Pelabuhan Hati Sang CEO

Pelabuhan Hati Sang CEO
Topeng Bermuka Dua


__ADS_3

Khalid keluar dari ruangan VIP, dia sangat marah ketika ada yang mengganggu waktu spesialnya dengan sang pujaan hati. Merasa sudah waktunya kecoa harus segera dimusnahkan. Tak tanggung-tanggung, Khalid langsung mengambil sebuah pistol dari dalam belakang jasnya ..."DOOOORRRR...DOOOORRR...DOOORRR!"


Mark dan para bodyguard kaget ketika melihat tuan muda nya sangat marah. Mereka semua bergidik sangat ngeri ketika melihat tuan mudanya membunuh tanpa ampun.


"Tuan muda, biar saya saja yang menyelesaikannya, tuan harus segera masuk kedalam." Ucap Mark ketika melihat wajah bengis sang tuan muda. Mark sangat khawatir ketika tuan mudanya mulai memperlihatkan aura king mafianya sedangkan Khalid saat ini sedang bertemu dengan pujaan hatinya.


Khalid menoleh ke arah sang asisten, "Segera kamu urus dan bersihkan semuanya, saya tidak mau melihat satupun darah kotor dari kecoa ini." Ucap kasar Khalid kepada Mark.


"Baik tuan muda." Jawab sang asisten


Mulai lah Khalid kembali masuk kedalam restaurant dan berdiri di depan pintu VIP serta mengatur nafas dan amarahnya agar Caca tidak melihat aura membunuh dari dalam dirinya.

__ADS_1


ToookTookTook... Caca ini aku, Khalid." Khalid mengetuk pintu dengan suara cukup keras


Caca yang sadar akan suara ketukan pintu dan suara Khalid pun segera berdiri dan berjalan untuk membukakan pintu. Cekleeeeeek....


Caca melihat Khalid dengan wajah tersenyum dan lega, karena Khalid tidak terjadi apa-apa.


"Apa kamu baik-baik saja Khalid ?" Tanya cemas Caca


"Apa kamu sudah memesan sesuatu, heem ..?" Tanya Khalid lembut sembari mengusap rambut Caca dengan penuh cinta.


"Belum, aku menunggumu Khalid. Aku takut terjadi sesuatu denganmu. Tapi sekarang aku sudah lega, kamu aman." Ucap Caca lembut dengan senyum ramah.

__ADS_1


Inilah yang disukai Khalid dari Caca. Gadis yang pinter, pekerja keras, ramah dan cantik. Khalid akui bahwa Caca adalah cinta pertama Khalid. Entah kenapa, Caca yang begitu jauh berbeda dengan tipe-tipe perempuan disana, justru membuat Khalid tergila-gila dengannya.


"Apa yang ingin kamu pesen hmm ? aku ingin kamu bisa memakan apapun yang kamu sukai Caca, aku tidak akan jatuh miskin sekalipun kamu ingin membeli sebuah pulau." Ucap Khalid lembut sambil memegang tangan Caca


Caca pun tersipu malu mendengar rayuan dari Khalid. "Ehm..jangan berlebihan, aku tidak akan bisa makan banyak Khalid, dan buat apa pulau ? itu terlalu mahal untuk dibeli." Jawab Caca Enteng


"Hahahahahaa... kamu benar-benar sangat manis sayang." Jemari Khalid menyentuh rona mudah di wajah Caca yang tersipu malu.


"Sudah, ayo kita makan, aku sangat lapar Khalid." Ujar Caca gemas


Khalid pun mengangguk patuh, dan mengikuti semua keinginan Caca. Bahkan Khalid sampai lupa memesan makananya sendiri, dia benar-benar terhipnotis dengan kecantikan luar dalam yang dimiliki Caca.

__ADS_1


__ADS_2