Pelabuhan Hati Sang CEO

Pelabuhan Hati Sang CEO
Kita di SOLO ?


__ADS_3

Setelah perjalanan dari Yogya ke Solo sekitar 2,5 Jam. Akhirnya kedua insan tersebut sampai ditempat tujuan. Ketika selesai memakirkan mobil, Alex berusaha membangunkan Caca yang saat itu sedang tertidur pulas.


"Heeiii bangun tukang tidurrr !" kita udah sampe Caca ." Alex berusaha membangun Caca dengan menggoyangkan badannya.


"Arrrghhh... Huaaaaam....Ini dimana Lex ?" Tanya Caca yang belum sepenuhnya sadar dari tidurnya. Tiba-tiba caca melihat jam di Hpnya dan "AAAAAAAA....Tidaaaak !! Meetingku oooh..." Teriaak Caca dengan paniknya. Berbeda situasi dengan Caca, orang disamping Caca yaitu Alex kaget setengah mati dengan teriakan caca.


"Heeeh..bisa enggak sih kalau enggak teriak-teriak. Dasar orang utan lu !" Protes Alex dengan muka dingin dan sengitnya sambil melihat caca.


"Heeeh... kamu itu yang seenaknya nyulik aku hah ! kamu tahu, aku itu orang SIBUUUK..OKEE..SIBUUUK !" Jawab Caca dengan muka judesnya sambil menunjuk-nunjuk jari ke dada bidangnya Alex.


"Heeeleeeh ..paling cuma sibuk lihat drama korea. Cewek kayak kalian kan hobinya begitu." Cemooh Alex dengan entengnya sambil menyingkirkan tangan caca. Lalu Alex turun dari mobil dan membawa tas sambil memainkan Hpnya.


"EEHHHH...WOYYYY ! kamu belum bilang kita dimana sekarang !" Teriak caca dengan sebal sambil membanting pintu mobilnya Alex dengan keras dan kasar. Alex yang berada tak jauh dari mobilnya pun kaget. Melihat Mobil kesayangannya dibanting dengan kasar oleh cewek utan. Dengan sabar sambil mengelus-elus dadanya bertekat akan membalas caca. Tiba-tiba senyum devil Alex pun muncul.


"ALEEEXXX BERHENTII ..JAWAB AKU !" Teriak Caca dengan tidak sabar

__ADS_1


"KITA DI SOLO CACA !" Jawab Alex dengan penuh penekanan


" Whaaaaaat !!!!!!!! GILAAAA GILAAA... ini udah sore Alex,.. bentar lagi magrib, kita ngapain ke solo sih ?" Tanya Caca sambil berusaha mengimbangi langkah kaki Alex.


"Nanti lu akan tahu sendiri. Ini demi kebaikanmu dan bukti berbaktinya gue kepada mamiku." Jawab terang Alex saat itu. Melihat caca berusaha mengimbangi langkah Alex. Alexpun berhenti dan tersenyum mengejek.


"Kita udah sampe, kamu bisa lihat kan ini ." Jawab Alex sambil menunjuk rumah tua dan kuno


Caca pun langsung menoleh ketempat rumah yang ditunjuk Alex. Lalu "Ini rumah siapa ? Nenek ? Kakek , hah ? Caca pun bingung dengan rumah itu, berrfikir, "ada apa dengan cowok dingin ini" (batin Caca)


"Took..Tok...Permisi, apa ada orang di rumah ." Teriak Alex sambil melihat kearah pekarangan rumah tersebut. tidak lupa Alex juga masih menggenggam tangan Caca. Caca tidak sadar tangan mereka belum terlepas.


"Permisi Bapak Ayuuub...Bapak ini saya Alexander...Permisii ." Teriak Alex


Cekreeeeek..Pintu rumah terbuka, dan seseorang itu muncul dengan menggunakan kaos polos berwarna putih dan juga sarung. Bapak tersebut keluar dan kaget bukan main.

__ADS_1


"Alexxx ???" Bapak Ayub mencoba memastikan orang yang dipanggilnya adalah Alexander Galvino, putra dari seorang Ria Galvino yang merupakan saudara jauhnya.


"Paak..." Alex pun mendekat dan mencium tangan beliau dengan penuh kelembutan sambil masih dalam posisi menggenggam tangan Caca.


"Kau rupanya. Lama sekali aku tidak melihatmu Alex. Bagaimana kabarmu nak ?" Tanya Bapak Ayub sambil melirik ke arah cewek cantik yang berada disamping Alex.


"Baik bapak " Jawab cepat alex, seketika Alex tersadar jika dia masih menggenggam tangan Caca sedari awal. Lalu dengan kasarnya melepaskan tangan Caca. Cacapun kaget bukan main sambil geleng-geleng kepala. "UUUH..ini cowok pengen aku botakin aja tuh rambut !" Batin Caca saat itu.


"OOh ini ...heem..kenalin pak, diaa.. heem...Teman yaaa...Teman" Jawab Alex dengan gagap saat melihat lirikan pak ayub kearah Caca sedari awal. Caca yang dilirikpun sadar lalu menggangguk tanda setuju.


" Halo bapak, saya Caca...eeehm..Teman Alex." Jawab Caca penuh keyakinan


"Selamat datang nak Caca, waah nak kamu cantik sekali. Pantas Alex mengajak mu jauh-jauh kemari. hahahahahaa " Jawab Bapak Ayub sambil tersenyum tulus dan melirik ke arah ponakannya.


"Yasudah yuk masuk ke dalam, sebentar lagi magrib, pamalik kalau di luar". Mereka pun akhirnya masuk ke dalam rumah Bapak Ayub. Bapak Ayub merupakan seorang tokoh seniman budaya Indonesia yang terkenal pada jamannya. Namun sayang, karena sebuah kecelakaan mengakibatkan beliau harus pensiun di dunia yang ia geluti.

__ADS_1


__ADS_2