
Setelah selesai memasak evitapun langsung membereskan dapurnya,lalu ia segera' mandi untuk bersiap' pergi ke dokter kandungan.
Sementarnya di dalam kamarnya mirna terlihat sedang merias diri,ia ingin tampil secantik mungkin di depan dimas.
Setelah selesai Mirna pun keluar ,Mirna yang melihat dimas sendirian di mejak makan pun berniat untuk mengunjunginya.
"Pagi pak dimas"ucap mirna menyapa.
"Pagi juga mir"ucap dimas sambil memainkan ponselnya.
"Bapak mau saya buatin kopi?"ucap mirna.
"Boleh banget mir,karna kebetulan saya ngantuk belum minum kopi"ucap dimas.
Evita yang terburu' memang belum sempat membuatkan kopi untuknya.
Mirna pun segera membuatkan kopi untuk dimas.
"Silahkan di minum bapak"ucap mirna sambil menyodorkan kopi di depan dimas.
"Srutup,ahh ,enak sekali kopi butan kamu mir ,persis buatan istri saya"ucap dimas sambil menyerutup rakus kopinya.
Mirna pun senang mendengar pujiaan dimas,seketika pipinya pun mengembang seperti bakpao yang sedang mekar.
"Apa yang seperti buatan aku mas"Sahut evita dari dalam kamar.
"kopi sayang,mirna tadi buatin aku,dan racikanya persis sekali punya kamu".ucap dimas.
"Ouh, mirna kamu berbakat sekali ya dalam hal memasak,pasti ibu kamu yang ngajarin kamu?"ucap evita.
"Iya bu" jawabb mirna singkat.
Mirna merasa kesal dengan kedatangan evita yang di anggapnya menganggu momentnya bersama dimas.
"Ouh ya mir,nanti kamu berangkatnya naik gojek aja ya,soalnya saya dan pak dimas mau ke dokter kandungan dulu"ucap evita sambil menyantap makanannya.
"iya bu"mirna.
"Nanti biar saya yang pesenin gojeknya"ucap evita yang sedang memainkan ponselnya untuk memesan gojek.
Setelah selesai sarapan mereka pun pergi ke tempatnya masing'.
Di depan pintu masuk rumah evita terlihat pengemudi gojek sudah datang untuk menjemput mirna.
saat mirna akan naik kendaraan gojek,dimas memanggilnya.
"Ada apa ya pak?"mirna.
"Ini kunci rukonya mir,tadi saya lupa memberikanya"dimas.
Mirna pun berangkat menggunakan gojek ke toko,sedang evita dan dimas menuju rumah praktik pribadi dokter kandungan.
__ADS_1
Mirna dan dimas pun mencapai tujuaanya.
"Silahkan ambil nomer antrian dulu ibu"ucap petugas yang berjaga.
Evita pun mengambil nomer antrianya,dan duduk di ruang tunggu.
Setelah menunggu 10 menit ,nomer antrian evitapun di panggil.
"Nomer antrian A28"ucap petugas.
Evita pun maju dan memberikan nomer antrianya pada petugas,petugas pun mempersilhkan evita dan dimas untuk maju.
"Selamat pagi,bapak ,ibu"ucap dokter laki' berkulit putih.
"Pagi juga dokter"ucap evita dan dimas serentak.
dokter,evita dan dimas pun berbicang' setelah selesai berbincang,dokter pun meminta evita untuk berbaring di ranjang yang sudah di sediakan.
dokter pun memeriksa detak jantung janin evita dan mengUSG dirinya.
Ilustrasi gambar janin evita.
"Semua sehat bu,pak,dan janin pun bertumbuh dengan pesat"ucap dokter.
Melihat gambar janinya di arah monitor dimas dab evita pun takjub sekaligus bahagia.
Setelah selesai memeriksa dokterpun meresepkan vitamin bumil untuk evita.
Evita dan dimas pun keluar dari ruangan dokter,dan menebus obat,lalu pulang.
Sementara di tempat lain mirna baru saja sampai di toko,terlihat para karyawan lainya sudah menunggu mirna untuk membuka kunci ruko.
"Tumben loe sendirian,pak dimas dan bu evi kemana?"Nadya.
"Kepo lo ya"ucap mirna sambil membuka pintu ruko.
"Nggak kepo sih ,cuman pengen tau aja"ucap nadya sambil melenggakan kakinya menuju meja kerjanya.
"Ngapain sih loe,tanya' tentang mereka ke gue,bikin bad mood aja"ucap mirna sambil meletakan tas slempeng merah muda miliknya.
"Cie jeles"ucap nadya sambil menunjuk kearah mirna.
"Siapa juga yang jeles,jaga ya nad ucapan loe"mirna.
"Emangnya loe bener ada rasa sama pak dimas mir?"sahut Ricky dan Joko serentak.
"Apa'an sih kaliaan berdua,percaya aja sama mulut lemes nadya" ucap mirna kesal.
"Akuin aja kali mir"ucap nadya menggoda mirna.
__ADS_1
Mirna yang kesal karna terus dipojokan nadya pun langsung menghampiri nadya yang berada di kasir di depanya .
"Elo ngapain sih nad,selalu ngurusin hidup gue,elo kesini tuh sebenarnya mau kerja atau mau jadi pencari berita?"ucap mirna yang kesal lalu mendorong tubuh nadya .
"Gue tuh hanya bercanda,lagiaan sinis amat sih loe mir hari ini"nadya.
Mirna pun tak lagi menggubris perkataan nadya,baginya meladeni nadya akan menambah beban di pikirannya.
Yang mirna saat ini pikirkan adalah bagaimana ia bisa merebut dimas dari evita tanpa harus mengejar'nya.
Lalu ia teringat ayahnya,ayahnya pasti bisa membantunya.
Di luar mobil evita sudah terlihat datang ,evita dan dimas pun segera masuk kedalam dan seperti biasa para karyawan pasti akan menyapanya.
Para karyawan pun berkerja seperti biasanya.
Malam pun tiba saatnya toko tutup dan semua orang akan pulang ke tempatnya masing'.
Dimobil mirna terlihat sedang melamun,ia memikirkan cara agar bisa beralasan untuk pulang kampung.
"Bu saya mau ngomong"ucap mirna.
"Ngomong aja mir"evita.
Baru saja mirna akan bicara telpon evita sudah berdering.
Drud,drud,tertulis nama "ibu" diponsel milikinya,evita pun segera mengangkatnya.
"Hallo nduk,piye kabarmu dan nak dimas?,kenapa nggak pernah telpon ibu?" bu siti.
"Evita dan mas dimas baik' saja bu,maaf evita sibuk sekali jadi belum sempat ngabarin ibu,ada kejutaan loh untuk ibu dan bapak"evita.
"Kejutan opo to nduk?"bu siti.
"Evita hamil bu ,dan sudah memasuki usia kandungan 8 minggu"evita.
"Masaallah, semoga allah menjagamu dan bayimu ya nduk,bapak dan ibu ikut senang mendengarnya"bu siti.
"Aamiin bu,evita tutup dulu telponnya ya bu!,nanti evita telpon lagi kalau sudah sampai,assallamuallaiqum"evita.
"Waallaiqumsalam"bu siti.
Tut..tut.evita pun mematikan telponya.
"Kamu tadi mau ngomong apa mir?"evita.
"Besok mirna mau pulang kampung buk,karna tadi dapat kabar dari kampung kalau emak mirna sakit"mirna.
"Berapa lama kamu akan pulang kampung mir?"evita.
"Kurang tau kalau soal itu bu,yang pasti saya akan balik kesini lagi kalau emak saya sudah sembuh"mirna.
__ADS_1
Evita pun mengizinkan mirna untung pulang,karna baginya keluarga tetap harus yang utama.
Mirna sebenarnya hanya beralasan tentang kesakitan ibunya,ada suatu hal yang akan ia kerjakan selama di kampung.