
Batch 1 adalah ignition. Pada batch ignition, semua peserta diharuskan mencari anggota team yang memiliki visi dan misi yang sama. Untuk membuat sebuah team di dalam kelompok harus memiliki 3 peran yaitu Hustler adalah pemimpin atau CEO yang kuat didalam bisnis dan bisa mengarahkan anggota teamnya, lalu ada Hispter yaitu seorang ahli desain UI UX dan Hacker yaitu seorang yang ahli dalam membuat sebuah aplikasi baik bersifat web maupun mobile apps. Proses pencarian anggota dilakukan menggunakan form online. Didalam form online terdapat background masing-masing serta keahlian yang dimiliki peserta. Hal itu membuat caca semakin bersemangat dan mencari kandidat yang pantas untuk masuk kedalam teamnya. Caca berusaha berkomunikasi dengan peserta lain dan menawarkan diri untuk mengambil peran sebagai seorang hustler. Setelah melakukan pencaharian selama lebih dari 3 jam, akhirnya caca menemukan kandidat yang cocok yaitu raditya dan irsat. Raditya sebagai seorang hacker dan irsat sebagai seorang hipster. Kedua laki-laki berasal dari universitas yang sama dengan caca. Irsat berasal dari fakultas elektro sedangkan Raditya berasal dari fakultas IT.
Setelah menemukan kandidat, caca akhirnya memutuskan sebuah ide yang ingin dia bangun bersama dengan teman-temannya. Caca berharap ide ini bisa jadikan sebuah bisnis yang bisa menolong hidup banyak orang. Caca memutuskan untuk sektor pariwisata ini, dia berkeinginan untuk menggabungkan antara sosial dengan teknologi.
Setelah memikirkan dengan matang, ia memutuskan untuk membuat sektor baru yaitu " Culture and Tourism".
Bisa dibilang cukup berisiko untuk startup baru dengan sektor baru, karena infastruktur Indonesia belum cukup banyak mendukung untuk ide caca. Oleh karena itu, caca ingin menguji dan melakukan research apakah ide ini cukup baik untuk di eksekusi nantinya atau tidak.
Tiba-tiba caca menelepon kedua orang yang telah masuk kedalam team caca.
"Halo dit, iya ini caca. Kamu ada waktu nanti sore ?" tanya caca dengan sungguh-sungguh
"Ada mbak, gimana ?" ujar radit kepada caca
"Ketemuan yuk. Aku mau jelasin beberapa hal tentang ide startup yang mau kita bangun. kita ketemu nanti jam 18.45 aja di coffe shop xxx." jawab caca dengan antusias
__ADS_1
"Oke mbak, nanti share location aja ya mbak. aku coba hubungi irsat dulu." ucap raditya
"Okee.. siip." jawab caca singkat dan langsung menutup teleponnya.
Caca bersiap-siap membuat skema yang nantinya mau digunakan untuk menjelaskan kepada kedua anggota teamnya. Ia adalah perempuan yang selalu mempersiapkan semua hal dari kecil hingga besar dengan sangat detail. Sehingga ketika kedua anggotanya bertanya, caca pun bisa menerangkan dengan baik.
Dirasa cukup, sehingga caca menentukan untuk makan siang. Cacing-cacing didalam perutnya semakin bersuara dengan nyaring.Caca mematikan laptop dan membereskan semua kertas-kertas berisikan flowchart yang akan ia gunakan nanti lalu bergegas keluar kamar menuju ruang makan.
"Mama masak apa hari ini ?" tanya caca kepada sang ibunda tercintanya.
"Yang banyak nasinya maaa..." teriak caca agar sang ibunda mendengar suara caca. Maklum, rumah caca bisa terbilang cukup megah. Jarak antara ruang makan dengan dapur cukup jauh sehingga caca mau tidak mau harus berteriak supaya sang ibunda mendengar jawaban caca.
"Ini nasinya. Kamu itu cewek lho dek, makannya bisa dikurangin enggak. aduuh... mama was-was ini, kamu masing single begini, s2 pula, masa belum ada pacar sih dek. jangan-jangan gara-gara pola makan mu yang banyak begini, para cowok jadi ilfil sama kamu dek ?" ucap mama caca dengan heran melihat situasi sang anak perempuan satu-satunya yang sampai saat ini belum ada tanda-tanda dekat dengan seorang laki-laki.
"Iiih apaan sih ma, baru juga fokus sama kuliah dan bisnis, masa udah disuruh cari pacar. nanti juga kalau jodoh ketemu pasti enggak kemana. udah tenang aja mama, caca ini kan pinter, cantik, imut, pasti banyak kok yang suka sama caca." Ujar caca dengan terkekeh melihat tingkah sang ibunda yang melihatnya tak percaya dengan sikap anak perempuannya.
__ADS_1
"Eehm.. semoga secepatnya ya dek, mama udah semakin tua, mama pengen kamu itu jangan fokus sama kuliah s2 dan bisnismu, tapi mikir juga masalah jodoh. jangan cari yang tinggi-tinggi. cari aja yang seiman, tanggung jawab, jujur, setia dan sayang sama keluarga." ucap mama caca dengan penekanan supaya sang anak sadar bahwa ibunya kini bersungguh-sungguh dengan ucapannya.
"Iya-iyaa caca paham mama. iyaa.. yang penting mama selalu doakan caca aja ya." jawab caca sambil melahap makan siangnya dengan rakus. Sang ibunda hanya melihat anaknya dengan geleng-geleng kepala. Setelah selesai makan siang, caca berniat kembali ke kamarnya. Tetapi tiba-tiba ia mendapat telepon dari kantor cabang bimbel.
"Halo.. ada apa sri." jawab caca kepada asri salah seorang staff administrasi di cabang magelang.
"Begini mbak, ada masalah. ini tentor mtk untuk ngajar si davin tiba-tiba kasih tau kalau sakit. sedangkan tentor kita jadwalnya penuh semua. baiknya gimana ya mbak ?" tanya asri dengan nada penuh khawatir
"Oooh yaudah biar aku saja yang menggantikannya. kebetulan aku enggak ada jadwal hari ini kecuali nanti malam." ujar cepat caca
"Baik mbak, nanti lesnya pukul 15.30 mbak. Ini saya share location ke whatsapp mbak ya." jawab asri
"Oke.. aku akan siap2 dan langsung menuju ke TKP." ucap caca dengan singkat dan sambil merapikan semua berkas dan dokumen serta buku yang akan ia gunakan untuk mengajar muridnya nanti.
Setelah semuanya siap, barulah caca berpamitan kepada sang ibunda. Dirasa membutuhkan waktu 1.5 jam jika menggunakan mobil, ia memutuskan menggunakan sepeda motor untuk melaju ke lokasi sang siswa.
__ADS_1
Tidak mudah bukan menjadi seorang pengusaha, semua harus bisa dihandle baik dari hal kecil hingga hal besar. Karena itu caca selalu perhatian ketika berhubungan dengan pekerjaan dan pendidikannya. Semua harus bisa balance. Mungkin karena itu kedua orang tua caca khawatir jika caca belum mampu membagi waktunya untuk mencari jodoh. Melihat kesibukan sang anak, membuat ibunda caca selalu mengingatkan untuk menyisihkan waktu berkumpul dengan teman-teman cowok jangan selalu berkumpul dengan 5 sahabatnya yang notabannya adalah cewek semua. Bahkan 3 sahabatnya sudah menikah dan sisanya tinggal caca dan ita.