
"Untung aja nggak ada yang ngelihat kita ya pak"ucap mirna sambil menutup pintu rumahnya.
"Iya nduk, kamu mandi dulu pakai air kembang lagi!,dan ingat pesan bapak nduk, kamu nggak perlu takut lagi sama makhluk ghaib,karna sekarang mereka semua adalah temanmu" ucap ki jarwo.
Mirna pun mengangguk.
Ditempat lain ,evita yang sedang tertidur
Pun terkejut ketika ada ledakan keras di atap rumahnya.
Duooooorrrrr....
"Mas' kamu dengar nggak tadi ada suara ledakan di genting?"ucap evita sambil membangunkan suaminya.
"Suara apa sih sayang,aku nggak denger, ayo tidur lagi, lihat nih jam masih pukul 01:35 wib"ucap dimas sambil menunjukan layar ponselnya.
"Tapi mas"ucap evita yang langsung menarik selimutnya untuk menutup wajahnya.
Dimas tak merespon perkataannya, karna ia sudah tidur kembali.
"Sekilas info tentang santet/pelet!"
-tanda pertama yang akan masuk jika seseorang terkena santet/teluh,dirumah orang tersebut akan ada suara ledakan/lemparan batu' kecil di atas genteng.
-Akan ada binatang yang sering masuk ke rumah seperti cicak,tikus,kelabang,ular,hewan' tersebut adalah hewan' pengantar sihir.
Sekian info dari saya,terimakasih!🙏.
Kembali ke cerita.
Di rumahnya mirna terlihat sedang berbincang pada kedua orang tuanya.
"Sebentar lagi mirna bakal jadi orang kaya pak ,buk"ucap mirna sambil memainkan rambutnya.
"Iya betul nduk,sebentar lagi dimas pasti ngejar' kamu"ucap ki jarwo sambil tidur.
"Mirna mau tidur dulu pak,mirna ndak nggak sabar pngen ketemu mas dimas"ucap mirna.
Ki jarwo dan bu sutilah pun tersenyum bahagia.
Sementara dalam tidurnya,dimas tiba" bermimpi tentang mirna,ia merasa sedang bersetubuh dengan mirna dan semua itu terasa sangat begitu nyata,lalu tiba' mirna pergi begitu saja ,dimas pun mengejar mirna tapi tiba' mirna seakan lenyap di telan kabut hitam pekat.
"Mir,mirna"ucap dimas menginggau.
Dimas pun langsung bangun dari tidurnya dengan nafas terengah' dan keringat yang mengucur deras di keningnya.
"Mimpi apa aku barusan,kenapa tiba" aku jadi kepikiran mirna"gumam dimas dalam hatinya.
__ADS_1
Dimas pun keluar dari kamarnya dan mengambil air minum ke dapur.
"Kamu kenapa nggak datang' sih mir"ucap dimas sambil membuka kamar mirna yang masih kosong.
Entah mengapa ada rasa yang menggebu' dalam diri dimas untuk bertemu mirna.
Dimas heran dengan perasaan yang tiba' muncul ini.
Malam masih larut tapi terlihat dimas sedang mondar'ir di ruang tamunya,hatinya merasa resah luar biasa ketika ia tak bisa tidur karna ingin berjumpa dengan mirna.
Pagi pun tiba,evita pun terbangun ia meraba' ranjang disebelahnya yang terasa kosong.
"Kamu dimana mas"ucap evita sambil mengucek' matanya.
Melihat dimas yang sudah tidak berada di kamar ,evita pun mencarinya.
"Mas dimas,mas dimas"panggil evita,tapi tak ada sahutan sama sekali.
Evita pun berniat ke ruang tamu untuk membuka korden jendela.
"Yaallah mas ternyata kamu disini"ucap evita yang terkejut ketika menemukan dimas tertidur di sofa.
Mendengar suara evita dimas pun bangun.
"Iya vi,semalam aku nggak bisa tidur,lalu aku keluar dan tidur disini"ucap dimas yang terlihat sedang memegangi kepalanya.
"Nggak tau vi,tiba' kepala dan pundak aku sakit banget ,seperti sedang di tusuk'"ucap dimas.
"Mas, mas mungkin lagi masuk angin karna tidur di luar,mas tunggu disini biar aku buatin wedang jahe"ucap evita sambil melangkahkan kakinga menuju dapur.
Sementara dimas yang sedang terduduk seperti melihat ada bayangan mirna di pelupuk matanya.
Dalam bayanganya mirna seakan menghampirinya lalu menghilang persis sekali seperti yang ada di mimpinya.
Bahkan bayangan mirna kini tak cuman satu,bayangan mirna seakan ada di seluruh rumahnya.
Di tempat lain mirna terlihat sedang memandangi foto seseorang dalam ponselnya lalu ia berkata:kamu pasti dah nggak sabar kan mas pngen ketemu aku.
Foto yang mirna pandangi adalah foto dimas ,ia tau saat ini pasti dimas sedang gelisah memikirkanya.
Sementara dirumahnya evita sudah membuatkan wedang jahe dan meminta untuk dimas meminumnya.
"srutup,aahhhh"suara dimas menyerutup wedangnya.
"Gimana kamu dah enakan mas?"tanya evita.
"Masih belum vi"ucap dimas yang masih memegangi kepalanya.
__ADS_1
"Ya udah kita sarapan dulu ya mas"ucap evita sambil mengambilkan nasi untuk dimas.
Dimas pun tak memakan nasinya ,ia hanya mengaduk'nya saja, tak ada hasrat untuk makan sama sekali,yang dia inginkan saat ini adalah melihat wajah mirna.
"Mas kamu mendingan nggak usah ke toko dulu deh,kamu istirahat aja di rumah"ucap evita.
"iya vi"ucap dimas.
"Mas aku mau ke toilet sebentar ya" ucap evita.
Saat evita di toilet tiba' ponselnya bunyi,terlihat no(+628588905xxx) tnp nama menghubunginya,sudah beberapa kali no tersebut menelpon tapi tak ada yang mengangkatnya.
Dimas yang berada di sebelah ponsel tersebut pun akhirnya mengangkatnya.
"Hallo dengan siapa ini,bu evitanya baru ke toilet"dimas.
"Hallo pak dimas,ini mirna pak,nanti tolong beritahu bu evita ya pak, kalau mirna sudah bisa berangkat kerja"ucap mirna.
"Mirna?"ucap dimas gagap,ada perasaan senang dihatinya ketika mendengar suara mirna,seketika sakit kepala dimas pun hilang.
"iya pak dimas bagaimana,saya masih bisa bekerja kan di tempat bapak?"ucap mirna.
"Bisa banget mir,nanti kamu langsung datang ketoko aja"ucap dimas bersemangat.
"Makasih banyak ya pak dimas,mirna tutup dulu telponnya ya" tut,tut.
"Siapa tadi yang telpon mas?"tanya evita yang baru keluar dari kamarnya.
"Mirna vi,dia akan kerja lagi hari ini"dimas.
"Ouh bagus dong mas kalau begitu,jadi nadya tidak kerepotan lagi"evita.
"Iya,aku mau mandi dulu vi ,mau siap' ke toko"dimas.
"Lho katanya kamu sakit kepala mas?"evita.
"Nggak kok vi ,aku sudah enakan ,dah aku mandi dulu ya"dimas.
Sementara dimas mandi, evita terlihat sedang sibuk membereskan meja makan dan mencuci peralatan masak.
Dimas pun selesai mandi tak seperti biasanya yang menggunakan baju santai,kali ini dimas menggunakan baju hem panjang dan celana jeans panjang,dimas ingin terlihat menawan di hadapan mirna.
Dimas pun mencoba semua minyak wangi yang ada di lemari ia ingin agar tampil maskulin.
"Tumben banget kamu pakai baju rapi mas,mau ketemi kelaiyen ya mas?"tanya evita pada dimas yang tampil tak seperti biasanya.
"iya vi,aku berangkat dulu ya"ucap dimas sambil melaimbaikan tanganya.
__ADS_1
Semenjak usia kandunganya memasuki trimester ke tiga evita memang sudah jarang ikut ke toko,karna ia sibuk dengan kelas hamilnya.