
Dimas dan Evita pun makan malam bersama.
Dimas pun menyuapi evita dan menyingkirkan anakan rambut yang menutupi wajahnya.
setelah selesai makan dimas pun meminta evita untuk tetap duduk dikursinya.
"Sayang tunggu disini sebentar ya"ucap dimas sambil menuju kamar tidurnya.
Setelah 5 menit menunggu,evitapun melihat dimas keluar dengan membawa kotak perhiasan...
"Apa lagi ini mas?"tanya evita penasaran.
"Suprise!,ini kalung berlian sayang ,yang sengaja aq beli dari luar negeri untukmu"ucap dimas sambil memasangkan kalung putih ke leher jenjang evita.
"Mas ngapain repot',aq gak perlu semua ini mas"ucap evita yang kini terlihat sedang memeluk mesra suaminya.
"Nggak repot kok sayang,aq melakukan semua ini karna aq begitu menyayangimu"ucap dimas..,"Apa kau bisa menemaniku berdansa malam ini"sambung dimas
"ber,,,,,berdansa ,tapi aq tidak bisa berdansa mas"ucap evita gugup...
"aq akan mengajarimu"ucap dimas berbisik ditelinga evita.
Dimas pun mematikan semua lampu di rumahnya,dan kini hanya tersisa lilin di meja yang menerangi rumahnya,ia sengaja mematikan lampu agar susana dansanya menjadi lebih romantis.
__ADS_1
Dimas pun meminta evita untuk berdiri dan memegang pundaknya,kemudian dimas memegang pinggang evita,mereka pun berdasa dengan asyiknya.
Setelah satu jam lebih berdansa,evita pun meminta dimas untuk menyudahinya,tubuhnya sudah kelelahan karna aktivitas semalam.
Dimas pun menuruti permintaan istrinya,dan langsung menggendong evita menuju kamarnya.
"Sayang aq mau"ucap dimas sambil mengedipkan matanya sebagai kode untuknya.
huahh,tarik napas panjang evita yang merasa kelelahan,ia pun tak menggubris permintaan suaminya ,ia memilih menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan tidur.
Dimas yang di acuhkan istrinya pun segera menarik selimut,dan juga menyusul istrinya untuk tidur.
Pagi pun tiba Evita pun bergegas ke toilet untuk membersihkan dirinya,setelah selesai ia pun menuju dapur untuk membuatkan sarapan suaminya.
Ia pun segera membuka kulkas yang ada di dapur tapi hasilnya nihil ,karna kulkas masih kosong dan hanya ada roti tawar dan selai coklat di dalamnya.
Evita pun membuat sarapan seadanya yang ada di kulkas.
Setelah selesai menyiapkan sarapan,evita pun menuju kamarnya untuk membangunkan dimas.
"Mas bangun sudah pagi"ucap evita sembari membuka korden yang menutupi jendelanya.
Seketika pantulan sinar matahari pun masuk kedalam kamarnya.
__ADS_1
"Sayang kenapa di buka ,Silau tau"ucap dimas sambil menutupi matanya menggunakan tangan kanannya.
"Mas ini sudah jam 07:00 wib ,katanya kamu mau cari ruko untuk usaha kita?" ucap evita yang kini sudah duduk di sebelahnya.
"Soal ruko itu urasan nanti sayang , tapi yang pasti hari ini aq masih tidak ingin pergi kemana',aq masih mau di rumah nemeni kamu"ucap dimas sambil mencubit manja pipi evita.
"Ya sudah kamu bersih' dulu,aq tunggu kamu di meja makan mas"ucap evita sembari terbangun dari duduknya.
Melihat evita yang akan pergi ,dimas pun langsung bangkit dari tidurnya dan mendorong evita hingga jatuh di ranjang..
"apa'an sih mas kamu? "ucap evita kesal dan melotot kearah dimas.
Bukanya minggir dimas malah memeluk evita dari belakang sambil berkata"Sayang pleass,you give me"ucap dimas merengek.
Tak tega Melihat suaminya yang terus meminta dan merengek dari semalam ,evita pun akhirnya menurutinya.
Mereka pun memadu kasih hingga tujuh jam lamanya tanpa stop.
Setelah selesai evitapun segera membersihkan dirinya,ia meminta dimas juga membersihkan dirinya,dan menunggunya di meja makan.
Di meja makan evita pun menyantap roti dan kopi yang sudah dingin.
"Sayang kok gk nunggu aku sih" ucap dimas yang keluar dari kamarnya...
__ADS_1
"hahh..kelaparan aq mas kalau harus nunggu kamu lagi"ucap evita sembari memakan rotinya.
Dimas pun menyantap roti buatan evita