
Usai sarapan Tata mengeluarkan Motornya,
sedangkan bunda berdiri di teras rumah mengantar kepergian sang putri untuk bekerja
" Gak Bawa matic aja dek? Bunda heran kamu kok senengnya dengan motor cowok gini sih, untung bukan moge." Tanya bunda
Tata tersenyum setelah memanaskan motor Satria F nya dia menghampiri bunda.
"Enakan ini bun, bisa ngebut" jawab Tata cengengesan.
"Haaish. yaudah kamu hati - hati ya jangan ngebut - ngebut ih, kalo ngebut bunda suruh ayah kamu sita itu motor"
"Enggak janji bundaku"
Jawab tata sekaligus menyalami bunda dan mencium pipi bunda.
" Assalamualaikum malaikatku" pamit Tata ke bunda
"Waalaikumsalam, anak Bunda"
Bunda menunggu di Teras hingga Tata hilang di pandangannya.
Tata meninggalkan rumahnya menuju ke sekolahnya.
sesampainya di sekolah Tata yang bertugas piket hari ini langsung stand by di depan gerbangnya guna menyambut para siswa dan siswinya.
ting ting
suara Notifikasi dari gawainya.
💌"Selamat beraktifitas sayangnya mas, miss you"
Tata membaca pesan tersebut sambil tersenyum, seperti mendapat moodboster tersendiri dia dari pesan tersebut.
💌"Tau aja pagi - pagi butuh penyemangat, makasih sayang. miss you, love you"
Balas Tata dan memasukkan lagi gawainya ke saku blezernya.
Seperti itulah kebiasaan Tata dan Jojo selama ini, tidak ada orang ketiga dan tidak ada perkelahian yang besar yang menyebabkan mereka untuk tidak saling percaya dan saling memberi semangat.
Setelah mendapat pesan itu Tata memulai harinya seperti biasa, bahkan sangat sempurna untuknya, anak - anaknya tidak ada yang melakukan keisengan, pelajaran yang berjalan lancar, bahkan sampai sore Tata tak merasa lelah dengan harinya hingga dia menjelang pulang sekolah.
*****
Saat Tata hendak menuju parkiran dia di sapa oleh beberapa wali murid yang menjemput anaknya,
"Bu Tata hati - hati ya" Ucap ibu A
"Iya bu, makasih ya" .
"Bu Tata sudah mau pulang? Hati - hati ya" .Ucap Ibu B
"Iya bu, saya duluan terima kasih.
Entah sudah berapa wali murid yang selalu mengatakan hati - hati kepadanya. Namun namanya juga Tata selalu berfikiran positif. Dia tidak merasa ada yang aneh dengan harinya sebab semuanya sempurna hari ini, pacar yang selalu memberi kabar, kegiatan sekolah yang melelahkan namun asyik di jalani.
Tata mulai menghidupkan sepeda motornya, dan jalan pelan - pelan menuju ke rumahnya. Namun saat di tengah perjalanan Tata melihat ada kecelakaan, dia bergegas menuju kecelakaan itu sebab terjadi didepan matanya,
__ADS_1
Tata menepikan motornya di pinggir dan hendak menyebrang melihat kecelakaan di depan, karena Tata tak Awas datang mobil yang melaju kencang dari arah lain dan tak sempat menghentikan laju kendaraannya.
Naasnya Tata juga tidak dapat menghindar seperti membatu Tata hanya diam seakan menunggu dan
Brak!!!!
Tata tertabrak dan terlempar sejauh 300 M.
Saat Tata terlempar hanya ayah dan Jojo saja yang di mulutnya, Tata sempat membuka mata saat terjatuh namun tiba - tiba penglihatannya kabur dan menghitam. Tata pun tak sadarkan diri.
Niat hati ingin menolong, tetapi ternyata tak sempat malah Tata sekarang yang menjadi korbannya.
Tata di Larikan kerumah sakit bersamaan dengan korban kecelakaan yang hendak di tolong Tata.
Darah yang mengalir dari kepala Tata membuatnya tak sadarkan diri,
Para penolong Tata hanya bisa melihat Tata di larikan ke rumah sakit menggunakan Ambulance yang sebelumnya di panggil untuk korban lain, namun korban yang hendak di tolong tata masih sanggup berdiri dan berjalan.
Supir yang menabrak Tata melihat ponsel Tata tergeletak di sebelah tubuh Tata dan mengambilnya. Dicobanya membuka ponsel Tata yang ternyata tidak di berikan kunci pengaman.
Si penabrak pun menghubungi panggilan terakhir di telepon Tata. Di list Yang pertama ada "Kesayangan". Di hubungi nya nomor itu namun tidak diangkat.
Dicobanya dengan list kedua ada "Malaikatku"
Tak lama tersambung dan Terhubung.
"Assalamualaikum, dek, kenapa telpon belum pulang ya?"
Tanya bunda.
"Ya Allah Tata! Baik. Terimakasih, saya akan segera kesana" Jawab bunda
"Ayah... Ayah..."
Bunda berlari menuju kamarnya untuk menghampiri sang suami.
"Ayah...."
bunda menangis seraya memeluk ayah, ayah heran.
"Kenapa bun, kenapa? jangan begini."
"Tata yah, Tata kecelakaan, sekarang dibawa ke Rumah Sakit NN" Bunda menangis tergugu di pelukan ayah.
"Ayo bun, kita kesana" Ajak ayah yang langsung bersiap, mencari kunci mobil dan menarik tangan bunda.
Diperjalanan bunda tak henti - henti menangis dan merapalkan doa di mulutnya untuk keselamatan Tata.
Ayah hanya mampu mengusap lengan bunda dan berucap "sabar sayang, Tata kita kuat, dia putri kita yang tangguh" walaupun hati ayah saat ini mungkin lebih kacau dibandingkan bunda, sebab ayah lebih dekat dengan Tata sedangkan Risya lebih bermanja ke bunda.
*****
Setibanya di Rumah Sakit bunda dan ayah langsung menuju ke IGD, dan bertanya ke salah seorang perawat.
Perawat yang bertanggung jawab dengan kondisi Tata langsung menunjukkan ruang Operasi, sebab ada luka sobekan di beberapa tubuh Tata.
Bunda yang shock langsung terduduk di lantai IGD, dalam fikiran bunda Tata pasti sangat parah keadaannya sebab langsung dibawa ke ruangan operasi. Ayah yang sigap langsung membawa bunda untuk berdiri dan berjalan menuju kursi tunggu, Ayah berlari ke arah kantin untuk membeli air mineral untuk bunda.
__ADS_1
Sekembalinya ayah langsung memberi bunda air mineral.
"Bunda harus kuat, kalau bunda lemah Tata juga lemah, Tata perlu do'a kita bun" Ayah yang sama rapuhnya dengan bunda hanya memberikan semangat, sebab jika ayah juga down siapa yang akan menguatkan mereka.
"Ayo keruang Operasi ayah, bunda mau nunggu Tata" Semangat bunda yang beranjak dari kursi langsung menuju ruang operasi.
Ayah dan bunda menunggu di depan ruang operasi dengan perasaan khawatir dan was - was. Sebab sudah hampir 45 menit ayah dan bunda di depan ruang operasi namun dokternya juga belum keluar.
"Ayah, coba hubungi Risya, minta ke rumah buat siapin baju bunda, bunda mau nunggu Tata di sini yah, bunda gak mau pilang sebelum Tata sembuh" Pinta bunda ke ayah yang sedang mondar mandir depan ruang operasi.
"Ah iya bun, ayah sampek lupa ngabarin Sasa, sebentar ayah telepon" Jawab ayah yang menghampiri bunda.
🗨️"Assalamualaikum, sa. Kamu dimana sayang? Kira - kira kamu sore ini sibuk gak?" tanya ayah hati - hati namun masih terdengar suara khawatirnya.
💭"........"
🗨️"Ayah ada kabar kurang baik, tapi kamu jangan terkejut ya, apapun yang ayah sampaikan usahakan kamu selalu bersikap tenang ya nak"
💭".........."
🗨️"Tata kecelakaan, sekarang di Rumah Sakit NN, ini sedang di operasi, kira - kira kamu bisa singgah ke rumah nak, bawa perlengkapan bundamu?"
💭"..........."
🗨️"Ayah juga belum tau sayang, sudah 45 menit ayah didepan ruang operasi tapi dokter belum keluar juga, sekarang kamu lebih baik ke rumah dulu, kalau kamu mau nyusul kesini persiapkan dulu buat keluargamu ya sayang."
💭"........."
🗨️"Baik nak, nanti ayah kabari lagi ya, titip salam buat suamimu dan cucu ayah ya sayang, doakan Tata juga"
💭"......."
🗨️"Baik sayang, waalaikumsalam"
Bunda yang dari tadi memperhatikan ayah sedang berbicara dengan Sasa langsung memberondong ayah dengan pertanyaan.
"Gimana yah, Sasa bisa ke rumah?, dia baik - baik ajakan? Apa katanya yah?"
Ayah yang mengerti kekhawatiran istrinya langsung menarik kepala bunda ke dadanya.
"Sasa nanti kesini bunda, dia gak apa - apa, dia juga bakal di rumah dulu bawa anak - anaknya sementara Tata di rawat, jadi nanti saat Tata selesai di operasi ayah akan kabari Sasa lagi bun" Jawab ayah.
Bunda yang mendengar kabar dari ayah langsung lega, namun teringat akan Tata lagi membuat bunda kembali menangis.
"Bunda gak mau Tata kenapa - kenapa yah, bunda mau Tata sehat lagi." Isak tangis bunda yang terasa menyayat hati ayah.
"Pasti bun, Tata kita kuat, tidak mungkin Tata ninggalin kita sayang, kamu sabar banyak doa jangan mengeluh begini sayang" Ayah membawa bunda ke pelukannya.
*****
Setelah hampir 2 jam ayah dan bunda menunggu tak lama keluar seorang dokter dari ruangan operasi.
"Dokter, apa dokter yang mengoperasi putri saya, yang korban kecelakaan?"
Tanya ayah yang langsung menghampiri dokter tersebut.
"Benar pak, Putri bapak saya yang tangani, untuk saat ini operasinya berjalan lancar, setelah ini akan di pindahkan keruang perawatan dulu ya pak, buat di observasi, nanti saya akan berikan bapak waktu buat bertemu beliau, saya pamit dulu pak, mari silakan ikut saya untuk mengetahui putri bapak di ruangan mana" jawab dokter.
__ADS_1