Pembalasan Dendam Anindita

Pembalasan Dendam Anindita
Part 10 Dewi kembali berulah


__ADS_3

Part 10 POV Dewi


Lelah sekali rasanya malam ini, gara-gara kejadian di rumah Ani aku jadi pulang malam tapi syukurlah karna dia sudah di nikahkan jadi tidak akan membuat gaduh di desa ini lagi.


Sebenarnya aku kasihan dengan Bu Endang akibat kelakuan Ani dia jadi terkena serangan jantung, dasar anak tidak tahu diri kalau saja aku dan Sari tidak memergokinya mungkin saja dia sudah melakukan hal kotor lainya.


Tapi masih ada saja hal yang mengganjal di hatiku karna belum bisa menyampaikan informasi kepada Bu Sarah bahwa suaminya sudah selingkuh. Lebih baik aku menyuruh Sari saja, Bu Sarahkan tidak punya nomor ponsel Sari jadi Bu Sarah tidak akan tahu siapa yang mengirim pesan padanya.


Bukan apa-apa, aku takut saja jika Bu Sarah tau pengirimnya dia akan marah dan bicara pada suaminya kalau akulah yang mengirim pesan itu, bisa di hajar aku sama Pak Surya kalau dia sampai tahu aku yang sudah melaporkanya.


Baiklah aku akan mengirim pesan pada Sari.


[Sar?]


[Ada apa Bu Dewi? Kenapa menghubungi saya malam-malam begini,] jawab Sari.


[Maaf ya aku mengirim pesan padamu malam-malam begini, aku cuma mau minta tolong, kamu bilang ya sama Bu Sarah bahwa suaminya itu sudah selingkuh, aku melihatnya sendiri!] terangku.


[Yang benar Bu, tapi saya tidak punya nomor Bu Sarah bagaimana memberitahunya?]


[Saya akan kirimkan nomornya Sar, kamu kirim pesan dan foto yang saya kasih saja padanya dan tidak usah bilang apa-apa lagi. Saya takut ketahuan Pak Surya.]


[Siap Bu, kasihan juga Bu Sarah kalau sampai tidak tahu kelakuan suaminya itu.]


[Iya Sar, ini nomornya +628xxxx. Ya sudah Sar kalau gitu, makasih ya.]


Pesan pun berakhir sampai disitu karna Sari sudah tidak membalas pesanku lagi. Mungkin dia tengah mengirim pesan dan foto Pak Surya dengan selingkuhanya yang sempat ku ambil sewaktu pulang dari warung tempo hari.


Ting! Suara notifikasi pesan terdengar berbunyi di ponselku.


[Bu, saya sudah mengirim pesan pada Bu Sarah bahwa suaminya sudah selingkuh dan dia tak membalas pesannya hanya melihat saja.]


[Sudah tidak apa-apa setidaknya dia sudah melihatnya. Lebih baik kamu blokir saja nomornya agar tak di curigai dan di tanya-tanya lagi,] balasku

__ADS_1


[Iya Bu, saya juga takut dengan Pak Surya.]


Aku tak membalas lagi pesan Sari karna sudah lelah dan mengantuk, kita tunggu saja kabar selanjutnya tentang rumah tangga Bu Sarah. Apa dia akan bertahan dengan suami yang suka selingkuh? Kalau aku, sudah tentu akan ku buang setelah menguras habis hartanya.


Tapi amit-amit, mudah-mudahan Bapak setia padaku, lagi pula apa kurangnya aku, cantik, seksi, dan juga masih muda tidak mungkin Bapak akan selingkuh.


Mataku sudah semakin berat akhirnya aku meletakan ponsel di atas bufet hias dan berlalu ke kamar untuk tidur, namun saat aku membuka pintu aku tak melihat suamiku ada di sana.


"Loh ... Bapak kemana ya, pintu depan tidak terkunci saat aku pulang, apa Bapak sedang keluar? Aku pikir dia ketiduran dan lupa mengunci pintunya tapi ternyata dia tidak ada di kamar," batinku.


Aku terus berfikir dan menggerutu, kemana kira-kira suamiku pergih?


Tidak biasanya dia seperti ini, pasti dia akan berpamitan padaku jika hendak pergih kemanapun.


Aku jadi berfikiran yang buruk-buruk karna takut jika suamiku akan selingkuh.


"Bapak kemana sih, ponselnya di rumah tapi orangnya tidak ada. Awas saja jika berani macam-macam denganku, akan ku beri dia pelajaran," monologku.


"Jangan-jangan Bapak ... "


Aku teringat sesuatu tentang suamiku. Dengan cepat aku beranjak memeriksa ruang kerjanya dan benar saja ternyata dia tidur di sini.


Sudah pusing kepalaku memikirkan ke mana dia pergih dan ternyata seperti yang sudah ku duga. Lagi-lagi dia tertidur di ruang kerjanya sendiri.


"Pak, Bangun Pak," ujarku menggoyang lengannya.


"Eh Ibu ... Sudah jam berapa Bu?" tanyanya sambil menguap.


"Sudah jam 12 malam Pak. Ayo pindah ke kamar."


"Iya Bu," jawab suamiku dan segera bangkit dari duduknya.


Akhirnya hatiku lega juga setelah menemukan Bapak. Aku takut sekali dia akan macam-macam di luar sana dan menghianatiku seperti yang sudah suami Bu Sarah lakukan.

__ADS_1


* * * *


Sejak semalam hingga pagi ini Bu Sarah terlihat kesal setelah melihat pesan di ponselnya yang mengatakan bahwa suaminya sudah selingkuh. Dan di sana juga terdapat foto suaminya yang sedang berboncengan dengan seorang wanita muda. Walaupun foto itu hanya di ambil dari samping tapi Bu Sarah faham betul motor yang di gunakan oleh suaminya.


"Tega sekali kamu Mas, bisa-bisanya kamu menghianatiku setelah semuanya aku berikan padamu," gumam Bu Sarah sedih.


"Tunggu saja pembalasanku Mas Surya."


Bu Sarah tersulut emosi melihat foto itu padahal dia belum mendengarkan penjelasan tentang siapa wanita di foto itu.


"Assalamualaikum Sayang," ucap Pak Surya.


"Masih berani pulang kamu ya Mas, setelah apa yang sudah kamu lakukan padaku hah?" geram Bu Sarah.


"Sayang kamu kenapa sih, kok marah-marah?" tanya Pak Surya kaget.


"Tidak usah berpura-pura lagi kamu Mas. Aku tahu kamu sudah selingkuh, 'kan di belakangku."


"Sayang, siapa yang selingkuh? Aku tidak mungkin selingkuh, aku sayang sama kamu Sarah," ujar Pak Surya menjelaskan.


"Lalu ini apa Mas, siapa wanita yang sudah menjadi selingkuhanmu itu?" Tanya Bu Sarah dengan menunjukan foto yang ada di gawainya.


Seketika Pak Surya terkejut. Dia bingung, siapa yang sudah memotret dirinya dan Nita adik kandungnya sendiri. Akan tetapi dia tersadar ketika melihat nomor ponsel yang tertera di ponsel istrinya. "Bukankan ini nomor Sari?" batin Pak Surya.


"Sayang aku tidak selingkuh, ini salah faham. Dia adikku, Nita. Kamu tahu, 'kan?" ucap Pak Surya meluruskan permasalahan ini.


"Sudah Mas. Jangan menyangkal lagi, aku tahu sendiri bahwa adikmu itu sedang merantau dan tidak ada di rumah, jadi tidak mungkin itu dia. Sekarang kamu pulang Mas, pergih ke rumah Ibumu. Aku tidak mau lagi melihatmu di sini," ujar Sarah emosi.


"Iya-iya. Baiklah, aku akan pergih, tapi tolong berikan aku kesempatan. Aku akan buktikan kalau aku tidak selingkuh. Aku hanya mencintai kamu Sarah, percaya sama aku!"


"Silahkan kamu cari buktinya tapi kalau kamu tidak bisa membuktikan itu semua aku minta kamu segera ceraikan aku," ucap Sarah tegas dan berlalu meninggalkan Pak Surya sendirian.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2