
Dan akhirnya, gua di percayakan untuk mewakili tim bersama seorang yang sangat spesial. Ya dia Tata. Tata yang menjadi pasangan gua malam itu, alasan mereka simpel, karena gua ketua kelompok dan Tata senior yang temanable, jadi saat ini gua dan Tata serta senior laki - laki dan teman seangkatan gua yang dapat kesemoatan jadi perwakilan tim.
Disni ada 8 Tim, jadi sekitar 16 pasangan yang makan malam romantis, dinilai dari keakraban, perhatian dan kehangatan, gua bingung gimana caranya mengakrabkan diri, sementara kami jarang berbicara.
Namun beda dengan Tata, dia sangat percaya diri. Begitu panitia menyatakan mulai.
Dia langsung mengapit tangan gua ke genggamannya, dia mencondongkan badannya ke arah gua, "kamu elus tanganku, terus bilang, tanganmu dingin, lalu masukkan tanganku ke saku jaket mu, cepat" Perintah Tata saat itu.
Seperti kerbau yang di cucuk hidungnya gua nurut, tanpa banyak bicara, gua langsung membawa tangannya ke dalam saku jaket yang gua kenakan.
Gua lirik Tata dia tersenyum, gua berfikir apakah dia sengaja, atau ingin ngerjain gua, karena saat itu gua lihat pasangan yang lain hanya mengambilkan makanan untuk pasangannya,
dan mengambilkan kursi, membuat pasangan nyaman.
Saat gua mau ngeluarin tangan Tata dari saku gua, Tata malah memegang tangan gua erat di dalam sana.
Gua salah tingkah, karena dari tadi memang gua sangat menikmati menggenggam tangan Tata. gue gak nyangka Tata sengaja ngelakuin itu.
"Begini saja, kan lumayan hangat hihi" Tata mendekat dan tertawa berbisik di telinga gua.
Saat itu gua gak bisa gambarin gimana perasaan gua, di satu sisi gua sangat senang, namun di sisi lain gua takut terbawa perasaan karena perbuatannya ini, gak mungkin gadis secantik Tata gak memiliki pasangan saat ini.
Usai makan malam yang menurut senior romantis itu, rangkaian acara hari ini habis, kami semua beristirahat. Malam ini malam bebas, bukan dalam artian "Bebas" untuk bablas, tapi bebas jika ada senior maupun junior yang masih mau duduk di api unggun, atau sekedar makan mi instan.
Gua milih minjam gitar yang kemarin di pake Tata, bukan untuk pamer padanya atau ada niat yang terselubung, gua emang ingin mengingat acara makan malam tadi, menurut gua sangat indah, biarpun mungkin gua gak akan pernah berhubungan dengannya lagi, seenggaknya malam ini di tempat ini dengan suasana yang indah ini akan gua abadikan dia.
"Kak boleh pinjam gitar gak?" gua tanya ke Tata saat udah nyampek di depan tendanya.
"Boleh kok, tapi ada Syaratnya nih" Jawab tata sambil menaikkan alis matanya dua kali ke arahku.
"Apa kak? Jangan yang aneh - aneh tapi" Gua jawab yang mulai ragu karena melihat reaksinya
"Nyanyiin lagu cinta dulu dong buat gua baru bawa dah tu gitar" Tata tersenyum " Tapi Request ya, Bisa gak lu?" Sambungnya bertanya.
"Boleh kak, tapi jangan disini, di dekat tendaku aja mau gak kak, ada api unggun nya, kakak mah enak di dalam Tenda" Gua bilang membalas perkataan Tata, gua lihat senyumannya tambah lebar dan dia mengangguk.
"Ayok kak" Gua ajak lagi
"Bantuin kek, gak ada romantisnya ya heran gua, ganteng - ganteng kok dingin." Tata cemberut.
Gua ngulurin tangan ke dia, dia nyambut namun sedikit mengerucutkan bibirnya, saat itu ingin rasanya gua hadiahi bibirnya dengan telapak tangan gua, namun gua belum berani
"Makasih" Ucap Tata sedikit ketus
"Kalau berterima kasih Kiss dong" Entah dari mana gua berani berucap gitu.
Cup
Terasa Hangat di pipi gua sebelah kiri, gua lihat kearah Tata dia senyum.
__ADS_1
"Udah, mau lagi hmm?" Tata menaikkan Alisnya dua kali, seolah berkata, "Lo jual ya rugilah gak di beli"
Jahilnya Tata! Sumpah buat hati gua gak menentu malam itu,
"Hehe kalo cuma pipi mah gak berasa kak" Gua jawab lagi seolah mengatakan kurang, Terlalu berani gua malam itu.
"Yey kalau gitu pacaran dong" Balas Tata ngatai gua dan memukul bahu gua ringan
"Yaudah kak, ayok kita pacaran" Gua tegasin ke Tata, bermaksud buat Tata mati kutu, Tapi malah
"Bener ya" ancamnya balik
"Hehe gak deh kak, bercanda gua" Mana mungkin seorang Rieta Alina mau bersanding dengan lelaki kayak gua gini.
"Yaa Gagal deh akunya" Ungkap Tata seolah sedih.
Gua tersenyum ke Tata yang jalan pelan disebelah gua saat itu.
"Ayo kak, gabung bareng temenku gak apa - apa ya kak, biar tambah akrab ke mereka" Gua tanya sekaligus memaksa sih
Gua lirik Tata senyum.
Setibanya di Tenda, gua duduk di antara dua teman gua Indra dan Dimas, sedangkan Tata masih berdiri, melihat ada senior yang datang sontak Dimas dan Indra langsung berdiri dan menawarkan tempat duduk pada Tata. Tata duduk menggantikan Indra, yang ada di kanan gua.
"Kak request aja, si Johan bisa semua genre musik lho, dia juga bisa main piano dan drum" Indra menyatakannya dari sebelah Tata, gua lirik Tata sedikit berfikir dengan bola mata yang melirik ke kanan dan ke kiri, 'Lucu' satu kata yang terbersit di benak gua saat itu
"Sempurna" Tutur Tata secara spontan.
Terdengar Indra dan Dimas ketawa dengar Tata nyebut gua Jojo.
"Kalo kakak yang panggil, jangankan Jojo, sayang juga boleh kok" Goda Dimas mengerlingkan Matanya sebelah ke arah Tata. Dimas pun kembali tertawa renyah.
Entahlah, gua ngerasa geli dengan nama itu keluar dari mulut Tata "kekanak - kanakan" Bathin gua. Tapi sialnya gua suka dengernya.
Gua mulai memetik gitar, gua lirik Tata sekilas dia menikmati petikan gitar gua
*
Kau begitu sempurna
Di mataku kau begitu indah
Kau membuat diriku akan selalu memujamu
Di setiap langkahku, ku kan selalu memikirkan dirimu
Tak bisa kubayangkan hidupku tanpa cintamu
Janganlah kau tinggalkan diriku
__ADS_1
Tak kan mampu menghadapi semua
Hanya bersamamu ku akan bisa
Kau adalah darahku
Kau adalah Jantungku
Kau adalah hidupku Lengkapi diriku
Oh Sayangku kau begitu Sempurna
Kau genggam tanganku
Saat diriku lemah dan terjatuh
Kau bisikkan kata dan hapus semua sesal ku
Janganlah kau tinggalkan diriku
Tak kan sanggup menghadapi semua
Hanya bersamamu ku Akan bisa
Kau adalah darahku
Kau adalah Jantungku
Kau adalah hidupku Lengkapi diriku
Oh sayangku kau begitu
Sayangku kau begitu Sempurna.
Andra and the Backbone - Sempurna
Setelah menyelesaikan satu lagu, Indra berkata lirih kepada Tata
" Dalam banget kak, ungkapin perasaan kah?"
"Gak mempan ini mah, orang yang di kode kagak peka" Balas Tata seraya tersenyum hangat.
Biarpun gua tetap mainin gitar, gua dengar Tata ngungkapin itu ke Indra.
"Jo, gantian dong, Tadi Kak Tata yang request sekarang elu dong yang nyanyi buat kak Tata, Biar seimbang gitu" Indra tertawa
"Bener Jo, kalo hanya lihat dari jauh mah gua juga bisa kali Jo" Dimas ikut memanasi suasana dingin malam ini.
Gua tetap metik gitar seolah gak mendengar, tapi dalam hati guasedang berfikir lagu apa yang pas untuk Tata malam ini.
__ADS_1
Dan pilihan gua jatuh ke lagu.