Penantian Kita

Penantian Kita
Enam


__ADS_3

Waktu terus berlalu, tak terasa seminggu sudah Tata di rawat di Rumah Sakit dalam keadaan Koma.


Pengemudi yang menabrak Tata tidak di pekarakan ayah, sebab banyak saksi mata mengatakan bahwa Tata juga salah, karena langsung nyebrang untuk melihat korban kecelakaan tanpa lihat kiri - kanan.


Pak Iwan, si pengemudi yang menabrak Tata juga semakin dekat dengan keluarga ayah, tak jarang Istri dan anak pak Iwan menjenguk Tata dan membawa makan untuk Keluarga Tata yang menjaga Tata di Rumah Sakit saat itu.


Yang selalu berada di rumah sakit adalah bunda, bahkan bunda juga menyewa satu kamar di sebelah kamar Tata untuk istirahat, karena tak jarang bukan bunda sendiri di sana, kadang Daniah adik ipar Ayah juga ikut menemani bunda di sana.


Ayah bolak - balik ke kantor, rumah, dan Rumah sakit setiap hari, tak pernah sekali pun ayah tak ke sana, kadang hanya untuk berkeluh kesah ke Tata, bahwa hari ini ayah telat meeting Atau kadang ayah bercerita perihal cucu - cucunya yang sekarang bisa dikatakan pindah ke rumah ayah, sebab bunda selalu di Rumah sakit, sedangkan ayah tidak. Jadi Sasa untuk sementara tinggal di rumah menggantikan bunda untuk mengurus rumah, biar pun ada asisten rumah tangga, namun bukan berarti rumah harus di tinggalkan begitu saja.


*****


Sasa sedang jalan menuju rumah sakit bersama keluarganya. Sore ini Sasa membawa kedua anaknya untuk melihat dan memberi dukungan kepada Tata, karena kedua anak Sasa sangat dekat dengan Tata.


Ceklek.


"Bun, kami sampai"


Sapa Sasa ke bunda yang saat ini tengah mengusap dan menciumi tangan Tata.


"Oma, Ante belum bangun? Kami kangen Ante Oma, biasanya Ante di sekolah selalu membawa bekal susu buat kami, ini sudah seminggu ante bobo terus, kami rindu ante Oma, boleh peluk dan cium ante Oma?" Tanya Robby anak sulung Sasa.


Bunda yang mendengar permintaan cucunya langsung mengangkat dan mendekatkan ke wajah Tata.


"Silakan sayang, ante juga pasti rindu kalian, tapi ante sekarang masih mau bobo, belum mau bangun. Ante sedikit pemalas sekarang, mungkin kalau kalian cium antenya mau bangun sayang"


Bunda tersenyum getir mendapati bahwa bukan dirinya saja yang merindukan kehadiran putrinya, bahkan cucunya yang merupakan ponakan Tata juga merindukan Ante mereka.


"Lekas bangun Ante, Ante tau, Kakak dapat nilai seratus dari miss Eva, miss Eva bilang kakak bakal jadi juara kelas kalau kakak tetap pintar, tapi kakak gak mau pintar sekarang, karena ante gak mau bangun temani kakak belajar, Ante ayo bangun kakak kangen ante"


Robby anak Sulung Sasa langsung menangis karena tak mendapati respon dari Tata dan memeluk leher bunda.


Sasa yang tak tega melihat anak - anaknya langsung keluar dari ruangan dan menangis, di susul dengan anak kedua Sasa bernama Yossi yang heran melihat mamanya keluar.


"Mama,kenapa hidung ante di tutup masker?" Terus tangan ante juga di kasih plester seperti kaki adik jatuh waktu belajar sepeda, Ante juga gak mau bangun, ante sakit ya mama?" Tanya Yossi anak kedua Sasa


Sasa tak sanggup menjawab hanya memeluk anaknya dan menangis dalam diam

__ADS_1


"Sayang, kamu temani Oma didalam ya, papa mau ajak mama beli buah untuk Ante sebentar ya sayang" Erlan yang mengerti kesedihan istri mengajaknya untuk pergi keruangan sebelah untuk beristirahat sebentar.


"Sayang kamu jangan begini, nanti anak - anak juga terbawa suasana, Abang gak mau lihat kamu begini yank, kamu harus kuat, kalau kamu begini gimana bunda dan ayah?" Erlan mencoba menguatkan Istrinya.


"Udah seminggu bang, seminggu. Tapi Tata tetap begini, aku rindu Tata bang, aku rindu anak - anak yang selalu ceritain Tata di sekolah. Aku rindu Tata yang bela - belain datang ke kantor cuma buat antar pecel lele dari depan sekolahnya bang, aku harus gimana?"


Sasa nangis tersedu di dekapan Erlan. Sedangkan Erlan hanya mampu mengusap dan menenangkan istrinya saat ini tanpa menjawab setiap perkataan Sasa sedikitpun. Dia pun merasa kehilangan sosok Tata, sebab dia anak tunggal di keluarganya, dan memiliki Tata seperti memiliki adik yang selalu bermanja kepadanya.


Flashback On


🗨️"Bang, sekarang elu dimana?"


Erlan mendapat telpon dari Tata, saat itu Erlan baru selesai meeting di sebuah Cafe bersama asistenya.


💭"Baru selesai meeting, kenapa dek?"


🗨️"Hehe lagi Free dong, kesini dong bang, gua share location deh biar alu gak nyasar ya ya ya"


💭"Hmm.. apalagi sekarang? Ban bocor, bensin abis, dompet ketinggalan, atau belum bayar makan ha?


🗨️"Elu memang abang terbaik sepanjang masa"


🗨️" Thank you se kebon abang ku, nanti gua puji depan kak Sasa Deh"


💭" Gak perlu, tanpa di puji juga gua udah buat dia klepek - klepek kok, udah gua tutup. Assalamualaikum"


🗨️"Hehe waalaikumsalam abang sayang"


Flashback Off


Erlan teringat pada Tata saat Erlan baru menjadi suami dari Sasa. Begitulah Tata saat meminta sesuatu dia akan memaksa namun masih dalam batas wajar dan kami semuanya seperti tidak dapat menolak permintaan Tata, karena Tata jarang meminta bantuan, jika memang Tata masih sanggup untuk mengatasi masalahnya sendiri.


Sedikit lebih tenang, Sasa mengajak Erlan menemui bunda kembali. Saat Sasa hendak memasuki ruangan, ponselnya menerima notifikasi dari salah satu media sosialnya.


Saat dibukanya dia terkejut karena dia juga baru teringat akan Jojo, Kekasihnya Tata.


"Astaghfirullah, kenapa sampai lupa sih aku bang, ponsel Tata selama ini kemana ya, kamu tau gak bang?" Tanya Sasa kepada Erlan.

__ADS_1


"Enggak yank, emang kenapa,kok nyari ponsel Tata?" Tanya Erlan kembali.


"Nih abang lihat" Sasa menunjukkan salah satu pesan di media sosialnya.


Erlan juga tiba - tiba tepuk jidat kenapa bisa sudah seminggu ini tak ada yang memberi kabar ke Jojo.


Sasa berjalan mendekati bunda, menepuk ringan bahu bunda yang duduk disebelah Tata


"Bun, tau ponsel Tata dimana?" Tanya Sasa


"Enggak Kak, Sama ayah mungkin, kenapa emangnya? Tanaya bunda kembali


"Jojo bun, kita lupa ngabarin Jojo"


" Astaghfirullah, kak bunda juga gak ke fikiran Jojo, mungkin Tata nungguin Jojo ya kak, sampek betah bobo gini dianya, coba kamu telepon ayah, tanya dimana ponsel Tata sekarang" Bunda tiba - tiba panik.


🗨️"Assalamualaikum, ayah dimana sekarang"


💭"Waalaikumsalam, di rumah nak, mau ke rumah sakit, kenapa? Tata kenapa Kak?


🗨️" Eggak yah, Tata gak kenapa - kenapa"


💭" Jadi kenapa panik gitu, ayah udah takut terjadi apa - apa dengat Tata Sa"


🗨️" Maaf ayah, Sa mau tanya, ponsel Tata ada sama Ayah gak?"


💭" Ada Sa, 4 hari yang lalu di kasih pak Iwan, tapi low-bat"


🗨️" Boleh Sa minta tolong bawain yah, Sa ada perlu dengan ponsel Tata"


💭" Boleh sayang, ini ayah bawa ya, ayah juga mau kesana, ayah tutup ya Sa, Assalamualaikum"


🗨️"Waalaikumsalam ayah"


"Gimana" Tanya bunda saat ini yang melihat ke Sasa.


"Ada bun, itu dibawa ayah ke sini, tapi low-bat. Jawab Sasa seraya tersenyum.

__ADS_1


"Mudah - mudahan dengan dengar suara Jojo Tata mau bangun ya bun" Lanjut Tata seraya tersenyum ke bunda


"Semoga Sa, Semoga seperti itu" Jawab bunda optimis.


__ADS_2