Pelabuhan Hati Sang CEO

Pelabuhan Hati Sang CEO
Startup Teknologi


__ADS_3

Keesokan harinya.... Setiap hari, seperti biasa caca selalu melakukan rutinitas paginya yaitu berolahraga pada pukul 05.15 pagi. Caca bukan penggila olahraga tetapi caca merasa dengan melakukan olahraga setiap hari membuat badan caca menjadi lebih rileks dan bugar. Tepat pukul 08.00 caca bersiap-siap, memilih pakaian terbaik untuk hari ini karena hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu caca. Ia akan mengikuti ignition yang diselenggarakan oleh Kementrian Komunikasi dan Teknologi untuk program kompetisi startup teknologi regional Yogyakarta. Setelah caca berpakaian dan memakai make up tipis agar tidak terlihat pucat saat bertemu dengan banyak orang di gedung pertemuan.


Sesampainya caca di lokasi, caca langsung menaiki tangga menuju ke lantai 2 dan registrasi ulang sebagai peserta. Tidak bisa dipungkiri, situasi di gedung tersebut sangat ramai. Jumlah peserta yang datang ke acara kompetisi lebih dari 1000 orang dan dari berbagai daerah. Ada yang dari solo, jateng, semarang, madiun dll. Semua peserta sangat bersemangat termasuk caca. Kala itu caca merasa menyesal tidak mengajak sahabatnya untuk ikut mendaftar karena jika caca mengajak hana, setidaknya caca tidak merasa sendiri dan kesepian. Setelah proses registrasi selesai, barulah panitia memanggil nama peserta dan dipersilahkan masuk ke dalam gedung.


Selama 1 hari penuh, peserta diperkenalkan mengenai berbagai macam sektor yang berpotensi untuk dijadikan sebuah bisnis berbasis digital. Mulai dari sektor pariwisata, edukasi, pertanian, peternakan, logistik, dll.


Mau tidak mau caca harus berpikir keras untuk dapat menentukan sektor mana yang ingin ia masuki.

__ADS_1


"Eeehm....aku mau pilih apa. bingung sendiri, toh aku enggak paham apa-apa kecuali tentang edukasi secara bisnisku aja bimbel. eehm....apa aku pilih edukasi aja ? tapi kalau pilih edukasi sama aja aku enggak belajar banyak dong." ucap lirih caca sambil melihat situasi di dalam gedung yang sudah sangat ramai dan berisik. Secara tidak sengaja, caca melihat seorang laki-laki berparas tampan, tinggi dan bagai model berjalan dengan santai.


"Perasaan aku kenal sama ini cowok. Tapi ketemu dimana ya ?" ujar caca sambil berpikir. Tepat disaat caca ingin membalikan badanya, tidak sengaja caca bertabrakan dengan seseorang.


"Duuuuk....aduh." Teriak caca sambil terhuyung sedikit kebelakang tapi tidak terjatuh karena dengan sigap tangan laki-laki tersebut menarik tubuh caca kedalam pelukan laki-laki itu agar tidak terjatuh.


"Kamu enggak apa-apa kan ?" ucap cowok tampan itu. Mata caca langsung terbelalak dan menatap penuh bola mata laki-laki itu. Masih dengan keadaan kaget dan tidak sadar kalau posisi mereka berdua terlihat sangat intim seperti layaknya seorang kekasih.

__ADS_1


"Aah i...iyaa...eehm... makasih." jawab caca dengan terbata-bata sambil melepaskan tubuhnya dari pelukan alex. Benarr... laki-laki tampan itu adalah alex. Caca pun mulai mengamati dengan lebih detail dan tiba-tiba, ia teringat pernah bertemu dengan laki-laki ini sebelumnya.


Tanpa disengaja "Kamu....iyaa kamu...aduuh si cowok songong." ujar caca tanpa disengaja alias keceplosan.


"Haah.. songong ?" jawab alex dengan muka bingung.


"Eeeh...bukan bukan.. eehm... udah lupain aja ya. makasih untuk yang tadi." jawab caca dengan gugup.

__ADS_1


"Eeehm...." ujar alex dengan wajah datar dan langsung meninggalkan caca yang masih terbengong-bengong. Tanpa babibubebo alex langsung menuju ke atas panggung dan mengambil microphone untuk melaksanakan tanggung jawabnya sebagai lead of regional yogya. Lalu alex pun mengarahkan kepada semua peserta untuk segera mencari team dan memilih sektor mana yang di inginkan.


Caca akhirnya mencari 2 orang untuk masuk kedalam teamnya. Dan yang ingin caca masuki adalah sektor pariwisata. Entah apa yang ada dibenak caca saat itu. Yang jelas, caca ingin mengetahui lebih banyak lagi mengenai startup teknologi bersama dengan 2 orang yang menjadi teamnya.


__ADS_2