
Sabtu pagi, matahari cerah , membuat ketiga orang di luar rumah kuno sedang melakukan olahraga pagi yaitu senam. Ketiga orang itu adalah Bapak Ayub, Alex dan Caca. Kebiasaan Olahraga pagi sudah mereka jalani sehingga tidak heran ketiga orang itu selalu tampak segar dan bersemangat setiap hari. Hal ini membuat pak Ayub senang, karena ada teman yang menemaninya olahraga. Kalau dulu yang sering menemani pak Ayub adalah mendiang Istrinya, karena Istrinya meninggal sehingga pak Ayub selalu melakukan olahraga pagi sendirian.
"Pak...Habis olahraga kita makan di warung soto seperti biasa yuk pak" Kata Alex sambil melakukan pendinginan di area lututnya.
"Boleh..yuk .. sekalian kita beli jajanan pasar. Kamu mau kan Caca ?" Tanya pak Ayub menoleh ke arah perempuan cantik yang telah selesai melakukan pendinginan. Caca pun mengangguk tanda ia setuju dengan ide pak Ayub.
Setelah mereka bertiga selesai, mereka masuk kedalam membawa keperluan pribadi seperti Hp dan dompet. Lalu masing-masing keluar rumah menunggu si empunya yang punya rumah untuk mengunci rumah kuno. " Naaah siip..sudah terkunci. Ayo jalan " Ajak pak Ayub dan diangguki oleh Caca dan Alex.
__ADS_1
Di perjalanan menuju warung soto, Alex melirik ke samping kirinya, melihat Caca dari jarak dekat membuat detak jantung Alex bersenam ria. "AAh gue kenapa sih, apa gue punya penyakit jantung" Batin Alex sambil meraba dadanya yang berdegub dengan cepat lalu menoleh lagi kearah Caca, jantung Alex berdetak dengan cepat dan Alex berhenti " Haaah..." Dia pun sadar, secara tidak langsung dia menganggumi kecantikan Caca. Lalu saat Alex hendak menarik tangan Caca, tiba-tiba Caca dan pak Ayub berhenti, membuat Alex berhenti seketika "AAAH udah sampai." Pekik Alex dalam hati.
Pak ayub menunjuk salah satu meja kosong, lalu ketiganya pun menuju kearah meja tersebut. "Kalian pesan apa ?" Tanya pak Ayub kepada kedua remaja itu.
"Hem... Saya soto ayam aja deh pak, sama minumnya air putih hangat" Jawab Caca dengan senyum indahnya. Alex yang melihat senyum Caca langsung merasakan debaran di dadanya. "Ada apa sih sama jantung gue !" Batin Alex sambil melihat ke arah Caca yang masih tersenyum. Pak ayub Sadar akan tingkah ponakan laki-lakinya lalu menyikut tangan Alex, Alex pun sadar dan " aaaaa...aa..ku...huffft...soto daging pak" Jawab Alex dengan terbata-bata dan mencoba menenangkan hatinya yang sedang dag-dig-dug.
Caca yang melihat tingkah Alex hanya menarik alis kirinya keatas "ini cowok aneh banget sih." Batin Caca sambil geleng-geleng. Pak Ayub yang peka akan tingkah remaja hanya berdeham... "Aaaheeem..." Sudah sudah kita makan dulu ya baru di lanjut lex." Kata pak Ayub membuat Alex salah tingkah. Sedangkan Caca dibuat bingung oleh kedua laki-laki di hadapannya.
__ADS_1
Alex pun menolah dan gelagapan.."Sakit...Enggak..Enggak..Udah bawel sih, tuuh ambil yang banyak, Gue yang bayar ". Jawab cepat Alex langsung berjalan ke arah meja lain. Alex sendiri bingung dengan perubahan sikapnya kepada Caca hari ini. "Alexx please lu tenang okee.. tenang.. ingat dia cewek utan yang suka teriak-teriak enggak jelas." Batin Alex mencoba meyakinkan diri sendiri. Pak Ayub yang melihat tingkah ponakannya hanya geleng-geleng.
"Ayook kalau sudah selesai, kita pulang. kalian harus berkemas supaya tidak terlalu siang sampai dirumah." Kata pak ayub lalu diangguki oleh kedua remaja itu tanda setuju dengan beliau. setelah mereka sampai rumah pak Ayub, mereka akhirnya bergiliran untuk mandi dan berkemas. Setelah selesai berkemas, mereka bertiga berkumpul di ruang makan.
"Terimakasih nak Caca, Alex sudah mengunjungi bapak disini." Kata Pak Ayub
"Caca juga terimakasih bapak, sudah diperkenankan menginap dan bapak bersedia membantuku." Jawab Caca sambil tersenyum ramah. Alex hanya mengangguk tanda setuju.
__ADS_1
Setelah mereka selesai sarapan, akhirnya Caca dan Alex pamit untuk kembali ke Yogya. "Bapak, saya akan sering mengunjungi bapak bersama dengan mami." Kata Alex sambil memeluk pakdhenya dengan penuh sayang.
"Bapak tunggu lex, sudah lama bapak tidak melihat adik bapak hahahaha". Kata Pak alex dan diangguki kepala Alex tanda setuju. Kemudian Caca dan Alex pun masuk mobil dan pergi meninggalkan rumah pak Ayub menuju ke Yogya.