Pelabuhan Hati Sang CEO

Pelabuhan Hati Sang CEO
Sang Legend Seni


__ADS_3

"Selamat datang di gubuk nona cantik." Bapak ayub mencoba menggoda Caca saat cewek cantik itu melihat lihat kondisi rumah unik sang seniman.


"Terimakasih pak. Oh iya perkenalkan, saya Caca. Senang berjumpa dengan bapak...?" Caca menoleh ke arah Alex ingin meminta bantuan. Ternyata orang yang dilirik malah cuek bebek. Bapak Ayub yang melihat tingkah kedua remaja ini tersenyum geli dan geleng-geleng.


"Bapak ayub.. nona bisa memanggil saya pak ayub seperti Alex." Jawab Bapak Ayub dengan senyuman tulus.


Caca pun membalas senyuman tersebut dengan anggukan kecil. lalu saat hendak ingin bertanya, Adzan Magrib berkumandang. Dengan segera Caca meminta izin untuk meminjam mushola. Pak Ayub menggiring Caca ke salah satu ruangan yang bisa Caca gunakan untuk menunaikan Ibadah. Setelah mengantarkan Caca, Alex pun akhirnya buka suara.


"Pak, maksud saya datang kesini sebenarnya saya ingin meminta bantuan bapak. hehehehe" Jawab Alex dengan suara lembut. Alex akan berlaku lembut ketika bersama dengan keluarga dan orang-orang yang ia sayangi.


"Ada apa nak ? apa ada masalah ? Tanya Bapak Ayub dengan hati-hati

__ADS_1


"Tidak pak, hanya saja Caca...." Lalu dengan lugas Alex menceritakan dari awal hingga akhir. Bapak Ayub yang paham pun akhirnya menggangguk tanda beliau setuju untuk membantu Caca. Diluar perkiraan, ternyata pak Ayub melihat sesuatu yang akan menjadi jalan mudah untuk semua pelaku seni di Indonesia (pikir pak ayub saat itu).


setelah cukup lama berdiskusi selama 15 menit tanpa Caca karena Caca masih menunaikan ibadahnya.


"Bapak bisa bantu Lex, sungguh dia perempuan yang luar biasa. Bapak harap kamu akan senang hati membantunya hingga akhir, bapak yakin, ide Caca akan berakhir dengan indah." Jawab lugas pak Ayub dianggukin oleh Alex tanda ia sependapat dengannya.


Berbeda dengan kedua laki-laki, Setelah Caca selesai. Caca pun berkemas dan keluar dari ruangan tersebut. Lalu munculnya Caca membuat mata pak Ayub berbinar. "Naaak kemarilah." Perintah lembut pak Ayub, menyuruh Caca untuk duduk disampingnya. Caca pun duduk disamping Bapak Ayub dan berhadapan dengan Alex. Caca melihat tatapan yang sulit diartikan oleh Alex, dengan tidak sabarnya "Kenapa kamu ? mau ngomong apa ? Jangan pake mata batin, aku enggak paham" Tegas Caca saat tahu Alex hendak ingin berbicara.


Mata Caca bersinar dan bersyukur "Aaaaah...Makasiih banyak pak, yaaa ampun akhirnya ada juga bantuan dari seniman ahli. hehehehehe "


"Heeeeh lu itu berterimakasih sama gue, karena gue bela-belain ngajak lu kemari, PAHAM ?!" Jawab Alex dengan penuh penekanan. Bapak Ayub melihat tingkah kedua remaja ini hanya geleng-geleng.

__ADS_1


"Sudah sudah... ini sudah malam, lebih baik kalian menginap disini saja. Besok pagi-pagi baru pulang. Lagi pula Bapak senang, ada ponakan bapak datang mengunjungiku hahahahaa.."Tawa riang Bapak ayub sambil menepuk punggu ponakan laki-lakinya.


"Apaaa ?? PONAKAN ?" Caca langsung menutup mulutnya dan melotot ke arah Alex. "Kamu !!" Teriak Caca didalam hati sambil memaki laki-laki dingin.


Alex yang ditatap dengan tajam hanya tersenyum devil ke arah Caca, lalu langsung masuk ke kamar tamu yang biasa ia pakai saat menginap kerumah pak Ayub. Caca mengikuti pak ayub dari arah belakang dan bertanya


"Pak, kalau boleh tau, dimana Istri pak Ayub ?" Tanya Caca dengan ragu-ragu


Pak ayub yang ditanyapun menoleh kearah Caca dan tersenyum, "Istriku sudah lama meinggal sejak usia Alex 19 Tahun." Jawab Pak Ayub menerawang jauh mengingat masa-masa indah bersama istri tercintanya.


Caca yang mendengar jawaban tersebut, langsung tertunduk dan merasa bersalah " Maafkan Caca pak Ayub, Caca tidak tahu"  Jawab Caca dengan sedih.

__ADS_1


"Tidak apa-apa nak, itu sudah lama sekali. Kau tahu, manusia itu memang ditakdirkan untuk datang dan pergi jika memang sudah waktunya." Jawab pak ayub sambil mengelus kepada caca dengan lembut dan tersenyum."Istirahatlah nak, disana masih ada kamar kosong, kau boleh memakainya." Tunjuk Pak ayub ke arah kamar tamu kosong. Caca pun mengangguk dan langsung berjalan kearah kamar tamu itu.


__ADS_2