
Setelah drama yang dibuat Jojo dihadapan bunda, Jojo dan bunda kembali ke kamar Tata, untuk melihat Tata.
Jojo mendekatkan wajahnya ke telinga tata. Semuanya tak luput dari pandangan bunda.
"Ta, kamu sungguh mau terus tidur Ta, waktu mas tinggal 2 hari lagi Ta, mas mau kamu sadar sebelum mas balik kesana, kamu bangun dong yank, mas kangen kamu, jangan begini. Kamu buat mas tersiksa yank."
Jojo meraihbtangan Tata yang dilekatkan dengan jarum infus.
Saat hendak melepas tangan Tata Jojo melihat tangan Tata bergerak pelan, Jojo terkejut, langsung memberitahukan pada bunda
"Bunda tangan Tata bergerak bun" Jojo langsung menekan tombol emergency call.
Tak lama perawat datang beserta dokter yang menangani Tata.
"Dok, tadi tangan Tata bergerak" Ucap Jojo cepat dan berjalan menjauh ke kaki Tata, karena dokter menghampiri Tata.
"Bagus, ini merupakan kemajuan yang bagus, sering - seringlah mengajaknya bercerita, agar dia segera pulih." Ucap dokter yang telah selesai memeriksa Tata.
Baru saja dokter meninggalkan Tata, dan Jojo hendak menuju sofa, sebab saat bunda tengah merapikan selimut tata
"Bun" Terdengar suara yang sangat Jojo dan bunda rindukan.
"Tata, Ya Allah anak bunda, Jo panggil lagi dokter nak, Tata sadar" Ucap bunda kegirangan
"Baik bunda" Jawab Jojo berlari keluar.
Jojo masuk beserta dokter dan dua perawat.
"Bagaimana, apa yang kamu rasakan saat ini" Tanya dokter ke Tata.
Tata hanya diam, mungkin sedang merasakan apa yang terjadi padanya.
"Kepalaku dok, sedikit berputar" Ucap Tata.
"Tidak apa - apa jangan dipaksa dulu." Ucap dokter.
"Bunda,"panggil Tata
"Iya sayang, ini bunda, anak bunda udah sadar, apa yang sakit nak, kasih tau dokter"
"Gak ada bunda, cuma sedikit pusing, Tata kenapa bunda?" Tanyanya lagi
"Kamu kecelakaan Ta, baru sadar, hampir sebulan kamu koma nak, bunda senang kamu sadar. Sebentar bunda telepon ayah ya nak, ayah pasti senang, kamu istirahat lagi kalau masih pusing" cerca bunda ke Tata.
Jojo hanya diam, dia tak banyak bicara saat itu, dia lega Tata sudah sadar, mungkin Tata belum melihat Jojo di sana.
__ADS_1
Setelah dokter pergi dari ruangan itu, Jojo mulai mendekati Tata.
"Ta kami udah Sadar yank, mas seneng kamu sadar."
Jojo menggenggam tangan Tata dengan lembut.
"Siapa ya?" Heran Tata, namun tak melepaskan Tangan Jojo dari tangannya.
Terkejut, pasti. Saat itu juga Jojo melepaskan tangannya di tangan Tata.
Bunda yang mendengar Tata mengatakan itu mendekat ke Tata.
"Nak kamu kenapa, ini Jojo nak pacarmu." Ungkap bunda.
Tata hanya mengernyitkan dahinya pertanda bingung.
"Bang Hakim bun, bang hakim ada datang gak" Tata mengalihkan pernyataan bunda yang menyatakan Jojo pacarnya. Malah Tata mengingat mantan pacar yang diyakini Tata sebagai pacarnya.
Jojo yang mendengar pengakuan Tata meninggalkan Tata dan bunda di ruangan itu. Jojo berjalan ke ruangan dokter yang menangani Tata.
"Selamat siang dokter, ada yang ingin saya tanyakan, maaf saya mendahului orang tua Tata" Ungkap Jojo didepan dokter.
"Silakan mas, tidak apa - apa. Apakah ada masalah dengan kondisi Tata?" Tanya dokter kemudian
"Tata tidak mengenali saya dokter,saya seperti tidak pernah ada di kehidupannya" Jojo mencoba jujur ke dokter.
"Sus, kita keruangan Rieta Alina" Ajak dokter kepada perawat di sebelah ruangannya.
Saat Jojo memasuki kamar Tata, ayah sudah di sana bersama Kak Sasa dan bang Erlan.
"Selamat siang lagi bapak ibu" sapa dokter ketika memasuki kamar Tata
"Siang dokter" Sapa Ayah sopan "Bagaimana keadaan putri saya dokter?"
"Maaf sebelumnya, apakah saya bisa berbicara dengan Tata saat ini?" Tanya dokter meminta persetujuan Ayah bunda,
"Silakan dokter" jawab ayah
Keluarga Tata dan juga Jojo langsung meninggalkan kamar dan menunggu di luar
"Coba sebutkan nama panjangmu" Kata dokter.
"Rieta Alina dokter" Jawab Tata.
"Kamu tau berapa lama kamu koma? Kamu koma selama sebulan kurang lebih" Dokter diam melihat reaksi Tata
__ADS_1
"Kira - kira kalau sudah sebulan kamu koma, saat ini tahun berapa?" Lanjut dokter bertanya.
"2012 Dokter" Jawab Tata melihat ke Dokter
"Saya ingat saya masih kuliah, saat ini sedang liburan di rumah bunda, biasanya saya di apartemen dekat kampus dokter" sambung Tata meyakinkan dokter.
"Baiklah, apa yang kamu rasakan, bagaimana perasaanmu saat ini"
"Hanya pusing, tidak ada yang lain dokter" kata Tata
"Apakah ada yang salah dengan saya dokter?"Sambung Tata bertanya.
"Saya Rasa banyak yang kamu lupakan, tapi tidak apa - apa, kita bisa berlatih lagi nantinya. Namun yang harus kamu tau, sekarang kita di Tahun 2021, bukan 2012." Dokter berhenti lagi untuk melihat reaksi Tata.
Tata diam dia melihat dokter, namun dengan pandangan kosong.
"Aakh" Tata meringis memegang kepalanya.
"Jangan dipaksa, seiring berjalannya waktu, kamu juga pasti pulih, Saya sarankan saat ini kamu istirahat dulu, jangan banyak berfikir yang membuat kamu semakin sakit, dan jangan di paksa untuk mengingat apa yang kamu lupakan, karena bisa membuat kamu semakin kesakitan." Saran dokter kepada Tata.
Tata mengangguk perlahan, di rebahkannya badannya dibantu oleh perawat yang ada di sebelah dokter.
"Saya akan tinggalkan kamu untuk beristirahat, kalau ada apa - apa jangan sungkan kepada saya" Sahut dokter sembari meninggalkan Tata.
Saat dokter keluar, Ayah dan yang lainnya langsung menghampiri dokter.
"Ada apa dengan putri saya dokter?" Ayah bertanya dengan nada khawatir. "Saya mendengar dari Jojo kalau dia tak ingat Jojo" lanjut ayah.
"Saya mohon keluarga banyak bersabar, saya rasa akibat dari benturan di kepalanya, pasien mengalami amnesia, namun tidak permanen, hanya sementara. Jika sering berinteraksi dengan keluarga dan orang - orang yang selama ini berada di sekitarnya dia pasti akan segera pulih. Namun jangan memaksakan ingatannya terlalu berat, bisa memicu hal yang berbahaya. Dukungan dari kalianlah yang paling dibutuhkannya. Saat ini Tata masih merasa di Tahun 2012." Ungkap dokter berbicara kepada ayah dan bunda.
"Kondisi Fisiknya mulai stabil saat ini, namun untuk berjalan mungkin sedikit harus di bantu dulu, sebab terlalu lama tertidur mungkin akan membuat kaku pada kakinya, tapi bapak dan ibu tidak usah khawatir, kondisi pasien akan kembali seperti semula lagi." Lanjut dokter menjelaskan kepada Keluarga Tata.
"Terima kasih dokter sekali lagi terima kasih banyak" Ayah menyalami dokter
"Pasienlah yang semangat untuk bangun pak" Dokter merasa sungkan atas ungkapan dari ayah.
Tampak gurat kesedihan di wajah Jojo, bagaimana pun hanya Jojo yang di lupakan oleh Tata. Bunda yang melihat Jojo duduk lemas di kursi tunggu menghampiri Jojo.
"Nak, bunda yakin kalian akan bersama - sama. Saat Tata pertama kali mendengar suaramu saja dia langsung respon, bunda yakin nak Tata tidak akan melupakan kamu, dia pasti bakal ingat lagi sama kamu. Tapi bagaimana kalian akan menjalani ini?. Bunda pesimis karena kalian berhubungan jarak jauh." Bunda menunduk
"Apakah kamu tidak ada rencana pindah kesini aja Jo, kamu bisa kerja di Yayasan ayah. Ah maafkan bunda, bunda tidak berfikir panjang. Hak kamu dimana pun kamu mau bekerja. Tapi bunda harap kamu pertahankan Tata ya nak, bunda udah anggap kamu anak bunda Jo, bunda gak bisa bayangkan jika bukan kamu yang menjadi menantu bunda" Bunda menangis perlahan mengingat betapa sayangnya dia terhadap Jojo.
Ayah menghampiri Jojo dan bunda. Ayah memegang bahu bunda, kemudian berjongkok di depan bunda. Kenapa nangis bun, anak kita pasti sehat. Kamu jangan banyak berfikir seperti ini." ayah menyeka air mata bunda
"Ayah, bunda bukan mempermasalahkan kondisi Tata, tapi membayangkan Jojo" Bunda memegang tangan Jojo.
__ADS_1
"Bunda gak bisa kalau Tata harus pisah sama Jojo yah, bunda udah anggap Jojo seperti anak bunda, Jojo sama Erlan sama di mata Bunda yah". Bunda semakin terisak. Sedangkan Jojo hanya menatap kosong, fikirannya tak bisa berjalan dengan baik saat ini, banyak yang di pertimbangkannya, di satu sisi dia sangat menikmati pekerjaannya di salah satu perusahaan swasta, di satu sisi lagi, jika dia meninggalkan Tata bukan tak mungkin Tata akan melupakan dia selamanya.
Ayah Bunda dan Jojo larut dalam fikiran mereka masing - masing.