Penantian Kita

Penantian Kita
Delapan


__ADS_3

Saat ini, usai makan malam ayah menyuruh anak istri dan menantunya untuk beristirahat, ayah malam ini ingin menghabiskan waktu untuk menjaga Tata.


Sasa, Erlan Dan kedua Cucu ayah telah meninggalkan Rumah sakit seusai makan malam, di ikuti bunda menuju ruangan sebelah untuk mengistirahatkan tubuhnya.


Ayah mengajak Tata bercerita malam ini tentang kejahilan Tata, manjanya Tata serta kehilangan Ayah karena Tata berada di Rumah Sakit saat ini.


"Dek, ayah rindu anak gadis ayah, Tata belum mau bangun?


Oia, Tata Satria F mu Ayah donasikan boleh? kalau kamu gak mau bangun ayah sumbangkan ke yayasan ya untuk motor sekolah, rela kamu?"


Ayah tersenyum mengatakan itu, karena Ayah tau betapa Tata sangat menyukai kendaraan itu, bahkan dia rela menghabiskan gajinya hanya untuk perawatan motor kesayangannya.


"Nanti knalpotnya Ayah ganti ke knalpot standard, terus Kap mesinnya ayah ganti jadi warna merah ni, yakin adek ikhlas hmm?


Satu lagi, di perumahan sebelah ayah lihat ada gadis cantik baru pindah. Ayah kenalin ke Jojo ya mana tau Jojo nya suka, kan dapat mantu cantik ayah. Kalah jauh dengan gadis ayah yang tomboi ini."


Ayah terus saja berbicara, sesekali mengusap kepala Tata, bahkan lebih terdengar sedang membujuk Seolah sedang membujuk seorang anak kecil tak doyan sayuran0 untuk mau makan sayuran.


Ayah ikut merebahkan kepalanya di brankar Tata, dengan Tangan ayah menggenggam tangan Tata di atas bad pasien.


"Lekas pulih sayang, biar kita bisa berkumpul di rumah lagi" Ayah menciumi punggung tangan Tata.


Malam ini ada kelegaan di hati keluarga Tata, Tata ada kemajuan suatu keadaan yang membuat optimisme di hati keluarga Tata semakin bertambah.


Mereka semakin yakin Tata akan segera pulih dari keadaanya saat ini dan segera berkumpul lagi dengan mereka.


🌫️🌫️🌫️🌫️🌫️🌫️

__ADS_1


Seminggu lagi telah berlalu, hampir 3 minggu Tata di rawat, Jojo juga selalu memberikan support pada Tata dan kelurganya.


Hingga puncaknya, Jojo tak tahan melihat keadaan Tata, Jojo meminta cuti tahunan ke perusahaan, untuk dapat melihat Tata secara langsung.


POV Jojo


Rindu Satu kata yang menurut gua banyak arti, gua sebetulnya bukan tipe romantis yang mampu berkata manis, bahkan dalam hubungan gua dengannya saat ini yang duluan mengungkapkan perasaan adalah pasangan gua, menurut guasaat itu yang terpenting gua dan dia nyaman, maka hubungan akan terjalin, namun tidak pacar gua, katanya "kalau elu juga sayang kasih tau, jangan di pendam, cinta dan sayang juga perlu di klaim supaya gak di sabotase orang lain."


Sedikit tentang gua, Nama gua Johan, dari dulu dipanggil Johan, namun semenjak gua kenal dengan dia, nama gua tetap Johan, namun panggilan gua berubah menjadi Jojo, awalnya gua geli dengan panggilan itu, namun entah karena dia yang mengucapkan rasanya nama Jojo menjadi istimewa di pendengaran gua.


Rieta, yang sekarang sudah mengklaim gua kekasihnya, gua juga klaim dia kekasih gua kok hehe.


Gua selalu rindu dengan tingkahnya. Tata nama akrab yang gua kenal.


Awalnya tidak ada yang spesial dari dia, dia adalah kakak senior gua di kampus, tapi gua gak termasuk komunitas brondong manis ya, gua dan Tata seumuran,dikarenakan gua yang awalnya ingin menjadi pengabdi negara, namun apa daya, kekuatan Fisik mendukung namun tak memiliki kekuatan orang dalam.


Pernah sekali waktu gua tebak Tata terlambat, atau sengaja membolos gua pun gak tau, gua sedang di kantin saat itu. Dia mendatangi kantin seorang diri.


dia bahkan terlihat dekat dengan penjual di kantin, tak lama dia berjalan ke arah gua.


"Hey, kalian kelas A kan ya, angkatan baru bukan?" Tanyanya saat itu


"Boleh gabung gak? gak ada kursi kosong lagi nih" Sambungnya.


ku lirik sepintas teman - temanku, sepertinya mereka segan, namun ku persilakan saja, toh dia juga sendiri kan, bukan bawa senior lain.


"Silakan kak, kosong kok" Gua jawab saat itu.

__ADS_1


"Makasih ya junior ganteng" jawabnya seraya tersenyum.


Deg deg deg senyumnya, sungguh buat gua salah tingkah.


Namun tiba - tiba Tata berteriak, "Kak Mey disini ya" dia melambaikan tangan ke penjual kantin, membuat gua tersentak kaget. Dia gak jaim di depan kami, mungkin karena dia berfikir kami hanya juniornya mungkin.


Sebulan kemudian, senior mengadakan acara temu ramah antara junior dan senior di kampus.


Kami menginap di bumPer tak jauh dari kampus, bukan hanya senior di kampus saja yang datang, namun hampir setiap angkatan di undang pada saat itu.


Sebulan ini gua selalu memperhatikan Tata, jujur gua mulai tertarik dengannya, dia berbeda, saat orang lain mempercantik dirinya, dia malah sibuk mempercantik motor kesayangannya.


Saat itu tibalah acara temu ramahnya. Namun gak gua temui Tata di sana, mata gua mencari Tata dari pagi tadi saat kami berkumpul namun masih belum ku temukan dimana keberadaan Tata. Sampai sore hari gua lihat Tata membawa bahan makanan, gua pastikan dia salah satu panitia acaranya.


Mata gua gak lepas dari Tata selalu, ikuti kemana pun Tata pergi, dia gadis yang supel dan mudah bergaul, gua perhatikan dia akrab dengan banyak senior baik laki maupun perempuan yang jujur aja buat gua sedikit frustasi, sebab gua yakin banyak yang menaruh perhatian padanya. Di antara para senior Tata termasuk senior yang tak peduli anggapan orang lain, selama dia menganggap itu benar maka akan dia kerjakan.


Kegiatan mulai berjalan, satu persatu pengisi acara mulai memimpin, gua lihat Tata tak termasuk di sana, panitia di bidang apa dia gua sama sekali gak tau,


Saat sedang istirahat gua lihat Tata, lagi menyibukkan dirinya dengan bergitar bersama senior lain, bahkan termasuk senior Tata, gua bersyukur tenda Tata dekat dengan dapur umum, saat itu gua Ketua dalam Tim, gua berjalan kearah dapur umum, berniat meminta air panas, padahal hanya untuk sekedar melihat dia.


Suaranya merdu, petikan gitarnya indah. Oh tuhan sungguh gua udah jatuh hati pada nya. Tapi gua sadar siapa lah gua. Bahkan gua rasa gua gak pernah ada dalam pandangannya.


Kemudian hari kedua, panitia mengadakan berbagai games, mulai dari sepak bola untuk putra dan putri, Bola Voli putra dan putri, Tarik Tambang Putra dan putri, sampai berbagai lomba yang gua rasa lebih cocok dengan lomba agustusan, Semua bergabung di sana. bahkan didalam group harus ada junior dan senior agar kami lebih dekat dengan senior maupun sebaliknya.


Gua sangat bahagia, entah keberuntungan atau memang kami ditakdirkan bersama, seharian ini gua dan Tata 1 kelompok, biarpun banyak yang gak bisa kami lakukan bersama, namun tetap dari awal kami harus memastikan Tim kami menang.


Game di adakan sampai malam, yang puncaknya malam hari kami para senior junior harus makan malam seromantis mungkin, di setiap kelompok ada 2 tim yang maju.

__ADS_1


Dan akhirnya....


__ADS_2