih berada dan tinggal di kota yang sama sehingga membuat ketiga cewek ini sering menghabiskan waktu bersama. Caca memiliki 5 orang sahabat baik yang berasal dari sekolah yang sama sewaktu smp dulu, dan semua sahabatnya masih berada di kota yang sama. Sehingga caca tidak akan sulit untuk bertemu dan menghabiskan waktu bersama. Mungkin ini yang dinamakan sahabat baik, tanpa diminta pun, mereka akan setuju untuk meluangkan waktu.


"Hahahaha...makanya jangan tidur, malu kali cewek sendirian disini, eh enggak taunya malah tidur. Tuh diliatin banyak orang kamu tidur disini." ucap deva dengan menyubit lengan kiri caca supaya caca bisa tau kalau dari tadi, dia menjadi pusat perhatian banyak orang di cafe ini.


"Iiih...apaan juga, emangnya aku artis sampe diliatin begitu. Wajar dong ngantuk kalau duduk begini, apalagi tuh anginnya sepoi-sepoi begini. aaaah.... coba ada kasur."ucap caca yang sedari tadi sudah tidak tahan menahan kantuk yang menyerang tiba-tiba.


"Ckckckcck...dasarrr...emangnya kamu tidur jam berapa ca ?" tanya ita yang heran melihat sahabatnya dengan kondisi lingkaran mata seperti mata panda.


"Heem.. enggak tau, mungkin jam 12 an malam ?? aaah.. pekerjaanku banyak, dan tugas kuliah juga banyak. mau enggak mau diriku ini harus berjuang menjadi wonder woman kawan." Peluh caca mengingat tugas yang diberikan dosen dikampus tidak main-main, ditambah mengingat bisnis bimbelnya yang sedang maju pesat.

__ADS_1


"Yaudah sih, sekarang kendorin dulu, ketemu sama kita-kita kan biar kamu rileks enggak mikirin kerjaan sama tugas kampus. bener enggak ta ?" ujar deva


"Yoi...udahlah, sekarang rileks aja ca, mending makan yang enak-enak biar makin semangat." jawab ita sambil melihat-lihat menu makanan yang disediakan di cafe.


"Eh bentar yaa, aku sambil liat kerjaan dulu. Urgent niih.." ucap caca sambil mengeluarkan laptopnya dan menekan tombol on untuk segera melihat semua berkas serta mengecheck file-file tugas. Jujur, caca sendiri harus ekstra hati-hati karena dia harus bisa balance dengan bisnis dan pendidikannya. Sehingga dia menjadi perempuan yang serius ketika sudah berhadapan dengan pekerjaan dan pendidikan.


Setelah mengecheck semua berkas dan file-file tugas, caca tiba-tiba menemukan sesuatu yang menarik. Benar....caca tertarik dengan sebuah kompetisi bisnis, tetapi kompetisi ini bukan kompetisi biasa melainkan kompetisi ini tentang membangun sebuah startup berbasis teknologi. Karena caca termasuk perempuan yang tidak terlalu mengikuti trend sehingga caca menjadi penasaran. Dengan polosnya tanpa tahu sebenarnya apa itu startup teknologi. Alhasil, caca mendaftar kan diri diajang kompetisi tersebut. Setelah mendaftar dan mengisi beberapa form, caca mematikan laptopnya.


"Udah beres non." Ledek deva ketika melihat caca sudah memasukan laptopnya kedalam tas.


"Udah yuk makan, aku laper nih daritadi nungguin caca mantengin laptop." keluh ita


Setelah 2 jam lamanya, ketiga cewek akhirnya mengakhir pembicaraan mereka dan memutuskan untuk pulang kerumah masing-masing. Berbeda dengan caca, ia memilih untuk melanjutkan bekerja. Karena staff marketing yang masih terbatas, mau tidak mau caca harus membantu pekerjaan dilapangan. Caca membagikan brosur bimbel di jalan raya, sekolah-sekolah baik sd - sma. Setelah dirasa semua brosur habis, barulah caca kembali kerumah. Sesampainya dirumah, seperti biasa caca akan selalu mengucapkan salam dan mencuci kaki serta tangan sebelum masuk kedalam rumah.


"Mama...mama...."teriak caca sambil menggendong beberapa berkas dan dokumen yang ada ditangan caca.


"Ya allah anak mama, kenapa teriak-teriak sih, iya mama denger dek." jawab mama caca seraya keluar dari kamarnya untuk menemui anak perempuan satu-satunya yang sedari tadi memanggil namanya.

__ADS_1


"Hehehee.. ma, tolongin dong, ini bawaan caca banyak, berat. huhuhu." ucap caca dengan menunjukkan barang bawaannya yang banyak.


"Aduuh.. kenapa tiap hari kamu bawa barangnya banyak sih dek. Sini mama bantu." Ucap wanita cantik ini yang tidak lain adalah mama caca.


"Maklum ma, ini kan semua laporan perkembangan bisnis bimbelnya caca. Mama masak apa hari ini ?" ujar caca sambil melenggang pergi menuju meja makan.


"Ini mama masak ayam panggang kesukaan kamu. udah sana taruh dulu barangnya ke kamar, terus ganti baju baru makan." ucap mama caca seraya membuka pintu kamar caca.


"Muuuuaaah... okee maa." jawab caca sambil mengecup pipi sang ibunda tercintanya.


Setelah menaruh semua barang-barang berharganya dan mengganti baju, caca berjalan menuju ke meja makan untuk memulai ritual makan sorenya. Tanpa menunggu babibubebo, caca langsung melahap rakus semua makanan yang ada dipiring caca. Maklum, walaupun caca berbadan kecil, tetapi porsi makan caca seperti kuli yang habis bangun stadion mandala krida. Mau makan seberapa banyakpun, caca tidak akan menjadi gendut seperti perempuan-perempuan lain yang mengkhawatirkan berat badan mereka. Mungkin inilah yang menjadi jiwa-jiwa kaum hawa yang iri melihat badan caca. Kecil, mungil, tidak terlalu tinggi, bahkan bisa dibilang proposional dan wajah yang imut. Banyak orang yang salah kalau caca masih berumur 17 tahun, padahal saat ini caca sudah berusia 27 tahun. Yaaa benar saja, genetik dari sang mama yang membuat caca terlihat awet muda (baby face).


Tidak bisa dipungkiri bahwa sebenarnya caca terkenal di kampusnya karena bentuk fisik dan wajah yang dimilikinya. Tetapi karena sifat caca yang cuek dan tidak pernah memperdulikan semua itu, sehingga tidak ada satupun yang berani untuk dekat atau bahkan menyatakan cinta kepada caca.


Setelah kenyang, caca memutuskan untuk kembali ke kamar dan mengecheck sebuah email. Benar saja, ada notifikasi dari "Kompetisi Startup Teknologi Regional Yogyakarta" yang menyatakan bahwa caca berhasil lolos seleksi administrasi. Selanjutnya, caca diminta untuk hadir pada hari sabtu pukul 09.00 pagi untuk mengikuti tahap pertama yaitu Ignition (Seminar online yang memberikan pemahaman dari para pelaku & regulator industri startup selama 2 hari).


Tanpa disadari, caca bangkit dan duduk dan berteriak "YESSSSS...Akhirnyaaaa !" sambil bergoyang dan menari karena mendapat notifikasi yang menyatakan LOLOS dan masuk kedalam tahap Ignition, membuat caca semakin semangat dan tidak sabar untuk menunggu event tersebut.

__ADS_1


__ADS_2