
Senin, pukul 07.00 di fakultas ekonomika dan bisnis
"CACAAAAAA............!" teriak Hana, saat melihat caca turun dari mobil yang tidak jauh terparkir dengan mobil hana saat itu.
"Iiissh....ini bocah pagi-pagi bikin gedek kuping aja." batin caca saat melihat sahabatnya berlari menghampirinya.
"haaaa...aaaahhh...huufft...gilaaa kayaknya aku harus olahraga deh. bentar..bentar...biar aku nafas dulu... hufffft... haaaa.... okee okee..." ujar hana sambil mengelus dadanya akibat berlari menghampiri caca.
"Kenapa kamu pake lari-lari segala ? udah tau enggak pernah olahraga, pake sok-sok lari." jawab caca sambil geleng-geleng melihat tingkah sahabatnya.
"Hooh..iyaa iyaa bawel, biar aku ngomong dulu sih ca. Gini lho, ini tanteku tiba-tiba mau ketemu kamu ca." ujar hana
"Hee...ketemu aku ? ada apa ?" jawab caca sambil melihat jadwal pekerjaannya yang telah dikirimkan oleh pegawai cabangnya.
"heem.. aku juga bingung, entah...mungkin ada hubungannya dengan bisnis ? atauuuuu... ?? aah masa sih ?" jawab hana yang sedikit kebingungan untuk menjawabnya, karena hana sendiri juga tidak tahu menahu kenapa tantenya tiba-tiba berniat bertemu dengan sahabatnya.
"Yaudah sih, bilang aja sama tante ria, aku bisa. cuma masalahnya enggak bisa lama-lama, kerjaanku banyak polll." Pekik caca saat melihat jadwalnya semua sangat penuh.
"Bentar...aku coba message tante dulu deh, siapa tau kan kalau kamu disuruhnya ke butik tante bukan ketemu di restaurantnya." Saat itu juga hana langsung memberitahukan tante ria bahwa caca bersedia bertemu dengannya.
" Eh katanya, tante mau ketemu kamu di resto aja ca. eehm... apa biar tante ria nge hubungin kamu langsung aja ya ? capek juga jadi jembatan kalian." ujar hana sambil memelas
"Terserah kamu aja. yaudah yuk masuk kelas, keburu masuk." Caca yang langsung berjalan cepat mengingat waktu yang tersisa tinggal 5 menit lagi.
Setelah 2 jam sesi mata kuliah Akuntansi Manajemen selesai. Akhirnya semua Mahasiswa dan Mahasiswi dapat beristirahat.
__ADS_1
"Han, kayak biasa yaah... hehehehee Titip Absen dong." peluh caca sambil menggenggam tangan hana
"Iiissh.. kebiasaan deh lu ca.haaa..untung kamu pinter coba kalau kaga, aku juga bakal kerepotan lagi." ujar hana sambil membereskan buku-bukunya.
"Thanks cantiik.. ooh iyaa ini kan aku sekalian mau ketemu tante ria nih. wekekekeke... Jadi impas dong ya." Kedip caca sambil melambaikan tangan dan pergi meninggalkan hana saat itu juga.
"Hadeeh...Untung sayang ca." batin hana saat melihat sahabatnya pergi begitu saja.
Saat berjalan menuju parkiran mobil, caca tidak sengaja bertemu dengan Alexander Galvino. Laki-laki tersebut bukan menghentikan langkahnya melainkan mempercepat langkah kakinya dan langsung menarik tangan caca.
"Tunggu." jawab Alex sambil menarik tangan kanan caca
"Eeeh.."Pekik caca saat tahu ada orang yang menarik tangan kanannya dengan kasar.
"Eh kamu apa-apan sih, asal tarik tangan orang. aku bukan sapiii tauu."teriak caca sambil berusaha melepaskan tangan dari cengkraman cowok satu ini.
"Diam kenapa sih ! Gue mau ngomong !" Ujar Alex menahan amarah melihat gelagat caca yang sedari tadi tidak bisa diam.
Setelah berjalan kaki menuju tempat sepi, Alex akhirnya melepaskan tangan caca seraya berusaha meredam amarah yang sedari tadi dia tahan.
"Lu mau ketemu nyokap gue kan ? ayoo ngaku ? tanya alex sambil menunjuk-nunjuk tangannya ke dada caca.
"Haa... nyokap ? siapa sih yang kamu maksud ?
"Ria Galvino... Tantenya hana Putri Galvino." Ucap Alex singkat
__ADS_1
"Haaaah ! itu... anuu..maksudku...tante ria, mama kamu ?" Teriak caca dengan suara lantang
"Iiish... lu tuh bisa enggak sih ngomong jangan teriak-teriak ! gue enggak budek tau !"
IYAA...Dia nyokap gue. makanya gue nanya, ngapain lu mau ketemu nyokap gue ?!" Sarkas Alex sambil berusaha menenangkan dada dan telinganya yang kaget akibat teriakan caca.
"Aku enggak tau. Baru juga mau berangkat ketemu sama tante ria, tapi kamu ? iyaaa kamu... tiba-tiba narik tanganku sampe kesini." Ucap caca cuek.
Tiba-tiba ponsel caca berdering. Kaget bukan kepalang, ternyata yang menelepon adalah tante ria. Otomatis, caca langsung menatap mata alex dan bertanya "Gimana ? ini perintah lho." Ujar caca sambil menunjukkan ponselnya kepada alex yang saat itu tertera nomor tlp sang ibunda alex.
"Gue ikut lu." Jawab alex
"Terserah. Diam jangan berisik, aku mau angkat tlp dulu." Ucap caca
"Halo tante ria, selamat pagi."
"Halo cantik, aduuh maaf ya tante pagi-pagi begini nyuruh caca ketemu tante. Kita ketemuan di Amplaz aja yah, sambil makan." Jawab tante ria dengan suara lemah lembut.
"Ehm...siapp tante. Caca Kesana sekarang tan. See you later tante." Jawab caca dengan nada ceria. Setelah menutup telepon dari tante ria. Tanpa sengaja mata caca bertatapan dengan mata alex yang saat itu menatap caca dengan keheranan.
"Kenapa liat-liat ? awas kalau kamu ikut jatuh cinta sama aku." Ujar caca dengan cuek tanpa memperdulikan tatapan sinis dari alex. "Buruan masuk, atau mau aku tinggal."
"Gue bawa mobil. Gue ikut dari belakang mobil lu aja." Ucap Alex sambil pergi begitu saja.
"Iiish... untung kamu anaknya tante ria, coba kalau enggak. udah aku bejeek bejeek biar jadi ayam penyet." Peluh caca saat melihat tingkah anak tante ria yang berbeda jauh dengan ibunya.
__ADS_1