
Setelah selesai memadu kasih dengan mirna ,dimas pun kembali kekamarnya dengan cara mengendap' agar tak ketahuan istrinya.
Hari demi hari berjalan seperti biasa,tak ada kecurigaan sama sekali dari evita tentang hubangan mirna dan dimas.
Hari ini adalah tujuh bulan usia kandungan evita,dan hari ini juga ia akan mengadakan acara mitoni(tujuh bulanan)dirumahnya.
Semua persiapan pun sudah di lakukan,evita tak mengundang banyak tamu,ia hanya mengundang tetangga,rekan bisnis dan orang terdekatnya.
Acara akan di adakan pada pukul 12:00 wib.
Ini adalah hari terbahagia bagi evita karna untuk pertama kalinya mertuanya akan mengunjungu rumahnya.
Dimas pun sudah siap menyambut kedatangan kedua orang tuanya,ia terlihat sudah rapi mengenakan baju kemeja putih dengan celana jeans sebagai bawahanya.
Sementara evita terlihat sedang sibuk merias dirinya.
"Mas gimana penampilan aku?"ucap evita yang kini sudah tampil anggun menggunakan kebaya putih,dengan terusan kain jarik,tak lupa evita juga menyanggul rambutnya sebagai pelengkapnya.
"Cantik"ucap dimas tanpa menatap evita,ia malah sibuk memainkan ponselnya.
Sementara mirna sendiri sedang sibuk dan memilih' baju yang akan ia gunakan.
Drud,,,drud, hp mirna pun berbunyi.
Mendengar ponselnya berbunyi mirna pun langsung mengambilnya dan membuka pesan yang masuk untuknya.
"Sayang kamu harus tampil secantik mungkin ya hari ini,jangan buat aku kecewa"bunyi pesan dimas yang di kirim ke mirna.
"Siap sayang😍"balas mirna.
Membaca pesan mirna membuat dimas tersenyum' sendiri, hingga ia mengacuhkan istri yang ada di sebelahnya.
"Kamu kenapa senyum' mas?"evita.
"nggak papa,aku lagi seneng aja karna mamah, papah akan datang "dimas.
."ya udah aku mau keteras dulu ya vi"ucap dimas sambil melangkahkan kakinya.
Sementara mirna terlihat masih sibuk memilih baju yang akan ia kenakan,hingga ahirnya pilihannya jatuh pada kemeja putih dan jeans sebagai terusanya ia ingin tampil senada dengan kekasih gelapnya,untuk pertama kalinya ia mengenakan hijab sebagai penutup kepalanya, ia pun segera keluar dari kamarnya untuk bertemu dengan dimas.
Mirna terlihat celingukan kesan kemari mencari keberadaan dimas.
"Kamu cari siapa mir?" ucap evita yang juga baru keluar dari kamarnya.
"mirna nggak cari siapa' kok bu,mirna kira tadi mertua ibu sudah datang".
"belum mir,mungkin sebentar lagi".
Tak berselang lama terdengar suara klakson mobil dari luar rumah evita.
Tin..tin..tin..tin.
"Papah"ucap dimas sambil berlari ke mobil ayahnya.
"Mir sepertinya mertua saya sudah datang ayo kita keluar!"evita.
Evita dan mirna pun segera keluar.
"Papah,mamah ,kalian apa kabar?"dimas.
"kami baik' saja nak,dimana evita?"tanya mertua evita.
"Evita masih di dalam mah,ayo kita masuk"ucap dimas sambil menyeret koper milik orang tuanya.
"Mamah,papah"ucap evita sambil menghampiri mertuanya yang berada di teras.
"apa kabar kamu nak?,8 bulan sudah kitak tidak beretemu ,sekarang perut kamu sudah besar"ucap bu puji sambil mengelus' perut evita.
__ADS_1
"Evi baik' mah,Evita seneng banget akhirnya mamah,papah bisa datang ke sini"ucap evita yang langsung memeluk ibu mertuanya.
"Anak kamu pasti perempuan vi"sahut pak hartono.
"Kok papah bisa tau?"evita.
"Soalnya kamu kelihatan makin cantik" ucap pak hartono memuju menantunya.
"Ah papah bisa aja"ucap evita sambil melangkah masuk diikuti mertua dan suaminya.
Sementara mirna hanya berdiri mematung di teras tanpa ada yang mengajaknya bicara,ia merasa kesal karena semua orang hanya memperhatikan evita.
Mirna pun segera masuk menyusul semua orang kedalam.
Semua orang terlihat sedang berbincang dengan evita dan dimas diruang tamu.
Mirna pun merasa sakit hati karena dimas merasa tak dianggap.
"vi ko tamunya belum datang?"tanya bu puji sambil melihat kearah luar.
"satu jam lagi mereka datang Mah,kan acara mulainya nanti jam 12:00,sedangkan ini masih jam 11:00,ucap evita sambil menatap jam di ponselnya.
"Semuanya sudah siap kan vi?"bu puji.
"Sudah kok bu,tinggal makanan aja yang belum datang,sebentar lagi juga datang".
"Vi wanita itu siapa?ucap bu puji sambil menunjuk kearah mirna yang terlihat sedang membuat minuman di dapur.
"Itu mirna mah, karyawan toko".
"Kok dia ada disini vi?".
"jadi dia itu dari luar kota mah,dia takut kalau harus ngekost atau tinggal sendiri di ruko,jadi evi suruh dia tinggal disini sementara"evita.
Disela' pembicaran mereka mirna pun datang membaawa minumnya.
"silahkan diminum pak,bu"ucap mirna sambil memberikan cangkir yang berisi teh hangat ke orang tua dimas.
"Sama' pak".
"Pak dimas mau minum apa?"ucap mirna sambil terus memandang kekasih gelapnya.
"Apa aja mir"ucap dimas sambil memainkan mata,dan mengajungkan jempolnya yang berarti dia suka dengan penampilan mirna.
Semua orang pun tak memperhatikan mereka karna sibuk dengan obrolanya.
Mirna pun berniat mengacaukan acara tujuh bulanan evita.
mirna pun membuatkan kopi untuk dimas yang ia campur dengan ludahnya dan mantra' lalu segera mengaduknya.
Ia sengaja melakukan semua itu agar dimas merasakan sakit yang luar biasa di tengah' acara.
Mirna pun segera keluar memberikan kopi untuk dimas.
dimas pun segera menyerutupnya.
"Aahhhh,enakk banget kopi buatan kamu mir"gumam dimas dalam hatinya.
Jam 12:00,terlihat para tamu pun sudah berdatangan tak terkecuali nadya,joko dan ricky.
Makanan pun sudah tersaji rapi di meja.
Tiba' seorang laki'pun menghampiri evita.
"hallo bu evita"ucap laki' berlagak kemayu.
"hallo juga mince"evita.
__ADS_1
"bisa kita mulai sekarang acaranya?"ucap mince.
Evita pun mengajak semua orang untuk menuju pusat acaranya yaitu di perkarangan rumahnya.
"Selamat siang semua,apa kabar kalian"sapa mince pada semua orang.
"baik" ucap semua orang serentak.
"di siang hari ini kita akan mengadakan acara tasyukuran mitoni kehamilan mbak Evita,saya mohon doanya agar mbk Evita sekeluarga di lancarkan acaranya hari ini Aamiin,dan acara pertama yang akan kita mulai adalah sungkeman,Mbk Evita dan Mas dimas dipersilhkan untuk maju sungkeman!"ucap mince.
Dimas dan evita pun langsung sungkem kepada orang tuanya.
"mamah,papah ,evita minta doanya ya supaya evita di berikan kelancran ketika melahirkan"ucap evita sambil bertekuk lutut di hadapan mertuanya.
"iya nak,doa kami menyertai kalian"ucap bu puji dan pak hartono sambil mengusap kepala keduanya.
Walaupun sedang bahagia ,ada kesedihan dalam diri evita ,karna orang tuanya tidak dapat menghadiri acaranya,dikarnakan penyakit jantung pak ramlan kambuh.
Setelah acara pertama selesai mince pun meminta evita untuk melanjutkan acara keduanya yaitu siraman.
mince pun meminta evita untuk duduk di sebelah gentong yang berisi air bunga,lalu meminta dimas untuk menyirami tubuh evita dengan air kembang yang sudah di sediakan.
Setelah selesai siraman ,mince pun. meminta dimas,dan evita untuk memecah satu telur ayam kampung bersama.
Ilustrasi bunga siraman evita.
Ketika akan melanjutkan acara yang ketiga tiba' kepala dimas sakit luar biasa,hingga membuat tamu yang hadir khawatir dan ketakutan.
"Augg,,,Augg,,sakitttttt"ucap dimas memegangi kepalanya.
"kamu kenapa mas?"ucap evita yang mencoba memapah tubuh dimas.
"Kenapa dimas vi?"ucap bu puji histeris...ada apa dengan kamu dim"sambung bu puji.
"sakit mah,sakitt,sepertinya dimas sudah tidak kuat lagi untuk melanjutkan acara ini,auh.."ucap dimas yang kini sudah terjatuh kelantai dengan posisi berbaring dan memegangi kepalanya.
Melihat dimas yang sedang kesakitan para tamu pun segera berhamburan untuk menghampirnya.
"dimas kenapa?,apa yang terjadi?"ucap para tamu ke tamu lainya.
Dimas merasa ada jarum yang sedang menusiki kepala hingga pundaknya,ia merasakan nyeri yang hebat.
"tolong panggil ambulance!"perintah bu puji pada tamu berada disana.
"Lama mah kalau kita harus nunggu ambulance kita pakai mobil pribadi aja",,"mas kamu tahan ya kita akan bawa kamu ke rumah sakit"sambung evita.
Mirna pun merasa senang dengan apa yang saat ini terjadi,ia pun hanya duduk mematung di kursi belakang.
"Eh loe bukanya nolongin pak dimas malah enak'an"ucap nadya sambil berlari kearah dimas.
Mirna tak menggubris perkataan nadya ia terus duduk sambil memainkan rambutnya.
"tolong bantu angkat anaku ke mobil,tolong,hu.. hu.. hu😪"ucap bu puji sambil menangis terisak'.
"Minggir',ucap seorang tamu yang mengakat tubuh dimas".
dimas pun dalam perjalanan menuju rumah sakit,,ia mengalami sakit yang luar biasa di area kepalanya seperti ayam yang sedang di sembelih tapi tidak mati.
"cepat mah dimas sudah nggak tahan lagi,
Aughhh,,,Aughh,, sakitt"teriak dimas.
Bu puji pun meminta pak hartono menyupir lebih cepat lagi.
Acara yang bahagia kini berubah hancur seketika,tamu' pun merasa heran dengan apa yang barusan mereka saksikan, acara pun bubar, tamu' pun berhamburan pulang ke rumah masing'.
__ADS_1
Sementara dirumah, mirna sedang tertawa' di kamarnya ,ia merasa senang acara evita kacau.
"hahaaaa😆,maafin aku mas!, bukan niatku membuatmu seperti sekarang ini,aku hanya tidak suka jika kau bersama istrimu"ucap mirna sambil memandangi foto dimas di ponselnya.