
Malam pun tiba dan menujukan pukul 21:00 ,seperti biasa toko akan segera tutup,dan karyawanpun akan segera pulang.
Di perjalanan pulang ,Mirna hanya terlihat diam saja ,ia memikirkan perkataan nadya yang mengatakan kalau ia tak mungkin dapat memiliki dimas.
Melihat kemesran dimas dan evita ,membuat hati kecil mirna mengatakan,kalau tak mungkin ada celah di hati dimas untuk wanita lain termasuk dirinya.
"Mir ayo kita turun,kita mampir makan dulu"ucap evita.
"Iya bu" ucap mirna yang terlihat lesu karna memikirkan perkataan nadya.
"Bu, ibu mau pesan apa"tanya sang pramusaji.
"pesan ayam penyet dua,es teh dua,tunggu sebentar ya mas"
"Mir kamu mau di pesanin apa?"tanya evita.
"Mirna sama apa yang ibu pesan"ucap mirna.
"Jadi saya pesen ayam penyet 3,sama es tehnya 3 ya mas jadinya"ucap evita.
"Ouh baik kalau begitu ibu,tunggu sebentar ya bu"ucap sang pramusaji.
Tak berselang lama pesanan mereka pun datang.
Evita dan dimas pun makan dengan lahapnya.
Sementara Mirna hanya mengaduk' makanan yang ada di hadapanya.
__ADS_1
"Kenapa makananya hanya di acak' mir?"tanya dimas.
"Nggak papa kok pak,Mirna hanya sedang tidak enak badan"ucap mirna beralasan.
"Ya udah,nanti kita ke apotik dulu ya mas sebelum kita pulang"sahut evita.
"Nggak usah kok bu,mirna hanya butuh istirahat dan besok pasti akan pulih kembali"ucap mirna.
"Kamu yakin mir?"tanya evita
"Hmm"ucap mirna sambil menganggukan kepalanya.
Setelah selesai makan mereka pun segera pulang.
Setelah sampai dirumah Mirna langsung merebahkan diri di kasur lantai kamarnya.
"Tok,Tok"ketukan pintu evita.
"siapa?"tanya mirna.
"Bu evi mir,boleh saya masuk"ucap evita.
"Ya,silhkan"ucap mirna cuek.
"Mir bagaimana kondisi kamu?"tanya evita.
"Mirna baik' saja kok buk,nggak ada yang perlu ibu khwatirin,ibu lebih baik istirahat kasihan janin ibu"ucap mirna.
__ADS_1
"Kamu kalau butuh apa' jangan sungkan ya,panggil saja saya atau mas dimas"ucap evita.
"Baik bu"ucap mirna.
Evita pun melangkahkan kakinya keluar kamar mirna menuju kamarnya.
"Gimana keadaan mirna sayang?"tanya dimas.
"Mirna baik' saja kok mas,dia hanya perlu istirahat"ucap evita sambil merebahkan tubuhnya.
"Syukurlah kalau begitu,aku beruntung memiliki istri sepertimu sayang,kau begitu perduli dengan keadaan orang lain,dan mengkesampingkan kondisimu sendiri"ucap dimas sambil memeluk evita dari belakang dan membelai rambut panjangnya.
"Gombal kamu mas"ucap evita yang tersipu malu karna pujian suaminya.
"aku bicara fakta sayang"ucap dimas.
Tapi evita sudah tak merespon perkatanya karna sudah tidur.
"Uh dasar Jarok(Jatuh ngorok)"gumam dimas sambil mencubit pelan pipi evita.
Di dalam kamarnya,Mirna masih belum tidur,ada perasaan menggebu' dalam hati gadis belia itu,ingin sekali rasanya ia mengubah dunia menjadi pagi dan siang terus agar bisa melihat dimas selamanya.
Mirna memang sudah seperti orang bucin sejak pertemuanya pertamanya dan dimas,bahkan mirna memutuskan pertunanganya dengan kekasihnya yang ada di kampung,ia merasa sudah tak memiliki rasa sama sekali dengan kekasihnya,kini hanya ada dimas di hati,otak ,dan setiap hembusan nafasnya.
Mirna ingin mendapatkan dimas bukan hanya karna mencintai orangnya, tetapi ia juga mencintai hartanya,mirna merasa bosan dengan kehidupan yang biasa' saja,ia menginginkan kehidupan yang glamor seperti yang saat ini evita miliki.
Hari demi hari berlalu begitu saja,dan semakin hari cinta mirna semakin bertumbuh untuk dimas,ia merasa dimas lain dari pada yang lain,kebaikan dan ketampanan dimas membutakan hatinya,ia ingin mengungkapkan perasaanya cintanya tapi takut dan malu jika di tolak oleh dimas,ia sedang berpikir dan mencari cara untuk memiliki dimas tanpa harus mengejar'nya.
__ADS_1