Pelabuhan Hati Sang CEO

Pelabuhan Hati Sang CEO
Langkah awal menjadi sebuah kisah (part 2)


__ADS_3

"Hah....enggak enggak mungkin, apalagi kalau inget muka pak mahfud, ya allah.. ampuni aku, pagi-pagi udah ghibahin profesor." ucap caca sambil mengelus dada


"hahahaha....gila gila kamu ca, pagi-pagi udah ngebayangin muka si papi." gelak tawa hana sambil menyenggol tangan caca tepat berada disampingnya.


Tiba-tiba datanglah dosen killer yang ditakuti semua mahasiswa mahasiswinya diseluruh fakultas ekonomika dan bisnis. Benar..... beliau adalah Bapak Mahfud yang terhormat. Mengingat beliau adalah salah satu pejabat penting di universitas, sehingga beliau hanya mampu mengajar satu mata kuliah di pascasarjana.


"Selamat pagi semua....eeehm..... sekarang kita mulai presensi saja. Coba sini mana daftar hadirnya." Pinta bapak mahfud kepada salah satu mahasiswa yang duduk paling depan dekat dengan meja dosen.


"Baik... saya absen satu persatu, awas saja kalau saya tau ada yang TA disini." ucap bapak mahfud sambil memandang satu persatu mahasiswanya di kelas.


Tiba giliran caca, caca langsung bersiap-siap untuk mengangkat tangannya, tanda bahwa caca hadir di dalam perkuliahan beliau.


"Syasabila khairunisa..." panggil bapak mahfud, seraya melihat mahasiswi yang dipanggil namanya dan mengangguk tanda bahwa presensi sudah selesai.


Setelah 1,5 jam lamanya, akhirnya perkulihan dosen killer tersebut telah selesai. Semua mahasiswa dan mahasiswi beranjak dari kursi masing-masing dan menuju ke luar kelas untuk beristirahat. Berbeda dengan caca, ia harus mengurus beberapa urusan yang berhubungan dengan bimbelnya. Walaupun bimbel yang dibangun caca bisa di bilang bimbel kecil tetapi pendapatan yang di dapat setiap bulan dari bisnis bimbel tersebut bisa mencapai 7 juta per bulan. Katagori lumayan untuk sebuah bisnis pemula.

__ADS_1


"Trrrrtttt...Trrrrttt..." tanda sebuah pesan masuk. dan benar, ternyata pesan tersebut dari salah satu cabang bimbel yang dimiliki caca. Caca pun dengan sigap melihat dan mengecheck pesan tersebut, dan membaca dengan sungguh-sungguh.


Tiba-tiba tanpa babibibu, Hana sudah duduk disamping caca, dan melihat sahabatnya yang masih sibuk dengan bisnisnya.


"Ca, kamu udah makan ? atau mau titip apa gitu ke aku biar aku belikan juga makanan buatmu. Kasihan melihat sahabatku ini mati kelaparan." ucap hana sambil melihat caca yang sedang serius membalas pesan-pesan tersebut.


"Enggak... aku harus cabut nih, kayaknya enggak bakal bisa masuk kelas ibu zuni deh. Ehm... titip absen aja yaa cintakuuuuh," jawab caca sambil bergelanyut manja kepada sahabatnya.


"Gilaa luuu caa...ckckckcck...giliran begini aja sok manis kamu sama aku. Aduuh.. untung sayang aku sama kamu ca, coba kalau enggak, udah ku laporin tingkahmu yang sering TA begini." Ucap hana sambil geleng-geleng kepala melihat kelakuan sahabatnya satu ini.


"Hahahaha.... muuuuuuaaaah...makasiih yaa bebebbbkuu, kamu memang paling pengertian sama putri cantiik ini." jawab caca sambil tertawa renyah dan mulai mengemasi semua barang-barangnya untuk dimasukan ke dalam tas. "Oke...aku cabut yaa han, kalau ada apa-apa langsung telepon aja, you know kan, aku bakal enggak balas chatmu kalau udah sibuk sama kerjaan." Ucap caca sambil mengerlingkan mata kepada hana yang tengah menatapnya dengan tidak percaya.


Setibanya di parkiran mobil, caca langsung membuka mobil dan masuk kedalam. Sambil merapihkan barang-barangnya didalam mobil, caca tidak sangaja menjatuhkan botol minum jumbonya dan mengenai kaki seseorang.


"Aduuh... kaki gue." Ucap laki-laki berparas tampan itu sambil mengelus-elus kakinya yang terkena botol minum jumbo caca.

__ADS_1


"Hheee.... waaa..maaf maaf, aku enggak sengaja. kamu enggak apa-apakan mas." ucap caca sedikit terkejut saat melihat orang yang terkena botol minum jumbonya.


"Enggak...cuma sakit sebentar aja."Jawab alex dingin dan cuek. Benar, laki-laki yang terkena botol air minum jumbo caca adalah Alexander Galvino atau biasa dipanggil alex. Baik alex dan caca sama-sama terdiam dan saling memandang untuk beberapa saat.


"Ehm... sekali lagi, aku minta maaf." ucap caca memecahkan kecanggungan diantara mereka berdua.


"Ya..." Jawab alex dengan singkat. Tanpa menunggu babibubebo, alex langsung melangkah kan kaki nya dan pergi meninggalkan tempat parkir mobil.


"Heeee....itu cowok aneh banget sih. Baru juga mau ngomong, udah ditinggal pergi. Dasaaarrr... iih.. Untung aja aku lagi buru-buru coba kalau enggak, udah ku ajak berantem tuh." Oceh caca sambil mengelus dada karena melihat tingkah alex yang tiba-tiba pergi seenak jidatnya tanpa menunggu caca melanjutkan perkataannya.


"Udah aah...mending aku langsung aja ke kantor cabang, cari duit memang paling bikin aku senang. hihihii..." ucap caca sambil bersiul-siul karena moodnya selalu bagus kalau berhubungan dengan perkembangan bisnis bimbelnya saat ini.


Sesampainya di bimbel cabang magelang, caca siap melihat semua laporan perkembangan bisnisnya. Dengan rasa puas luar biasa, caca segera melangkah kan kakinya keluar dari kantornya dan mencari jajanan pinggir jalan. Tepat saat itu, abang tukang bakso langganan caca sudah nangkring di samping pohon beringin pinggir jalan besar. Melihat abang tukang bakso favorit caca, caca dengan sigap langsung mengambil dompet nya dan bergegas menuju abang tukang bakso.


Pak tejo, nama abang tukang bakso yang sudah menjadi langganan caca lebih dari 4 bulan belakangan ini. "pak tejo, aku beli dong, biasa porsi 2 . hehehehe.." ucap caca sambil cengengesan karena melihat bakso-bakso favoritnya sudah didepan mata.

__ADS_1


"Siiiap mbak. nanti saya bawakan ke kantor ya mbak." jawab pak tejo kepada caca.


"Yoi pak, kuah yang banyak, puuuedeeees banget yaa pak." Teriak caca sambil berjalan menuju ke kantornya kembali. Dengan cepat pak tejo segera membuat pesanan caca dan diantarkan nya kedalam kantornya karena kebiasaan caca setiap memesan bakso, pengennya selalu dianter ke dalam kantor. Katanya susah makan di pinggi jalan, jadi caca lebih suka makan didalam kantor, dan pak tejo dengan sukarela mengantarkan pesanan caca.


__ADS_2