
Dimas pun langsung mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, rasanya ia begitu bersemangat mendengar mirna akan datang hari ini.
Seperti biasa nadya dan kawan'nya sedang menunggu dimas untuk membuka gembok yang mengunci ruko.
Dimas pun tiba dan langsung turun dari mobilnya,ia berharap mirna sudah ada diruko.
"Pagi pak dimas"ucap para karyawan serentak.
Bukanya menjawab dan membuka gembok dimas malah celingukan kesana kemari.
"Bapak cari siapa sih?"tanya nadya.
"Mirna nad,katanya dia mau datang hari ini"ucap dimas yang sedang terlihat membuka kunci ruko.
"Ya nggak mungkin lah pak mirna sampai sepagi ini dia akan berada diluar kota"nadya.
"Hmbbb"ucap dimas singkat dan segera masuk keruang kerjanya.
"Lagiaan aneh banget sih pak dimas,cari orang kok yang nggak ada disini,giliran yang disini nggak dicari"gumam nadya dalam hati.
Di tempat lain Mirna sedang berpamitan kepada kedua orang tuanya.
"Pak, bu,mirna berangkat dulu ya"ucap mirna sambil mencium tangan kedua orang tuanya.
"Mir nanti kalau kamu sudah dapatiin dimas,jangan lupa ya kirimin ibu uang,ibu mau belanja'"ucap sutilah .
"Baik bu,ibu dan bapak nggak usah khwatir,mirna akan kuras semua kekayan pak dimas dan merebut hatinya dari istrinya".."dah ah aku mau berangkar dulu"sambung mirna.
Kini mirna pun sudah berada di bus dan siap menuju ruko.
Sementara di tempat kerjaanya dimas terlihat tidak fokus dengan pekerjaanya,dimas terus memantau CCTV untuk mengetahui kedatangan mirna.
Sementara dirumah evita terlihat sudah bersiap' untuk pergi bersama temanya.
Evita terlihat sedang menghubungi seaeorang.
"Hallo dies,aku dah nunggu kamu diteras rumah aku,kamu cepat kesini ya"ucap evita.
"Iya vi,nih aku juga baru nyetir menuju rumah kamu kok,aku matiin dulu ya telponya".
Tak perlu menunggu lama terlihat mobil BMW putih pun mengunjungi rumah evita.
"Lama ya vi nungguya"ucap wanita berambut pirang ,berpakaian terbuka yang memperlihatkan tato di punggungnya,tato itu bertuliskan Bara(nama suaminya).
"Nggak kok dies,ayo kita berangkat"ucap evita.
Ya wanita bertato itu adalah Gladies teman kelas hamil evita.
Setelah hampir tiga jam perjalanan mirna pun sampai di toko dimas.
Baru saja datang nadya langsung menyindirnya.
"Enak banget sih lo mir ,libur hampir 2 bulan lebih tapi gaji ditransfer terus sama bu evita"ucap nadya sambil menatap kearah mirna.
"Crewet banget sih lo nad,yang gaji gue aja nggak masalah kenapa lo yang repot"jawab mirna dengan ucapaan ketus.
Dimas yang sedari tadi sudah menunggi kedatangan mirna pun langsung menghampirinya.
"Apa kabar kamu mir"ucap dimas sambil menjabat tangan mirna.
__ADS_1
Menjabat dan bertemu mirna membuat jantung dimas berdetak kencang.
"Saya baik' saja pak dimas,cuman tetangga saya aja yang kurang baik"ucap mirna yang balik menyindir nadya.
Setelah bertemu mirna,dimas pun merasa lega dan langsung kembali keruang kerjaanya.
"Yes pasti peletku sudah masuk ke tubuh pak dimas"gumam mirna .
Malam pun tiba ,evita pun terlihat sudah menyiapkan makan malam untuk suaminya.
Sementara ditoko karyawan semua sudah pulang ,kini hanya ada mirna dan dimas.
Mirna terlihat sedang memainkan ponselnya.
Sementara dimas sedang mengamati mirna lewat CCTV di leptopnya.
"Kamu cantik sekali sih mir hari ini"ucap dimas.
Melihat dimas yang tak keluar' mirna pun berinisiatif untuk menghampirnya ke ruang kerjanya.
Tok,tok.
"Masuk tidak di kunci"ucap dimas.
"Malam pak dimas,semua karyawan sudah pulang pak!"ucap mirna.
"Lalu"ucap dimas yang sedari tadi memandangi wajah mirna.
"kapan kita pulang?"mirna.
"Nanti saja setelah hujan reda,kamu kalau takut sendirian duduk di situ saja" ucap dimas sambil menujuk sofa yang ada di ruang kerjaanya.
"Tumben banget mas dimas belum pulang jam segini",jam menunjukan pukul 22;45,,"apa karna hujan ya?" gumam evita .
Sementara di toko mirna dan dimas saling curi' pandang satu sama lain.
Dimas sepertinya sudah tidak bisa menhan gejolak yang ada di hatinya, malam ini dimas akan mengungkapkan perasaanya pada mirna.
"Mir ada yang mau saya bicarakan sama kamu"dimas.
"Bicara apa ya pak"mirna.
"tolong tatap mata saya dan kamu taruh ponsel kamu di meja"dimas.
"Apa maksud bapak?"ucap mirna berpura' bodoh.
"Mir saya suka sama kamu,maukah kau jadi sugar baby q"ucap dimas sambil bertekuk lutut di hadapan mirna.
Usia mirna dan dimas memang terpaut cukup lama yaitu 13 tahun,dimas berusia 35 tahun,sedangkan mirna 22 tahun.
"Tapi pak,bapak kan sudah punya istri"mirna.
"Saya tidak perduli tentang istri saya!,yang saya perdulikan saat ini hanya perasaan saya terhadapmu mir"ucap dimas yang langsung memeluk mirna.
Mirna yang sedari dulu menyimpan rasa pada dimas pun bahagia karna akhirnya ia berhasil menakhlukan hatinya.
"Mir saya mohon terima cinta saya,apapun yang kamu mau akan saya turuti"dimas.
"Iya pak ,saya menerima cinta bapak tapi ada satu syarat yang harus bapak penuhi"mirna.
__ADS_1
"Syarat apa itu mir?"dimas.
"Bapak harus menceraikan istri bapak dan menikahi saya,saya tidak mau kalau hanya jadi simpanan bapak" ucap mirna sambil tersenyum licik.
"Mir kamu tau kan evita sedang hamil dan tidak mungkin saya menceraikainya"ucap dimas.
"Ya sudah kalau begitu,saya tidak bisa menerima bapak"mirna.
"Mir saya mohon kasih kesempatan satu kali saja,saya janji akan memberikan semua yang kamu inginkan!,apa perlu saya bersujud di kaki kamu mir?"dimas.
Mendengar semua ucapan dimas,hati mirna pun terasa langsung meleleh, bagai es krim yang sedang cairnya.
"Bapak apa'an sih,bapak bisa berdiri nggak !"mirna.
Dimas pun langsung berdiri dan memeluk mirna.
"Berarti kamu menerima cinta saya mir?"dimas.
Mirna pun mengangguk.
"Kita pulang ya,nanti kamu di depan evita harus terlihat seperti biasa ya sayang"ucap dimas sambil mengecup kening mirna.
Mereka pun pulang dan kini sudah berada di depan rumah dimas.
Evita yang sedang tertidur pun langsung bangun ketika mendengar suara mobil dimas datang dan langsung pergi keluar untuk membuka pintunya.
"Mas tumben banget kalian baru datang?"evita.
"ya bu tadi hujan deras, jadi kami berteduh di ruko dulu"ucap mirna.
"Yaudah kita masuk dan makan malam yuk "ucap evita.
Dimeja makan dimas yang bersebelahan duduk dengan mirna pun menggandeng tangan mirna, dengan tangan kirinya.
Mirna pun tersenyum bahagia.
Sementara evita tak memperhatikan mereka,karna sibuk menyatap makanan yang ada di piringnya.
Malam pun semakin larut,evita yang kelelahan pun langsung mengajak dimas untuk tidur.
Di dalam kamarnya dimas masih terlihat belum tidur,ia masih sibuk memainkan ponselnya ,ia sedang chatan dengan mirna ,dengan posisi membelakangi evita yang tidur di sebelahnya.
Dimas yang tidak bisa tidur pun memutuskan untuk keluar menuju kamar mirna.
Tanpa permisi,dimas pun menyelonong masuk ke kamar mirna,mirna yang sedang berganti pakaian pun terkejut.
"bapak!,bapak nekat banget sih kesini,nanti kalau ketahuan bu evita gimana?"mirna.
" Aku nggak peduli dengan evita mir,yang saat ini aku mau adalah bersama kamu!"ucap dimas sambil memeluk mirna.
Mirna pun menyambut hangat pelukan dimas,hingga setan pun kini sudah merasuki mereka.
Tanpa memikirkan evita lagi ,dimas dan mirna pun langsung memadu kasih dengan asyiknya.
Mirna memang menggunakan pelet semar mesem untuk memelet dimas,sehingga membuat dimas selalu rindu akan dirinya.
"Sekilas info tentang semar mesem!"
Semer mesem ialah pelet yang akan membuat korbanya tergila' hanya dengan melihat senyum sang pelmelet.
__ADS_1