Penantian Kita

Penantian Kita
Dua


__ADS_3

Setelah sampai di rumah sang tante, Tata langsung disambut oleh keponakannya.


"Ante..."


Sapa 3 bocah yang lucu 2 diantaranya adalah bocah laki - laki yang selalu bermanja dengan Tata. Tata pun sangat menyukai anak - anak


"Nih ante ada bawa kue buat kalian, bagi rata ya, jangan berebut, semuanya dapat kok"


Tata memberikan bungkusan yang di tangannya kepada Dyta, biarpun Dyta masih kecil tapi untuk pembagian kue dan pembagian mainan dia termasuk anak yang adil oleh sebab itu Tata memberikan kepada Dyta.


"Makasih Ante" Sorak mereka kegirangan.


"Kalau seneng, mana imbalan buat ante?"


Tata membungkuk menyamakan tinggi wajahnya ke anak - anak


Muah muah muah


mereke bertiga bergantian menciumi wajah Tata


Tata tertawa geli sembari megusap ketiga kepala bocah tersebut


"Eyang dimana?" Lanjut tata bertanya.


"Di kamar mama ante" Jawab Reno.


"Ante masuk dulu ya, makan yang tenang jangan rebutan, oke kiddos"


"Oke ante" Jawab mereka lagi.


Tok tok tok..


"Masuk" suara sahutan dari dalam.


"Assalamualaikum, Baby ante"


Tata yang masuk langsung menemui bocah yang baru berumur beberapa jam tersebut.


"Waalaikumsalam" Jawab Ante, bunda dan juga kak Naya.


"Masuk itu salim dulu sayang, baru ketemu yang lain"


ingat bunda kepada anaknya.


"Hehe khilaf bunda"


Jawab Tata yang langsung berbalik dan menemui bunda serta adik ipar ayahnya tersebut.


Tata menyalami bunda dan juga Ante daniah, tak lama dia melangkahkan kakinya lagi kearah box bayi yang ada di sebelah Naya.


"Kak udah ada nama belum babynya" Tanya Tata.


yang dibalas senyuman dan anggukan dari kakak sepupunya tersebut.

__ADS_1


"Siapa kak? Jangan bilang Arini ya?" Tanya Tata yang sekaligus interogasi tersebut.


"Nah, itu Tau" Jawab sang kakak sepupu tersenyum seraya membenarkan perkataan Tata.


"Kenapa harus Arini sih, gak kreatif bener abang gua" Jawab Tata sekaligus mengunyel pipi sang Baby.


"Biar yang penting udah jadi noh, punya elu mana dek, jangankan nama, wujudnya aja belom kelihatan"


Jawab Sang Abang yang ternyata mendengar Tata mengejek abangnya.


"Masuk tuh salam dulu, baru salim. Gitu baru bener, meriah yakan bun" Tata mengalihkan pembicaraan Malik.


"Dih, dia tadi juga gitu bang, masuk mau langsung ke baby aja, gak lihat mama sama ante Tasya kok" Bela Naya ke sang suami.


"Dih, dibelain istri dong hahaha"


mereka semua tertawa akibat celetukan dari Tata.


Malik yang jalan menuju ke bunda Tasya dan mamanya hanya tersenyum. setelahnya dia langsung ke box Arini dan membawa ke gendongannya.


"Anak papa cantik ya nak, kalau udah besar jangan seperti ante tata ya sayang, pacaran lama, gak nikah - nikah. keburu di tikung dan tilang orang lain nanti." Malik mengajak sang putri berbicara namun sekaligus mengejek ke Tata.


"Ih itu namanya Ante setia sayang, jangan dengerin papamu, omonganya yang bisa di pegang cuma 1% yang 99% nya omdo, alias omongan doang" Jawab Tata yang mencium Baby Rini sekilas dan tersenyum.


"Iya iya, setia boleh dek, tapi jangan sampek jaga jodoh orang aja elunya" Jawab malik.


Tata hanya tersenyum menanggapi ocehan abangnya, Tata menganggap Malik seperti abang kandungnya sendiri, sebab Tata tidak memiliki abang. Dan dia menganggap itu sebagai suatu nasihat.


🌫️🌫️🌫️🌫️🌫️


Waktu berlalu, saat ini Tata sedang mengendarai mobilnya untuk pulang ke rumah, Tata termasuk mandiri, biarpun dia di fasilitasi dengan sopir, namun sangat jarang Tata menggunakannya, karena Tata masih sanggup jika hanya berkendara di dalam kota saja, lain hal nya jika Tata hendak keluar kota maka dia akan menggunakan sopir tersebut, dan tak jarang sopirnya menjadi sopir bunda, bahkan lebih sering menjaga di pos Satpam Bareng bang juno.


"Dek, kok diem terus bunda perhatikan, kenapa?"


"Hehe, enggak bun, lagi fokus aja nyetirnya" Jawab tata yang sekilas menoleh ke bunda


"Kamu sama Jojo baik - baik aja kan dek? gak lagi berantem kan?" Tanya bunda lagi


"Enggak bun, tadi juga sebelum pergi mas Jo masih nelpon titip salam lagi ke bunda, kenapa emangnya bun?"


Tata balik bertanya


"Enggak dek, bunda udah jarang lihat kamu telponan sama Jojo akhir - akhir ini, bunda kirain lagi berantem"


"Enggak bun, baik - baik aja kok. emang sekarang mas Jo lagi banyak kerjaan aja bun, lagi deadline katanya"


"Oh syukurlah, bunda udah seneng sama Jojo, anaknya baik, sopan dan gak macam - macam bunda lihat"


"Bener bun, kalau gak gak bertahan 7 tahun kami bun"


balas Tata ke Bunda.


"Minggu depan acara aqiqahan Arini kira - kira Jojo bisa dateng gak dek?" Tanya bunda.

__ADS_1


"Wah itu kurang tau sih bun, nanti coba Adek tanya ke Mas Jo ya bun mana tau mas Jo bisa datang." Jawab Tata


"Iya dek, tanyain gih"


"Iya bun" ucap tata ke sang Bunda.


sesampainya di rumah Tata langsung menuju kamarnya setelah berpamitan ke ayah dan bundanya.


Setibanya dikamar Tata langsung berbenah mengganti pakaian dan bersiap untuk istirahat, sembari dia merebahkan badannya ke kasur Tata menghubungi sang kekasih melalui aplikasi chating.


💌" mas pacar Lagi apa? Sibuk gak


Tata menunggu sekitar 15 menit baru Tata mendapat balasan.


💌"Baru selesai buat laporan, maaf lama balasnya kenapa sayang?"


💌"Bunda nanyain mas, minggu depan kamu bisa kesini gak? kak Naya Aqiqahan Babynya.


💌"Jadwal mas sampek dua minggu ke depan padat sayang, lagi buat laporan tahunan, tapi coba nanti mas usahakan ya sayang, kamu lagi apa? udah makan yank?


💌" Capek ya yank, maaf ya ganggu kamu, udah sayang. kamu udah makan kan? jangan terlalu di porsir kerjanya."


💌"Lumayan yank, tapi setimpal dengan honornya hehe. Udah yank, tadi bareng bos makan di luar"


💌"Yaudah sayang, kamu istirahat gih, adek juga mau istirahat, besok adek piket pagi yank. jangan lupa minum vitamin ya kesayangan, love you miss you sayang."


💌"Iya sayang, mas juga. Mimpi indah ya. Waalaikumsalam kesayangan mas"


tak ada lagi balasan dari tata untuk sang kekasih sebab Tata langsung mematikan suara gawainya dan tidur.


******


Keesokan harinyaTata memulai hari dengan menyapa sang pencipta dan membersihkan dirinya bersiap menuju ke sekokah.


pagi - pagi bunda sudah bersiap di bantu oleh bik Jum dan bik Yanti.


Bunda yang melihat anak gadisnya sudah bersiap langsung mengambil piring dan gelas untuk di isi dan diberikan kepada Tata.


"Piket pagi dek?"


Sapa bunda di pagi itu


"Iya bun, ayah mana?"


Tanya tata yang tak melihat ayahnya pagi ini.


"Ayah kamu masih di kamar dek, belum turun, bentar lagi palingan. Udah kamu sarapan duluan aja, ayah nanti bunda temani sarapannya."


Begitulah bunda, dia akan menjadi orang yang terakhir sarapan.


"Makasih Bunbunku"


"Iya sayang kembali kasih" Jawab bunda yang tersenyum teduh.

__ADS_1


__ADS_2