
Sepanjang perjalanan dimas terus memegangi kepalanya dengan penuh raut kesakitan,di sela' kesakitanya tiba' ia memanggil' nama mirna,sontak hal itu membuat evita dan kedua orang tuanya menjadi kaget.
"Mirna,mirna, kamu di mana mir"ucap dimas sambil memegangi kepalanya.
"Knp suamimu memanggil' nama pembantumu vi?"tanya bu puji dengan nada heran.
"Evi nggak tau mah"ucap evita yang terus meneteskan air mata melihat.
Mendengar dimas memanggil' nama wanita lain membuat evita ingin marah padanya,ada beribu pertanyaan yang kini menguasai hati dan pikiranya.
Dimas masih terus memanggil' nama mirna,kini mereka sudah berada di depan RSUD.
pak hartono pun langsung turun dan meminta para petugas untuk segera menurunkan dimas dari mobilnya.
"mas,mas tolong anak saya mas"ucap pak hartono gugup.
Petugas pun segera menuju mobil dimas dan membawanya ke ruang Icu.
Evita pun meminta kepada mertuanya untuk mengurus regrestasi, sedangkan dia akan menunggu dimas di ruang ICU.
Para dokter dan perawat pun sudah masuk ke ruang icu dan segara melakukan tindakan,dokter pun melakukan ST SCAN pada kepala dimas,setelah satu jam lamanya hasil ST SCAN pun keluar, hasil St Scan pun menunjukan kalau tak ada penyakit apapun di kepala dimas,dokter pun heran dengan apa yang terjadi pada dimas.
"kenapa dok?"tanya seorang perawat.
dokter pun menunjukan hasil St Scan dimas kepada perawat itu,dan memberitahunya kalau tak ada penyakit apapun di kepala dimas.
"kenapa bisa begini dok?"tanya sang perawat lagi.
"Saya juga nggak tau sus,karna baru kali ini saya mengalami hal seperti ini"ucap sang dokter sambil menggelengkan' kepalanya karena merasa heran.
Dokter pun meminta suster melakukan ST SCan ulang ,dan hasilnya tetap sama tidak ada penyakit.
Sementara dimas masih terlihat kesakitan luar biasa dan menyebut' nama mirna.
Dokter pun meminta suster untuk memanggil evita masuk.
Suster pun segera keluar dan memanggil evita.
Sementara evita terlihat tengah mondar'ir di depan ruang icu,pikirannya kacau memikirkan keadaan suaminya di dalam.
"dengan istrinya pak dimas?"tanya dokter pada evita.
"ya betul,gimana kondisi suami saya sus?"evita.
Suster pun tak menjawab dan meminta evita untuk masuk kedalam.
"Ibu masuk aja kedalam,nanti dokter andre yang akan menjelaskan"ucap suster yang kembali masuk kedalam ruang icu.
Evita pun segera masuk kedalam.
"Bagaimana kondisi suami saya dok?,knp dia masih kesakitan dan belum ditangani".evita.
__ADS_1
Dokter pun menjelaskan pada evita kalau ia sudah melakukan tindakan St Scan dua kali dan tidak menemukan penyakit apapun pada kepala dimas.
"Apakah ibu yang namanya mirna?"dokter.
"bukan saya evita,mirna pegawai toko saya"evita.
"ibu lebih baik telpon mirna dan suruh ia datang kemari,siapa tau dengan datangnya mirna pak dimas akan sembuh"dokter.
Evita pun langsung mengikuti apa yang diperintahkan oleh dokter,ada rasa sakit sebenarnya dalam hatinya karena dimas menyebut nama wanita lain selain dirinya,evita pun segera keluar ruangan ICU menelpon mirna.
Sementara dirumah mirna terlihat sedang mengecat kukunya.
Drud..drud.."siapa sih ganggu orang lagi senang aja"ucap mirna sambil meraih ponsel di sebelahnya.
"Evita??,ngapain dia nelpon' gue",mirna pun langsung mengangkat telpon evita.
"Hallo bu,ada apa ya"ucap mirna.
"Mir kamu hatus datang ke rumah sakit sekarang!"evita.
"Lho memangnya ada apa bu,pak dimas kenapa?"ucap mirna berpura' bodoh.
"Mir kamu nggak usah banyak tanya ,kamu kerumah sakit sekarang ,saya ada di ruang icu lantai satu" ucap evita yang langsung mematikan ponselnya.
Tut..tut.
Mirna pun segera bersiap untuk pergi ke rumah sakit.
"vi gimana keadaan dimas?,sudah ada perubahan?"ucap mertua evita.
Evita pun menjelaskan kepada mertuanya kalau dokter sudah melakukan tindakan tapi tak menemukan sakit apapun di kepala dimas.
"Bagaimana mungkin itu terjadi vi?"ucap bu puji.
"Evi juga nggak tau mah ,mas dimas masih kesakitan dan terus memanggil' nama mirna"ucap evita yang kini duduk.
"Apa yang sebenarnya terjadi antara pembantu kamu dan suami kamu vi?"bu puji.
Evita tak menjawab ia hanya menggelengkan kepalanya.
"Mah mirna sudah datang"ucap pak hartono menunjuk kearah mirna yang sedang berlari'.
"bu pak dimas kenapa?" tanya mirna ngos'an.
Belum sempat evita menjawab ,dokter sudah keluar dan meminta mirna untuk segera masuk kedalam.
mirna pun segera masuk kedalam.
"vi kok kamu biarin pembantu kamu,nemenin dimas"ucap bu puji yang terlihat kesal.
"evi nggak ada pilihan lain mah,evi hanya ingin mas dimas segera pulih"ucap evita sambil mengusap air mata yang berjatuhan di pipinya.
__ADS_1
"Pak dimas,bapak kenapa?" ucap mirna yang lagi dan lagi berpura.
"Mir kamu sudah ada disini?"ucap dimas lirih karena menahan sakit di kepalanya yang semakin menjadi'.
"Iya bapak,yang mana yang sakit pak biar mirna pegang"ucap mirna.
Dimas pun menunjukan kepalanya,dan mirna pun segera memegangnya,dan tak berselang lama sakit kepala dimas pun hilang.
"Bagaimana ini terjadi?"tanya dokter' dan suster' yang merasa terheran' dengan kejadiian tersebut.
Mirna pun tak menjawab ia sibuk memijat' kepala dimas.
Dokter pun memeriksa dimas sekali lagi ,dan hasil pun menyatakan ia sehat.
"Mir makasih banyak ya, berkat kamu sakit saya hilang" ucap dimas sambil membelai lembut tangan mirna.
"sama' pak"ucap mirna yang berbalik membelai tangan dimas.
melihat dimas sudah baikan, dokter dan suster pun keluar dari ruang ICU.
"gimana keadaan suami saya dok"evita.
"suami ibu sudah baik' saja sudah sembuh kembali malah"ucap dokter sambil melangkahkan kakinya menuju ruanganya.
"Bagaimana mungkin ini bisa terjadi"ucap bu puji terheran'.
Mereka pun segera masuk keruang ICU,melihat mirna yang masih membelai tangan dimas membuat bu puji marah.
"Apa yang sedang kamu lakukan dengan dimas?,knp kamu menyentuhnya,kamu kan tau dimas sudah memiliki istri"ucap bu puji memaki' mirna.
Mirna hanya diam saja tak menjawab sepatah kata.
"Mamah kenapa sih?,harusnya mama tuh berterimakasih kepada mirna,karena berkat dia dimas sembuh"ucap dimas membela kekasih gelapnya.
"Mamah nggak salah ko mas,yang salah mirna karena dia dah berani' nyentuh kamu"sahut evita yang langsung melangkahkan kakinya mendekati mirna.
"Kamu juga vi,ngapain ikut'an mamah,lagian mirna itu wanita baik' nggak mungkin dia rebut aku dari kamu"ucap dimas yang terus membela mirna.
Mendengar ucapaan dimas yang terus membela mirna ,membuat evita semakin sakit hati dan terus meneteskan air mata.
"udah' lagian ngapain sih kalian ributin soal itu,yang penting sekarang dimas kan sudah sembuh"ucap pak hartono melerai.
Sementara mirna yang berdiri di dekat pintu merasa senang melihat pertengkaran yang saat ini saksikan,ia pun tersenyum jahat.
"bu,pak saya minta maaf ,kalau memang saya sudah salah dan lancang,saya akan pergi dari sini"ucap mirna sambil meneteskan air mata pura'nya.
"Mir kamu nggak salah mereka semua yang salah"ucap dimas yang bangun dari tidurnya dan duduk.
"Augh,"ucap dimas sambil memegangi kepalanya.
"udah lah mah,vi, kalian lupain aja apa yang barusan kalian lihat" pak hartono.
__ADS_1
"tapi pah,,dia"belum selesai bu puji berbicara evita pun menepuk pundaknya dan memintanya untuk menyudahi semuanya.