PELET WANITA NAKAL

PELET WANITA NAKAL
Puasa mutih.


__ADS_3

Pagi pun tiba.


Dikamar mirna terlihat sedang memasukan baju'nya di tas usang miliknya dan bersiap untuk pulang.


Sementara dimas dan evita terlihat sudah berada di meja makan.


"Mir ayo sarapan dulu!"ucap evita yang melihat mirna keluar dari kamarnya.


"Iya bu"ucap mirna sambil meletakan tasnya di sebelah kursinya.


Mirna pun sarapan.


Setelah sarapan mirna pun berpamitan untuk pulang.


Evita pun memberikan upah mirna yang sudah dua bulan bekerja padanya.


"Bu, pak saya pulang dulu ya!"ucap mirna sambil menenteng tasnya.


"Iya mir,kamu pulangnya bareng pak dimas aja ya,kebetulan arah jalan toko dan tujuanmu kan sama"evita.


"Iya mir kamu bareng saya aja,sebentar lagi saya selesai kok makannya"Sahut dimas yang sedang memakan roti panggang.


Mirna pun mengangguk.


"Mas nanti sebelum kamu pergi antar aku ke rumah suci (tetangga komplek)dulu ya mas,aq ada acara arisan di sana"ucap evita yang juga menenteng tasnya.


"Siap nyonya"ucap dimas menggoda evita.


Mereka pun berangkat.


"Mas aku turun dulu ya!"ucap evita sambil mencium tangan suaminya.


Dimas pun melambaikan tanganya.


Di mobil kini hanya tinggal mirna dan dimas.


"Mir kalau boleh tau ibu kamu sakit apa ya?"dimas.


"Sa,sakit asam lambung pak"ucap mirna gelagapan.


"Udah berapa lama sakitnya mir?"dimas


"Belum lama sih pak,baru akhir' ini"Mirna.

__ADS_1


Mirna terlihat senyum' sendiri di dalam mobil.


Dimas heran menatap pantulan wajah mirna di sepion mobilnya yang tersenyum' sendirinya,sikapnya tak mencermikan bahwa ia sedang sedih.


Dimas dan mirna pun mencapai tempat tujuaanya terminal Penggaron.


Setelah mengantar mirna,dimas langsung pulang ketokonya.


Ditoko terlihat semua karyawan sedang menunggu kedatangan dimas.


Dimas pun sampai di toko dan langsung membuka gemboknya.


"Mirna dan bu evita kemana pak?"tanya nadya karyawan berhijab yang suka kepo.


"Mirna pulang kampung,bu evita sedang ada acara"ucap dimas sambil melangkahkan kakinya menuju ruang kerjaanya.


"Ngapain ya tuh anak pulang kampung?"gumam nadya.


Di tempat lain, mirna pun sudah mencapai tempat tujuanya ,di kota kelahiran sekaligus tempat tinggal kedua orang tuanya Purwodadi.


Setelah dua jam perjalanan Mirna pun harus naik ojek lagi untuk mencapai rumahnya,rumahnya berada jauh dari pusat kota,rumah mirna di sebuah pedesaan kecil.


Setelah sampai di rumahnya mirna segera membayar ojek yang mengantarnya.



gambar ilustrasi rumah mirna di desa.


"Tok,tok"ketukan tangan mirna,mengetuk pintu usang miliknya.


Tak menunggu lama terlihat wanita paru baya membuka pintunya.


Wanita paru baya itu adalah ibu mirna yang bernama sutilah.


"Mirna anaku"ucap sutilah sambil memeluk putrinya, dan mempersilahkanya masuk kedalam.


"Kamu kenapa pulang nggak ngabarin ibu dulu mir?"sambung sutilah.


"Mirna dadakan izinya bu,bapak dimana bu?"mirna.


"Bapakmu biasa masih semedi di kamar,sebentar lagi juga keluar"sutilah.


Tak menunggu lama seorang laki' tua memakai ikat kepala pun keluar dari kamar.

__ADS_1



ilustrasi wajah ayah mirna(ki jarwo)


"Bapak"ucap mirna sambil berlari ke ayahnya.


"Kamu pulang' kok nggak memberitahu kami dulu mir?"ki jarwo.


"Mirna pulangnya dadakan pak,ada yang mau mirna bicarain sama bapak"mirna.


Mirna pun mengajak kedua orang tuanya untuk masuk ke kamar yang biasa di gunakan untuk semedi keluarganya.


Ya ayah mirna adalah seorang dukun yang sudah cukup terkenal di desanya,bahkan orang dari luar desa sudah sangat mengenalnya.


"Apa yang ingin kamu katakan nak?"tanya jarwo dan sutilah.


"Mirna pengen bapak melet seseorang"ucap mirna sambil menekuk kedua tanganya.


"Siapa yang ingin kamu pelet nak?" ki jarwo dan sutilah serentak.


"Pak dimas,bos sekaligus laki' yang mirna cintai"mirna.


"Apa motivasimu mendapatkanya nak?,bukankah banyak laki' yang kau tolak selama ini?"ki jarwo.


"Pak dimas beda, pak dimas bukan seperti laki' pada umumnya,dia tidak mudah tergoda oleh wanita cantik,aku tertantang untuk memilikinya,dan kekayaanya"mirna.


"Tapi nak ,ada harga yang harus kau bayar jika ingin melakukannya"ki jarwo.


"Apapun itu mirna siap melakukanya pak"mirna.


"syarat yang harus kamu lakukan bera


"Dari awal kan mirna sudah bilang pak,mirna siap melakukan dan menanggung semuanya"ucap mirna kesal.


"Sebelum kamu melakukan ritual,kamu harua puasa mutih dulu nak selama empat puluh hari"ki jarwo.


Mirna pun menyanggupinya dan akan memulainya besok.


Puasa mutih adalah puasa yang hanya boleh makan nasi dan air putih selama waktu yang di tentukan.


Sementara Di tempat lain terlihat nadya sedang kerepotan melayani pengunjung yang datang.


"

__ADS_1


__ADS_2