
Pagi pun tiba, dimas dan evita pun melakukan aktivitas seperti biasa,sarapan dan berangkat ketoko.
Evita yang sudah berada di toko pun segera turun dan mengambil kotak surat yang penuh yang ada di luar toko.
Evita pun segera membawanya masuk kedalam dan membukanya.
Sementara evita membuka surat,dimas terlihat sedang sibuk memainkan komputer di ruang kerjanya.
Setelah satu jam membuka surat lamaran yang begitu banyaknya, evita pun mengambil 4 surat lamaran pekerja,yang dianggapnya masuk dalam kriteria yang ia cari.
Evita pun langsung menghubungi empat orang tersebut dan meminta mereka untuk besok datang ke tokonya.
Siang pun tiba dimas yang sedari tadi
sudah merasakann kelaparan pun segera mengajak evita untuk makan siang di luar.
"Sayang bangun,ayo kita makan siang dulu"ucap dimas yang membangunkan evita yang sedang tertidur di meja kasir.
Evita pun terbangun dan berkata:"Kepalaku sakit sekali mas"ucap evita sambil memegangi kepalanya.
Akhir' ini evita memang sering sakit kepala dan mual luar biasa setiap paginya.
"kita kedoter ya!,aku takut kamu kenapa'" ucap dimas .
"Nggak usah mas ,aq mungkin lagi kecapeaan aja"ucap evita yang kembali menaruh kepalanya di meja.
__ADS_1
"Jangan,jangan kamu lagi hamil sayang!,kamu sudah datang bulan belum bulan ini?"tanya dimas pada evita dengan wajah penuh semangat.
"Belum mas"ucap evita lemas.
"Yaudah kamu tunggu disini dulu ya! ,aku mau keluar beli makan siang dan beli tespeck ke apotik"ucap dimas sambil melangkahkan kakinya menunju mobilnya.
15 menit menunggu dimas pun sudah terlihat datang membawa makanan dan kantong kresek putih kecil ditanganya.
Dimas pun segera membuka nasi padang yang ia beli ,dan menyuapinya ke evita,baru satu suapan evita sudah mual luar biasa, ia pun segera ke toilet diikuti dengan dimas di belakangnya.
Uwek..uwekk,bunyi suara muntahan evita,dimas pun memijat belakang leher evita.
Dimas pun meminta evita untuk segara melakukan tespeck.
Dimas yang melihat hasil tescpack pun langsung memeluknya evita.
"Kamu jaga kandungan kamu baik' ya sayang ucap dimas sambil mencium perut evita.
"Iya mas"ucap evita.
"yaudah kita pulang aja ya sayang,aku nggak mau kamu semakin sakit dan kecapean,kasihan anak kita"ucap dimas.
Dimas dan evita pun segera pulang menuju rumahnya.
__ADS_1
Setelah sampai dirumah dimas pun langsung meminta evita untuk tidur.
"Kamu nggak usah mikirin tentang makan malam kita sayang,aku akan memasakanya untukmu"ucap dimas.
"Makasih banyak ya mas,aku beruntung sekali menikah dengan laki' pengertian seperti dirimu"ucap evita sambil memegang tangan suaminya.
Sementara evita tidur.
Dimas terlihat sedang sibuk di dapur,ia pun mengeluarkan daging beku yang ada di frezzer untuk untuk dijadikan bistik.
Dimas mulai memotong sayuran yang akan menjadi pelengkap makananya,dimas terlihat luwes sekali ketika memotong sayuran.
Ini bukan pertama kali ia memasak,ia sudah biasa memasak makanannya sendiri, selama tinggal di luar negri selama 5 tahun.
Setelah Satu jam berkecimpung didapur dimas pun menyelesikan pekerjaanya.
Dimas yang terasa risih karna tubuhnya penuh keringat dan bau asap dapur pun segera mandi dan membersihkan diri.
Setelah selesai mandi, dimas pun segera membangunkan evita untuk makan malam.
"Gimana sayang enak nggak masakan aku?" tanya dimas.
"Enak banget kok mas"ucap evita yang terlihat lemas.
"Tambah lagi dong sayang kalau enak,biar anak kita sehat dan gembul"ucap dimas sambil menambahkan nasi dan daging kedalam piring evita.
__ADS_1
Setelah selesai makan dimas pun meminta evita untuk segera tidur,sementara ia akan membereskan meja makanya dan mencuci piringnya.