Penantian Kita

Penantian Kita
Dua Belas


__ADS_3

Saat ayah bunda dan Jojo larut dalam fikirannya, tiba - tiba Perawat yang ada di kamar Tata berlari keluar, Kak Sasa yang melihat itu langsung masuk kedalam kamar Tata.


"Dek, elu kenapa? Apanya yang sakit bilang gua dek" Sasa yang melihat Tata memegang kepalanya langsung memeluk Tata erat, berharap bisa mengurangi sakit kepala yang diderita Tata.


Tak lama perawat masuk membawa suntikan, dan langsung menyuntikkan ke dalan cairan infus Tata, perlahan Tata mulai merenggangkan tangannya di kepala dan di bantu suster untuk dibaringkan di ranjangnya kembali.


"Kenapa adik saya sus?" Tanya Sasa khawatir


"Sepertinya beliau menolak untuk menerima saat ini bu, tadi dokter menyampaikan bahwa jangan di paksa untuk saat ini. Apapun yang dirasakannya biarkan dia menjalaninya. Kita bisa bantu perlahan untuk mengingatkan dia kembali. Saat ini pasien sudah mulai tenang, biarkan dia beristirahat. Dokter akan kembali 2 jam lagi untuk pemeriksaan rutin ya bu, Saya permisi" Pamit perawatnya kepada Kak Sasa.


Sasa mengangguk kepada suster sebagai tanda mengerti dan mempersilakan perawat untuk beranjak dari kamar Tata.


"Kenapa dengan Tata Sa" Bunda yang melihat perawat membawa bekas suntikan merasa khawatir dan langsung menemui Tata, yang ternyata Sasa di sana untuk menjaga Tata.


"Kata perawatnya Tata menolak untuk menerima ini bun, dia memaksa mengingatnya, kata perawatnya kita harus membiarkan Tata menjalani apa yang Tata rasa benar saat ini. Kita bisa mengingatkannya perlahan" Sasa menjelaskan kepada bunda seraya merapikan selimut di badan Tata.


"Ya Allah, cobaan apalagi ini?" Bunda kembali terisak pelan.


"Kita harus sabar bun, agar Tata segera pulih." Sasa mencoba menguatkan bunda yang tengah terduduk lemas di sofa.


******


"Bunda, Jojo mau bicara dengan bunda dan ayah boleh?, kalau ada kak Sa dan bang Erlan juga lebih bagus" Tanya Jojo saat mereka sedang istirahat di kamar sebelah ruangan Tata. Di ruangan Tata saat ini ada bang Malik dan juga Tante Daniah, Mereka mendapat kabar Tata sadar langsung menuju Rumah Sakit tempat Tata di Rawat. Sedangkan kan Naya dirumah, karena Baby Rini sedang demam, tak baik bila dibawa ke Rumah Sakit.


"Ayah yang mendengar permintaan Jojo langsung beranjak dari ranjang dan duduk di sebelah kanan bunda, sedangkan Sasa di Kiri bunda. Erlan mengambil kursi sendiri dan membawa ke sebelah Sasa.


Sedangkan Jojo dia duduk di ambal didepan Bunda.


"Tarik kursi itu aja Jo, jangan dibawah gitu" Ujar Sasa kepada Jojo.


"Gini aja kak, lebih nyaman." Ungkap Jojo.


Jojo menghela nafas panjang. Bersiap untuk keputusan yang akan diambilnya.

__ADS_1


" Begini bun, yah. Saat ini Jo sangat menikmati pekerjaan Jo, dari dulu Jo sangat ingin bekerja disini, biarpun Tata selalu mengatakan ini bukan basic yang Jo kuasai, namun sudah berjalan dua tahun dan Jo menikmati ini. Namun melihat kondisi Tata saat ini, Jo sedikit ragu untuk kembali menjalani hubungan kami, eh tapi bukan dalam artian Jo akan meninggalkan Tata, tapi Jo malah ragu meninggalkan Tata saat ini." Jo lama diam melihat ekspresi bunda dan ayah. Nampak bunda sedikit khawatir tentang perkataan Jo barusan.


"Jadi mungkin dua hari ini Jo akan segera balik kesana untuk mengurus surat resign Jo dari kantor, dan mulai cari pekerjaan di sini bun, karena Jo sedikit tidak nyaman meninggalkan Tata dalam kondisi begini.


Jika ayah, bunda, kak Sa dan Bang Erlan menganggap Jo egois Jo minta maaf, tapi Jo gak bisa kehilangan Tata. Tadi malam Jo udah minta pendapat ibu dan Bapak di rumah, mereka juga mengizinkan Jo untuk mencari pekerjaan disini. Mereka juga sangat menyayangi Tata bun, ayah." Jo diam, menunggu keputusan apa yang di keluarkan oleh keluarga Tata.


"Ayah menyayangkan kamu untuk resign Jo, namun karena alasan kamu adalah putri ayah, ayah tak bisa menolak, Kamu gak usah pusingkan masalah pekerjaan. Sebetulnya setelah Tata memutuskan untuk menjadi seorang guru, ayah sudah mempersiapkan Yayasan untuknya.


Melihat kamu yang begitu menyayangi putri ayah, ayah rasa ayah bisa memberikan tanggung jawab Yayasan kepada kamu Jo, ayah harap kamu gak menolak, karena alasan kamu resign juga karena putri ayah." Ayah menatap bunda meminta persetujuan bunda.


"Bunda setuju yah, Saat ini Yayasan kita di pegang oleh Sasa, dia juga bertanggung jawab dengan perusahaan ayah, sudah waktunya Sasa Menjalani perusahaan, biarkan Jojo yang ambil alih Yayasan." Bunda memberikan pendapatnya tentang keputusan Ayah.


"Tapi maaf ayah, bunda. Jo gak bisa. Jo bukan siapa - siapa. Jo hanya mempertahankan orang yang Jo sayang, bukan mengambil hak yang bukan hak Jo ayah" Tolak Jojo.


"Baiklah jika itu keputusanmu, ayah gak bisa merestui kalian lagi, sekarang juga kamu harus meninggalkan anak ayah, karena ayah gak suka dengan orang yang tidak bertanggung jawab" Tegas ayah.


Jojo tercekat, dia menunduk, namun beda dengan ayah dan bunda, mereka saling melempar senyum. Tak ada pilihan lain selain Jojo menerima, karena mereka sudah cukup mengenal karakter Jojo saat ini.


"Maksud ayah dan bunda bukan mau buat elu jadi orang gak berguna Jo, kami udah kenal banget elu tu gimana, makanya ayah berani ambil keputusan gitu ke elu, dan Yayasan itu juga dibangun awalnya karena Tata yang gak mau jadi pebisnis kayak gua Jo, pun Kalau lu nikah ma Tata, elu tetap di paksa ayah buat gantiin ayah di Yayasan kok." Sasa tersenyum sembari menjelaskan ke Jojo.


"kalau lu belum pengalaman, mending elu kuliah lagi, ambil manajemen sekolah gitu, biar lu bisa nerusin ni yayasan. pergunakanlah ijazah elu, jangan di di simpan aja buat santapan rayap" cecar Sasa lagi.


Jojo mengangkat kepalanya melihat bunda dan ayah, mereka berdua mengangguk tanda setuju.


Jojo menyalami ayah, namun ayah menariknya kedalam pelukan ayah dan menepuk pundak Jojo "Kamu pantas buat Yayasan dan putri ayah, ayah berharap kamu mau terima Jo" Jojo melepas pelukan ayah dengan mata berkaca - kaca.


Bagaimana cara Jojo membalas budi pada keluarga Tata yang begitu baik dan memperlakukan Jojo sangat istimewa. Jojo hanya mampu membalas dengan membuat Yayasan berjalan menjadi lebih baik lagi, Jojo juga bertekad akan membuat perubahan pada Tata dan juga pada Yayasan yang akan di kelolanya.


*******


Saat ini Jojo akan berpamitan kepada orang Tua Tata, Jojo sudah mempersiapkan dirinya untuk menjalani kehidupan baru dengan tantangan yang baru juga, Jojo bersyukur ada di tengah - tengah keluarga Tata saat ini. dimana dia merasakan memiliki keluarga baru.


Saat hendak masuk kedalam kamar inap Tata samar Jojo mendengar bunda sedang mengajak Tata berbicara.

__ADS_1


"Nak, kamu harus sembuh, bunda udah siapkan makanan kesukaan kamu lho ini, kalau kamu gak mau makan, kapan kita bisa keluar dari Rumah sakit" Bujuk bunda pada Tata.


"Tata lagi gak nafsu bun, Tata rindu bang hakim, udah 3 hari Tata sadar, bang Malik, ante Niah, dan sahabat Tata udah kesini tapi bang Hakim belum jenguk juga. Ponsel Tata juga entah kemana, Tata mau hubungi bang Hakim bun." Tata merengek manja ke bunda.


Sedih. Pasti namun Jojo berusaha mengerti sebab keadaan Tata saat ini. Jojo pun masuk kedalam ruangan Tata.


"Bun, ayah dimana?" Tanya Jojo pada bunda namun pandangan Jojo ke Tata, Tata melihat Jojo langsung memalingkan wajahnya ke jendela.


"Ayah baru aja pulang, kamu mau pamit sekarang nak?" Gak mau tunggu ayah dulu, ayah nanti balik lagi kok." Bunda mencoba menahan kepergian Jojo saat ini.


"Takut gak keburu bun, nanti macet di jalan, Jo pesan bus sekarang biar di sana gak kemalaman, susah dapat kendaraan nanti bun" kata Jojo.


"Oh yaudah, kamu hati - hati nanti bunda sampaikan ke ayah ya nak, kalau udah sampai kabari bunda ya nak, bunda tunggu kabar kamu." Pesan bunda ke Jojo.


"Baik Bunda, nanti Jo juga telepon ayah dulu sebelum berangkat."


"Hati - hati Jo" Bunda memegang bahu Jojo.


"Assalamualaikum bunda, Jo pamit." Jojo berjalan ke arah Tata. "Dek, mas pamit kamu jangan malas makan, supaya lekas sembuh dan keluar dari sini." Pesan Jojo.


"Iya makasih" Jawab Tata yang langsung memalingkan lagi wajahnya.


Hanya itu yang diungkapkan Tata pada Jojo, bunda yang melihat Tata seperti itu ingin menyela, namun Jojo langsung menganggukkan kepalanya, seperti mengungkapkan, "Gak papa bun". Bunda pasrah dan mengantar Jojo ke pintu.


"Nak kamu kuat, bunda percaya, kita harus buat Tata pulih." Bunda langsung memeluk Jojo. "Kamu hati - hati ya, maafkan sikap Tata." Sambung bunda.


"Iya bun, Jo mengerti."


Jojo menyalami bunda dan mulai menarik langkahnya menjauhi bunda.


*****


Terimakasih yang sudah berkenan membaca

__ADS_1


__ADS_2