
Esok hari, Caca bergegas mempersiapkan semua dokumen meeting, sambil menerawang jauh "Aaah..ternyata tidak mudah membangun bisnis teknologi" Batin hati kecil Caca sambil menghembuskan nafas.
Took Took Tok...non. Nyonya menyuruh non untuk bertemu di ruang keluarga"Kata bibi jum
"Iya bi, sebentar lagi aku turun".Teriak Caca dari dalam kamar
Turun lah Caca dari kamar sambil menyanyikan lagu faovitnya Black Pink, melangkahkan kakinya menuju ruang keluarga. Caca melihat Ibunya sedang membaca tabloid.
"Yuhhhuuuu...Princess coming mom." langsung berlari menuju sang ibu dan memeluknya dari samping
"Sayang, kenapa bawaanmu banyak sekali ? kamu enggak ke kampus hari ini ?"Tanya sang ibu
"Nope mom..hehehe..Caca enggak ada kelas, dan Caca harus meeting per cabang ma. hehehee maklum lah ma, anak gadismu ini sudah menjadi pembisnis wanita" Ujar Caca centil lalu langsung merebut majalah dari tangan sang ibu.
"Sayang, heem... begini, apa bisa kamu pulang lebih awal ?"
"Memang ada apa ma?" Tanya Caca keheranan
"Di rumah nanti akan ada tamu. Kamu kenal tante Ria ? Besok tante ria akan berkunjung kerumah." Ujar sang ibu sambil melihat raut wajah sang anak.
"Tante ria ? ooh...heem..maaf ma, Caca enggak bisa. Jadwal Caca penuh. mana Caca harus interview tentor baru belum lagi Caca harus reaserch market lagi buat bisnis baru Caca." Ujar Caca dengan sungguh-sungguh
"Haaaaa....yaudah deh kalau kamu sibuk. mama enggak bisa maksa". Sang ibunda langsung bangkit dan pergi meninggalkan Caca diruang keluarga sendiri. Caca yang melihat tingkah sang ibu menjadi heran, kenapa ibunya ngotot banget sih hari ini. "Aaah sudahlah, aku harus segera berangkat". Pikir Caca lalu bergegas untuk pergi ke kantor bimbelnya.
Setelah sampai di kantor pusat yang terletak tidak jauh dari rumah Caca. Caca melihat 3 orang karyawannya sedang bekerja dengan sungguh-sungguh.
"Assalamualaikum guys" Ucap Caca menganggetkan 3 karyawannya.
"Waalaikumsalam mbak Ca". Jawab 3 karyawan serempak.
"Hari ini kita langsung aja untuk meeting team ya" Ucap Caca lalu diangguki kepala 3 karyawannya.
__ADS_1
Setelah 2 jam, meeting pertama dikantor pusat akhirnya selesai. Akhirnya Caca bisa bernafas lega. Dia pun segera berangkat menuju cabang kedua. Namun karena Caca bosen untuk melakukan meeting dikantor, sehingga ia meminta semua karyawan di cabang kedua untuk pindah ke cafe, hitung-hitung sekalian makan siang bersama.
Setelah sampai di sebuah Cafe. Caca memakirkan mobilnya tepat di sebelah mobil mewah Porsche Cayenne keluaran terbaru. Lalu sebelum caca turun dari mobil, ia membetulkan make upnya di dalam mobil. Selama caca di dalam mobil, ada seseorang yang diam-diam memperhatikannya. Seseorang itu adalah Khalid. Yaaa.. tanpa Caca ketahui bahwa mobil Porsche Cayenne itu adalah milik Khalid sang boss mafia besar.
"Aaah,,,I'm ready ! Fighting Ca. Ayoo semangaat !" Ucap Caca menyemangati diri sendiri. Khalid yang melihat tingkah Caca dari balik kaca, tersenyum simpul.
"Aaah... gadisku". Ucap Khalid dengan senyum binar di dalam mobilnya.
Lalu Caca turun, dan memasuki sebuah Cafe terkenal itu dengan anggun. Saat hendak menuju ke sebuah meja di pojokkan, tanpa sengaja Caca menabrak seorang laki-laki blesteran tampan.
"Iam so sorry sir, are you ok ?" Tanya Caca panik
Laki-laki yang ditabrak hanya tersenyum dan menatap Caca
Degggg......
"Ya allah..ciptaanmu sungguh sempurna" Batin Caca ketika melihat Khalid tersenyum. Caca terpana untuk beberapa detik
"Aaah...iam really sorry sir"Ucap Caca sekali lagi. Lalu diangguki oleh Khalid sebagai tanda bahwa dia baik-baik saja. Lalu Caca menuju ke maja pojokan, dimana semua karyawannya sudah berkumpul disana.
"Enggak apa-apa mbak." Ujar salah satu karyawan Caca dan diangguki oleh karyawan lainnya.
Di seberang meja lainnya, Khalid bersama dengan asistennya Mark. Mark yang hendak menyerahkan ipad kepada majikannya, tiba-tiba khalid mencengkal tangan Mark.
"Mark, kau sudah menyuruh bodyguard untuk selalu melindunginya, bukan ?"Kata Khalid tanpa mengalihkan matanya dari gerak gerik Caca
Mark yang melihat tatapan majikannya "Sudah tuan. Saya sudah menyuruh 3 orang bodyguard untuk melindungi nona."Jawab Mark
"Kau tau Mark, dia adalah perempuan yang merubah segalanya. Aku tidak ingin terjadi sesuatu dengannya selama aku tidak ada disisinya. Kau mengerti, Mark ?!" Ucap Khalid penuh penekanan
Gleeek...."Saya mengerti tuan"
__ADS_1
Setelah 2 jam lamanya. Meeting Caca selesai, dan para karyawan undur diri segera pulang. Berbeda dengan Caca, ia lebih memilih untuk tinggal sebentar di dalam cafe sambil membuka Hpnya. Caca kaget bukan main, Khalid mengirimkan 10 pesan kepadanya selama Caca meeting.
"Maafkan aku khalid, aku baru saja selesai meeting. Bagaimana kabarmu ? ooh iyaa, bagaimana kalau kita bertemu?"
"Baik. Tunggu aku 1 menit"
"Haaah... 1 menit, memang dia dimana ?" Batin Caca kebingungan melihat jawaban Khalid.
Tanpa diduga, seorang laki-laki blesteran yang tidak sengaja Caca tabrak tadi pagi langsung duduk di depan Caca. Caca terperanjat bukan main. Caca menatap laki-laki blesteran itu dengan bingung
"Maaf..."Caca hendak protes tiba-tiba laki-laki itu memotong
"Hai akhirnya kita ketemu Caca. Khalid."Ucap Khalid santai dengan menampilkan senyum mempesonanya
Deggggg...Khalid ????"Batin Caca
"Khalid ?? Khalid ini ?" Ucap Caca sambil menunjukkan percakapannya chatnya dengan khalid. Lalu khalid tersenyum dan mengeluarkan Hpnya. Caca seketika itu langsung tersenyum
Diseberang meja, Mark sang asisten tersenyum melihat tingkah majikannya. lalu tiba-tiba Mark memperoleh pesan dari salah bodyguardnya "Maaf tuan Mark, ada seseorang yang berusaha mengintai tuan muda."Ucap bodyguard itu didalam pesan Mark.
Mark yang membaca pesan tersebut, geram bukan main. Ia langsung melangkah keluar dan menyuruh semua bodyguard khalid untuk menangkapnya hidup-hidup.
Disatu sisi, kedua insan ini sedang berbincang asik, tiba-tiba Khalid memiliki firasat buruk. Ia langsung menoleh kebelakang. Meja yang tadi ditempati oleh sang asisten ternyata kosong. Seketika itu, ia membaca sebuah pesan dari Mark.
"Tuan, lebih baik masuk kedalam. Sepertinya ada kecoa yang sedang mematai-matai anda. Saya akan segera membereskannya."Kata Mark
Grrrrrr......kesal Khalid, langsung menarik tangan Caca dan mengajaknya untuk pindah tiba-tiba. Caca yang tiba-tiba ditarik, kaget bukan main. Ia berusaha untuk bertanya tetapi khalid langsung memeluknya dan mendorongnya hingga masuk keruangan VIP.
"A--ada apa khalid"Ucap Caca terbata-bata. Jujur, Caca sedikit takut melihat tingkah khalid yang tiba-tiba berubah menjadi dingin. Khalid yang menyadari perubahan wajah Caca langsung memeluknya dengan lembut.
"Maaf..Maafkan aku membuatmu takut. Aku tidak akan berbuat macam-macam. Tetaplah disini, dan jangan buka kan pintu untuk siapapun kecuali aku."Ucap Khalid, lalu langsung mencium kening Caca dengan lembut dan keluar dari ruangan VIP.
__ADS_1
Caca yang dicium khalid tiba-tiba merasa panas dingin. "Perasaan apa ini."Batin Caca sambil mencoba menenangkan jantungnya yang tiba-tiba berdetak dengan cepat. Caca pun langsung menuruti perintah khalid untuk mengunci ruangan VIPnya.
"Ya allah sebenarnya apa yang terjadi."Batin Caca dengan was-was. Caca sangat takut jika terjadi sesuatu kepada khalid. Walau mereka baru saja bertemu, entah kenapa Caca merasa nyaman ketika bersamanya.