Pelabuhan Hati Sang CEO

Pelabuhan Hati Sang CEO
Ignition (Part 2)


__ADS_3

Di perjalanan menuju rumah siswa, caca berpikir keras. Bagaimana jika ia tidak paham tentang bisnis startup teknologi. Sedangkan ia tidak memiliki background IT, apakah bisa menjalankan perusahaan berbasis IT tanpa latar belakang pendidikan IT. Caca semakin bingung dan bimbang, akankah ia bertekad dan mencoba terlebih dahulu atau mundur.


"Mungkin aku akan mencoba terlebih dahulu, urusan sukses atau tidak belakangan aja lah, yang penting aku coba dulu. Siapa tau dari program ini, aku bisa jadi lebih tau bagaimana bisnis teknologi bermain." Ucap caca untuk menenangkan pikirannya sesaat. Akhirnya caca telah sampai dirumah davin, siswa SMA kelas 3 yang sedang persiapan SNMPTN.


"Assalamualaikum ibu." ucap caca sambil menyalami tangan ibu davin yang berada di depan teras rumah.


"Waalaikumsalam mbak caca. ayo masuk mbak." jawab ibu davin


"Terimakasih bu. Saya permisi njih ibu." Ujar caca seraya melangkahkan kaki menuju ruang tamu. Caca membuka tas dan mengeluarkan semua buku-buku yang dibutuhkan untuk mengajar matematika.


"Halo mbak, udah lama mbak ?" tanya davin sambil mengambil duduk dekat caca.


"Enggak kok dek, ini baru aja sampe. gimana kemarin udah sampe mana lesnya sama mbak olin ?" tanya caca yang mematiskan siswa tersebut mengalami kendala dalam proses belajar.

__ADS_1


"Iya mbak, ada beberapa yang aku masih bingung soalnya kemarin mbak olin ngejelasinya kecepeten jadi aku ketinggalan." ucap davin sambil memeriksa buku tulisnya dan menunjukkan beberapa bab yang dirasa sulit dikerjakan oleh davin.


"Ooh yang ini. gini dek davin, bagian x kamu kalikan bagian x+1, naah didalam kotak itu ada petunjuk kalau x adalah kuadran jadinya begini. Sudah paham ?" tanya caca sambil melihat davin untuk memastikan bahwa davin paham dengan penjelasannya.


"Owalah ginii... hehehe.okee oke paham mbak. Lanjut next mbak." Jawab davin dengan semangat. Setelah 1,5 jam mengajar matematika, akhirnya caca berpamitan kepada davin dan ibu davin.


Ia langsung bergegas menuju lokasi berikutnya yaitu bertemu dengan anggota team startup. Caca bahkan sudah mempersiapkan semuanya untuk pertemuan hari ini.


"Sori lama mbak." ujar raditya dan diiringi anggukan kecil irsat.


"Enggak kok dit, aku juga baru aja datang, enggak lama banget. ayo duduk. biar cepet kujelaskan terus biar enggak kemalaman pulangnya." ucap caca sambil mengeluarkan beberapa kertas yang sudah sedari tadi ia persiapkan dirumah.


"Aku udah bikin konsep dan ide untuk team kita. Aku pengen kalau konsep startup kita fokusnya ke ranah culture and tourism. Kenapa ? karena aku pengen bisnis ini nantinya tidak hanya menguntungkan kita, tetapi dari bisnis ini kita bisa membuat gebrakan dengan pelaku pariwisata dan dampaknya besar. eehm... sebut aja SocialTechPreneur." ujar caca sambil melihat kedua anggota teamnya dengan khawatir.

__ADS_1


"Boleh mbak, itu ide bagus sih mbak. jadi kita disini enggak hanya lihat bisnis aja tapi juga ke dampak masyarakatnya yang lebih penting sih." ujar irsat sambil mengangguk tanda ia setuju dengan ide caca.


"Bener... aku juga setuju mbak, ini lebih baik sih. kalau kita prioritas ke dampak masyarakat itu jauh lebih mulai tapi kita tidak melupakan bisnisnya." jawab adit tanda dia setuju juga dengan ide caca.


"Oke kalau gitu, semua udah setuju. besok minggu depan kita tinggal persiapkan aja semua dengan matang. ooh iya untuk penamaan team kita sambil jalan ya. soalnya aku belum kepikiran nama team startup kita." ujar caca sambil membereskan barang-barangnya.


"Oke mbak. calling kita aja kalau mbak caca butuh bantuan." jawab adit disertai anggukan kepala irsat.


"Oke..sip. kalau gitu, meeting hari ini kita udahin aja ya. keburu malem juga nih." ucap caca dengan lugas


"Oke ..yuk pulang. Hati-hati dijalan mbak, jangan ngebut-ngebut." ucap irsat


"Siip... Duluan ya guys !" teriak caca sambil mengeluarkan motornya dari parkiran dan bergegas menghidupkan mesin motornya. Setelah berpamitan, caca langsung bergegas pulang kerumah. Waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 sehingga caca mau tidak mau mengendarai motornya cukup kencang agar pulang dengan tepat waktu.

__ADS_1


__ADS_2