
Saat tiba di toko terlihat Nadya,Ricky,Joko,sudah menunggu di depan toko,Dimas yang membawa kuncu pun langsung membuka gemboknya.
Setelah pintu terbuka semua karyawan pun segera masuk,diikuti dengan dimas dan evita di belakangnya.
Seperti biasa ketika toko di buka pengunjung langsung ramai dan berdatangan,mereka suka berbelanja di toko evita karna harganya yang lebih murah dari toko lainnya.
""Massaallah tabarkaallah" ,rame banget toko kita ya mas"ucap evita yang sedang mengecek' setok' barang melalui komputernya.
"Alkhmdullillah ini berkat doa'mu sayang"ucap dimas sambil memainkan komputernya.
Siang pun tiba seperti biasa dimas akan mengajak evita untuk makan di luar.
"Saya sama pak dimas makan siang dulu ya,Kalian mau di bawain apa?"ucap evita pada semua karyawanya.
"Terserah ibu aja"ucap nadya.
Dimas dan evita pun pergi.
Disaat jam istirahat mirna berbincang dengan Nadya,kebetulan toko sedang sepi.
"Beruntung banget ya bu evita"ucap mirna sambil menaruh tangan di pipinya.
__ADS_1
"Beruntung bagaimana maksud elo mir?"tanya nadya sambil menyatap nasi rames yang baru di belinya.
"Dapet suami kaya raya ,tampan ,perhatian,padahal gue' denger' kan dia dari keluarga kelas menengah kebawah,Coba aja pak dimas belum menikah pasti gue..."ucap mirna tak meneruskan perkataanya.
"Pasti elo dijadiin bininya?"ucap nadya ceplas ceplos,"udah deh mir loe tuh nggak usah banyakin ngekhayal,lagian takdir orang tuh beda',nggak semua orang harus dapet suami tajir"sambung nadya.
"Nggak juga kok ,siapa juga yang berpikir begitu,lagiaan mana mungkin gue suka sama pak dimas ,yang usianya terpaut 13 tahun lebih tua dari gue! "ucap mirna mengelak.
"Lagian pak dimas juga pasti nggak sama loe mir,anak bau kencur,konyol"ucap nadya yang kembali ke kursi kasirnya.
"Lagian kenapa sih harus pak dimas yang ada di otak dan pikiran gue,gue kan sudah punya pacar sendiri"gumam mirna.
Tak berselang lama Evita dan dimas pun datang.
"Mbk,mbk"ucap sang pengunjung tapi mirna masih belum sadar dari lamunanya.
Nadya yang berada di kasir depanya pun melempar koin ke arah mirna agar ia sadar kembali.
Tuakkk,"aduch"ucap mirna yang terkena lemparan koin nadya persis dikepalanya.
Mirna pun melotot ke arah nadya"Apa'an sih lo"ucap mirna kesal.
__ADS_1
"Tuh lihat di depan lo"Ucap nadya sambil menunjuk arah depanya.
"Maaf,Maaf bu"ucap mirna yang langsung menghitung belanjaanya.
"Lain kali yang fokus dong mbak!,jangan melamun mikirin pacarnya terus"ucap sang ibu' sinis sambil melenggakan kaki keluar toko.
"Huh dasar,baru aja bisa belanja segitu dah belagu,dasar kampungan"ucap mirna lirih mencemooh ibu' tersebut.
"Makanya loe tuh fokus,jangan mikirin suami orang terus"ucap nadya lirih meledek mirna.
"Ngomong apa sih loe,nggak jelas"ucap mirna kesal.
Evita yang melihat dari jauh perdebatan kecil mereka pun langsung menyamperinya.
"Ada apa dengan kalian?,kenapa tadi kalian kelihatan sedang bertengkar,"tanya Evita pada mirna dan nadya.
"Nggak ada kok bu,tadi kita cuman bercanda"ucap Nadya sambil merangkul mirna.
"Bener kan besti?"ucap nadya sambil mengedipkan matanya kearah mirna.
"iya kok bu,kita kan besti"ucap mirna yang kini berbalik merangkul nadya.
__ADS_1
"Syukurlah kalau begitu,ibu senang melihat kebersamaan kalian"ucap evita.